Headline

SagaMovieFest 2013

SagaMovieFest 2013

Yuk pelajar SMP/SLTP se-Indonesia, ikuti SAGAMOVIEFEST 2013. Info selengkapnya klik di sini ya :-) --> www.sahabatprega.com more »

Nantikan Festival Film Pelajar Jogja 2013

Nantikan Festival Film Pelajar Jogja 2013

Komunitas film pelajar SMA/SMK/MA dan yang setara dari seluruh Indonesia diundang untuk memeriahkan festival tahunan ini. Siapkan karya film pendek fiksi dan dokumenter dengan tema bebas, durasi maksimal 10 menit, tahun produksi 2013. Kriteria karya dan penjurian secara prinsip tidak berubah dari penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pantau terus infonya di www.filmpelajar.com. more »

Festival Film Dieng 2013

Festival Film Dieng 2013

Teman-teman pelajar SMA/SMK/MA dan yang setara se-Indonesia, mari berpartisipasi dalam Festival Film Dieng 2013. Pendaftaran karya paling lambat 20 Juni 2013 (cap pos). Kirimkan karya film pendek FIKSI dan DOKUMENTER dengan tema bebas dan durasi maksimal 15 menit. more »

LDK Ala Sinema 60 (SMAN 60 Jakarta)

       LDKS atau Latihan Dasar Kepemimpinan Sinema ala SINEMA 60 adalah event rutin setiap bulan Januari yang diadakan oleh Ekstrakurikuler SINEMA 60 dari SMAN 60 Jakarta untuk menyambut para sineas-sineas muda di Ekstrakurikuler SINEMA 60. Tapi ada yang beda di LDKS ini dibanding dengan LDK-LDK lainnya. Salah satunya adalah tema-tema yang mengusung semangat dari cikal bakal Sineas Muda Anak 60 ini. Untuk tahun 2012 ini, kami mengusung tema "Everyone Is a Leader" dimana para sineas adalah cerminan semangat pemimpin untuk diri mereka sendiri dan untuk menjadi pemimpin bagi orang lain suatu hari nanti. Selain tema, kami juga menerapkan sistim "Survival" untuk acara inti di LDKS ini untuk mengajarkan mereka bekerja dan berkreasi dalam waktu yang singkat namun harus bisa secepat dan se-efektif mungkin untuk menyelesaikannya serta disini kami juga menerapkan "No Bullying", karena persaudaraan dan kekeluargaanlah tujuan LDKS ini. Berikut adalah susunan acara dari LDK SINEMA 60 yang juga merupakan rangkaian acara dari LDK, Pelantikan, dan Pemilihan Kepengurusan Organisasi SINEMA 60 setelah sehari sebelumnya telah kami adakan seleksi Ketua SINEMA 60 yang baru :

Baca ... »

Jan
31

Film Pendek Pelajar dan Kerja Diseminasi*

Karya film (pendek) pelajar (tingkat menengah atas) Indonesia adalah sebuah aset kebudayaan yang sarat makna. Di balik karya tersebut tercatat sebuah kerja pemikiran, olah gagasan, aktivitas kreatif, dan persinggungan realitas. Mimpi sepihak sutradara tidak akan terwujud tanpa dukungan tim yang baik. Egoisme akan bernegosiasi dengan kolektivisme. Estetika akan berkolaborasi dengan ketersediaan logistik. Kebebasan ekspresi personal/kelompok berhadapan dengan visi sekolah/kampus/tempat belajar. Baca ... »

Laporan Hari Kedua FFPJ 2011

Laporan Hari Kedua FFPJ 2011
 
 
Hari kedua Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) 2011 pada Minggu, 18 Desember 2011 di Benteng Vredeburg, Malioboro, Yogyakarta kembali meriah. Tepat pukul 08.00 acara menonton bersama hasil karya film mahasiswa dari Fakultas Seni Media Rekam ISIYogyakartadan Fakultas Film dan Televisi IKJ dimulai. Tampak antusiasme yang tinggi dari para pesertauntuk menonton film dari kampus-kampus yang melahirkan sejumlah filmmaker terkenal Indonesia.
 

Karya Terbaik FFPJ 2011

Tag: FFPJ 2011

 

KARYA TERBAIK

FESTIVAL FILM PELAJAR JOGJA 2011

 

Setelah melalui proses penjurian final atas 5 (lima) karya fiksi dan 5 (lima) dokumenter yang menjadi nomine (dari total 75 film), maka Dewan Juri Festival Film Pelajar Jogja 2011 menetapkan para pemenang sebagai berikut; Baca ... »

Laporan Hari Pertama FFPJ 2011

Festival Film Pelajar Jogja 2011
 

      Sabtu pagi (17/12) di titik 0 (nol) km (kilometer) kota Yogyakarta tampak padat seperti biasanya. Namun ada yang berbeda di Benteng Vredeburg kali ini yang merupakan salah satu bagian dari pusat kota. Terlihat rombongan-rombongan kecil memakai baju identitas khas komunitas pelajar, jas almamater, dan bahkan seragam sekolah putih abu-abu. Mereka tampak berjalan penuh semangat menuju Gedung Audio Visual Benteng Vredeburg, Malioboro, Yogyakarta. Inilah suasana pada sebuah pagi yang cerah menjelang pembukaan Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) 2011. Baca ... »

