Jakarta, 6-10 Juli 2010.
Amos Efraim, pelajar dari SMAN 5 Jayapura, Papua, tampak antusias mempersiapkan peralatan shooting bersama kelompoknya. Sementara itu, Nila, Winda dan Rahmat dari SMKN 1 Banjarmasin, Kalimantan Selatan kelihatan sibuk sekali mempersiapkan wawancara di kantor Pemadam Kebakaran Komplek Taman Ismail Marzuki Jakarta. Intan dan kelompoknya dari Madrasah Aliyah Negeri 2 Banda Aceh tidak kalah serius. Mereka tampak mendiskusikan shooting script yang sudah disusun sehari sebelumnya sebelum terjun ke lapangan. Hari itu, Sabtu 9 Juli 2011 merupakan hari di mana 30 peserta workshop dokumenter dalam rangka Lomba Penggalian Sumber Sejarah Dalam Bentuk Audio Visual melaksanakan praktek shooting dokumenter.
Rangkaian kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Direktorat Nilai Sejarah, Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang bekerja sama dengan Institut Kesenian Jakarta ini diikuti dengan antusias oleh peserta. Materi yang diberikan adalah tentang Sejarah dan Proses Produksi Dokumenter. Peserta mengikuti workshop sejak Rabu sampai dengan Minggu, 6-10 Juli 2011 di kampus Fakultas Film dan Televisi IKJ. Pemateri diantaranya adalah Dr. Agus Mulyana, ahli sejarah dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung serta Ki Hartanto, M.Sn., Bambang Supriadi, S.Sn., Tomy W. Taslim, M.Sn., dan Ashari, S.Sn., dari IKJ. Pelaksanaan praktek didukung oleh pendamping dari alumni serta mahasiswa senior IKJ, diantaranya adalah Supriyanta, Rinayanti, Ony, Fazrie, Yandy, Vani dan Ahmad. Selain itu pelaksanaan praktek juga didukung oleh pendamping dari staf teknis IKJ, yaitu Agus Sunaryono dan Wagimin.
Seluruh peserta workshop tampak bersemangat mengikuti seluruh kegiatan sejak hari pertama. Mereka serius mendengarkan materi dari para pembicara dan aktif dalam diskusi. Pada saat peragaan terkait materi teknis mereka juga tampak mencermati detil prosedur yang dipaparkan pemateri. Pembicara mencoba memberikan pemahaman kepada peserta bahwa persiapan teknis peralatan tidak kalah pentingnya dengan persiapan riset untuk menguatkan konten. Keduanya saling melengkapi untuk memberikan nilai lebih pada dokumenter yang akan diproduksi. Apabila pembuat dokumenter hanya memperhatikan salah satunya saja, maka karya yang dihasilkan bisa timpang.
Rangkaian workshop ditutup dengan presentasi karya oleh peserta. Karya dokumenter pendek yang dihasilkan peserta workshop dibahas oleh dosen senior yang juga Wakil Rektor II IKJ, Bapak Subagjo Budisantoso, M.Sn. Peserta diajak diskusi untuk mengamati kelebihan dan kekurangan karyanya sebagai bahan perbaikan ke depan. Diskusi terjadi dengan hangat dan tampak peserta dengan antusias mencatat masukan-masukan yang diberikan. Setelah seluruh peserta melakukan presentasi kegiatan dilanjutkan penutupan secara resmi oleh perwakilan Direktorat Nilai Sejarah, Ibu Dra. Puspa Dewi dan perwakilan Rektor IKJ, Bapak Subagjo Budisantoso, M.Sn.
8 min 48 sec ago
10 min 20 sec ago
12 min 46 sec ago
13 min 59 sec ago
1 day 6 hours ago
1 day 8 hours ago
2 days 11 hours ago
2 days 16 hours ago
4 days 5 hours ago
4 days 5 hours ago