Home

Forum Film Mahasiswa dan Mencari Telur Garuda

Kegiatan hari terakhir Festival Film Mahasiswa Indonesia ditutup oleh Forum Film Mahasiswa dan presentari karya Mencari Telur Garuda yang dibuka dengan live performance Dik Doank, 8 Oktober 2009. Kegiatan forum dimulai pukul 09.00 WIB dan diakhiri pukul 13.30 WIB. Sedangkan presentasi karya Mencari Telur Garuda yang disutradarai oleh Nanang Rakhmat dari ISI Jogja dimulai pukul 19.00 – 21.00 WIB. Seluruh kegiatan berlangsung di gedung Sjumanjaja FFTV IKJ.

 
Salah seorang peserta forum menyampaikan gagasannya menanggapi diskusi yang berjalan dinamis.

Forum Film Mahasiswa dihadiri oleh sekitar 30 peserta dari berbagai kampus. Diantaranya adalah IKJ, ISI Jogja, STSI Padangpanjang, ISI Surakarta, Universitas Tarumanegara Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, dan STMIK Jakarta. Forum difasilitatori oleh Tomy W. Taslim. Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa aktivis dari INDIES (Institute for National and Democratic Studies).

 
Syamsul Ardiansyah dari INDIES menyampaikan gagasannya tentang apa saja yang bisa dilakukan oleh mahasiswa untuk memberikan kontribusi terbaiknya bagi dunia film di Indonesia.

Dalam pengantar diskusi, Syamsul Ardiansyah (INDIES) menyampaikan 3 hal penting, yaitu; pertama, sejauh mana produk kreatif yang tengah diproses bisa membangkitkan terus kesadaran masyarakat akan keadaan dirinya? Kedua, sejauh mana produk kreatif yang diproses mampu turut serta menggerakkan masyarakat untuk masuk pada tingkat perkembangan yang seharusnya dan keluar dari kebuntuan-kebuntuan perkembangan budaya yang dialami saat ini? Ketiga, sejauh mana produk kreatif yang diproses mampu untuk mengorganisasikan tindakan dan pikiran masyarakat secara lebih jernih dan kokoh. Inti dari ketiga indikator tersebut adalah sejauh mana produk-produk kreatif yang dihasilkan bisa menjadi salah-satu bentuk pelayanan terhadap rakyat. Dengan semangat serve the people, produk-produk kreatif yang kita hasilkan diharapkan bisa menjadi air yang menghilangkan dahaganya, menjadi makanan bergizi yang bisa memulihkan tenaganya.

Pengantar ini disambut dengan kritis oleh peserta forum. Beberapa catatan penting dari curah gagasan yang hadir dinamis dalam forum ini adalah; (1) Kesadaran bahwa film memiliki kekuatan untuk menghasilkan message positif ataupun negatif bagi penontonnya. (2) Permasalahan yang banyak disekeliling dunia film bukan berarti untuk dijauhkan dari kehidupan nyata. (3) Melawan hegemoni film tertentu akan lebih baik salah satunya juga dengan membuat karya yang lebih baik. (4) Aspek kepraktisan harus menjadi pertimbangan bagi stakeholder film. (5) Pencarian dan penemuan ruang yang tepat harus terus dilakukan untuk menyampaikan/mempopulerkan gagasan. (6) Pembuat film harus memiliki kepekaan terhadap diri dan lingkungannya agar mampu membuat film yang dekat dengan realitas. (7) Pembuat film harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkan keterbatasan menjadi kelebihan. (8) Perlu dilakukan gerakan bersama untuk mendorong dunia perfilman agar berjalan lebih baik. (9) Perlu dilakukan edukasi diri dan publik dalam bidang film. (10) Pernyataan politik pembuat film penting untuk selalu disampaikan dalam karya-karyanya.

 
Sebagian peserta Forum Film Mahasiswa Indonesia menyempatkan diri berfoto bersama setelah kegiatan selesai.

Forum diakhiri dengan pembuatan agenda bersama dan pembentukan tim kecil untuk merumuskan dan mengoperasionalkan hasil-hasil ini. Hasil inventarisasi agenda-program bersama yang disepakati adalah; (1) Festival Film Mahasiswa dilaksanakan lagi tahun 2010. (2) Pertemuan rutin terus dilakukan per kota/bulanan dan secara nasional/tahunan. (3) Pembuatan organisasi/jaringan legal. (4) Pembuatan film bersama. (5) Pembuatan forum lanjutan menggunakan internet.

Sedangkan tim kecil yang akan mempersiapkan rancangan kerja yang lebih konkret adalah; Panji IKJ (koordinator), Titi Indriyanti STSI Padangpanjang (anggota), Mudjiono ISI Solo (anggota), Setio Junaedi ISI Jogja (anggota) dan Gilang Nurrahman UPI Bandung (anggota).

Dik Doank dan Mencari Telur Garuda

 
Subagjo Budisantoso berdialog dengan Dik Doank pada saat membuka gelar karya Mancari Telur Garuda di Gedung Sjumanjaja FFTV IKJ, 8 Oktober 2009.

Gelar karya video features multikanal Mencari Telur Garuda yang disutradarai oleh Nanang Rakhmat menjadi kegiatan pamungkas dalam rangka Festival Film Mahasiswa 2009. Program yang dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Panitia Festival Kesenian Indonesia 6 yang juga Wakil Dekan IV FFTV IKJ, yaitu Subagjo Budisantoso, diawali dengan lantunan suara penyanyi Dik Doank yang juga alumni IKJ.

 
Penampilan Dik Doank mengawali program gelar karya Mencari Telur Garuda di Gedung Sjumanjaja FFTV IKJ, 8 Oktober 2009.

”Institut Kelainan Jiwa” sebagai lagu pertama disambut meriah oleh penonton yang hadir. Lagu yang menceritakan masa-masa kuliah mahasiswa IKJ ini penuh dengan candaan kritis yang memotret suasana perkuliahan, kisah-kisah lucu dan ”nakal” mahasiswa serta kisah dosen di IKJ. Kemudian Dik Doank melanjutkan dengan lagu kedua sekaligus terakhir, yaitu ”Aku dan Garudaku”. Lagu ini memotret lambang Garuda Pancasila yang sebenarnya tidak sekadar sebuah onggokan benda mati tanpa jiwa. Di dalamnya seharusnya ada semangat dan daya untuk menguatkan sebuah bangsa. Lagu ini merupakan semacam pernyataan sikap dari Dik Doank terhadap Garuda Pancasila.   

 
Nanang Rakhmat, Sutradara Mencari Telur Garuda menyampaikan gagasan karya kepada penonton sebelum kegiatan dimulai.

Penonton mengikuti rangkaian kegiatan gelar karya Mencari Telur Garuda dengan duduk lesehan. Sekitar 50 penonton mengikuti dengan serius karya yang dikemas dengan menarik ini. Tiga layar dihadirkan secara bersamaan dan dua buah kamera juga disiapkan menjadi bagian dari elemen artistik. Dalam karya ini, sesekali penonton menjadi bagian karya karena tubuh-wajahnya masuk dalam layar melalui kamera yang diarahkan ke mereka. Potret Garuda Pancasila dalam karya ini ditafsirkan secara beragam oleh para narasumber dan pemain. Karya ini menyajikan secara kritis bahwa kesaktian Garuda Pancasila yang selama ini sering disampaikan dalam berbagai kesempatan oleh rezim penguasa bisa dipertanyakan lagi.

 
Salah satu cuplikan karya Mencari Telur Garuda.

Loading...


 

Diselenggarakan oleh:
 

PPMA FFTV IKJ
 

Yayasan WAVI

 

 

 

Didukung oleh:

 

User login

blog | bantuan | tentang kami | ikuti kami:  twitter.com/filmpelajar

Pembelajar Film
  • Yogi Pratama, SMK NEGERI 1 KAWUNGANTEN, Jawa Tengah
  • intantirani8, SMKIT BPS&k 2 JAKARTA TIMUR, DKI Jakarta
  • Misbah, SMA Neger 1 Probolinggo, Jawa Timur
  • Risyad Abdala R..., SMAN 1 CIBADAK RSBI, Jawa Barat
  • Dhana jaya, Smk negeri 3 batu, Jawa Timur
  • xhians, SMK BINA INFORMATIKA, DKI Jakarta
  • Riko Aditya Saputra, SMAN 1 CIBADAK, Jawa Barat
  • bolokoconmo, universitas siliwangi, Jawa Barat
  • sinema60, SMAN 60, DKI Jakarta
  • Geo Pamuji, SMA PGRI 2 KAYEN-PATI, Jawa Tengah

 

Beberapa hari terakhir ini, isu internet dengan jejaring sosial nya menyeruak ke permukaan. Beberapa remaja putri dikabarkan hilang dan diculik setelah bertemu dengan teman barunya melalui situs jejaring sosial. Begitu merusakkah internet? Tentu tidak.

 

Internet adalah sebuah alat, yang tergantung bagaimana dan untuk apa kita menggunakan alat itu. Berikut tips bagaimana menggunakan internet secara cerdas sehingga bermanfaat bagi kehidupan.

 

Klik di sini:
http://filmpelajar.com/page/14-tips-menggunakan-internet-secara-cerdas

Recent comments