Film Pelajar Purbalingga

Purbalingga adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Kota kecil yang terletak di lembah Gunung Slamet ini, tak memiliki satu pun perguruan tinggi. Usai menamatkan SMA, pemuda Purbalingga berangkat ke kota lain macam Purwokerto, Yogyakarta, Semarang, Malang, Surabaya, Bandung, Jakarta dll untuk melanjutkan kuliah. Usai lulus, tak banyak yang kembali untuk membangun daerahnya.
 
Tak sedikit yang langsung hijrah ke Ibukota Jakarta. Praktis menyisa pemuda dan remaja yang duduk di bangku SMA dan SMP. Tersebar di kota Purbalingga dan kota-kota kecamatan. Beberapa tahun terakhir, fenomena remaja putus sekolah merebak seiring bertebaran puluhan pabrik hingga pelosok desa sebagai imbas kebijakan mudahnya izin investasi dari pemerintah daerah.
 
Orang tua lebih memilih anaknya cepat bekerja dibanding tunduk pada program Wajib Belajar (Wajar) 9 Tahun. Tidak hanya soal biaya sekolah yang mahal, tapi juga realita bahwa menamatkan program Wajar pun, ujung-ujungnya susah mencari pekerjaan dan akan terpuruk di pojokan pabrik.
 
Iklim Berkesenian yang Sepi
 
Kesenian yang dipandegani anak muda di kota penghasil bulu mata palsu ini, relatif kurang berkembang. Tidak hanya iklim berkesenian yang hampa tapi juga fasilitasi pemerintah daerah yang tiada. Pemda hanya sibuk dengan proyek-proyek kesenian mereka sendiri, tidak pernah menyadari apalagi melibatkan potensi seniman muda.
 
Sementara tidak terjadi regenerasi dari seniman-seniman pendahulunya. Kesuksesan seniman asli Purbalingga diraih dari pengaruh iklim dan fasilitas di luar kota. Dewan Kesenian Daerah sebagai kepanjangan tangan pemerintah mandul dan makin tak popular. Bisa dibilang, kesenian (baca: modern) di Purbalingga sepi!
 
Semua daerah, tak terkecuali Purbalingga, terkandung potensi berbagai jenis kesenian. Sebut saja seni rupa, musik, suara, tari, sastra, teater. Pelaku jenis-jenis kesenian itu bukannya tidak ada yang berdomisili di Purbalingga, namun untuk bisa berkembang mereka harus nekat atau karena faktor keberuntungan hijrah ke kota lain yang iklim berkeseniannya lebih menjanjikan.
 
Kesenian masih dipandang sebelah mata di daerah kelahiran Panglima Besar Jenderal Sudirman ini, karena dari bidang kesenian dianggap tidak menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi kas Pemkab.
 
Film Pendek: Alternatif Ekspresi Pelajar
 
Runtuhnya rezim Orde Baru membawa perubahan termasuk kesenian modern. Di kota-kota besar, seiring lahirnya teknologi digital, muncul kelompok-kelompok anak muda yang memanfaatkan teknologi itu bagi kemajuan dunia sinematografi.
 
Video dan film bukan lagi barang langka yang hanya bisa diakses oleh orang-orang profesional dibidangnya. Iklim kebebasan berekspresi bidang film pendek menjadi pilihan anak muda yang di zaman Orde Baru turut dikekang.
 
Kemajuan produksi dan distribusi film pendek merangsek hingga kota-kota kecil di wilayah Banyumas Raya. Purwokerto menjadi kota pertama tumbuhnya virus film pendek diawal tahun 2000-an dengan kampus sebagai basisnya sebelum merebak ke kota tetangga macam Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara.
 
Kampus, sebagaimana yang ada di kota-kota lain di Indonesia, tidak menjamin sebagai basis perkembangan dunia sinematografi. Keberadaan film pendek di Purwokerto mulai melemah sekitar tahun 2005 hingga hilang sama sekali sampai saat ini.
 
Denyut sinematografi kota Purbalingga dimulai tahun 2004, diawali produksi beberapa film pendek. Komunitas film pun turut berkembang dan rajin memproduksi film pendek. Film-film itu kemudian diputar dan diapresiasi oleh pelajar SMA dan SMP. Hingga dua tahun kemudian (2006), lahirlah film-film pendek yang diproduksi pelajar Purbalingga.
 
Ditahun yang sama, 2006, terbentuk Cinema Lovers Community (CLC), komunitas para pecinta film yang merupakan gabungan dari beberapa komunitas berlatar video manten amatir di Purbalingga. CLC bertugas memfasilitasi kebutuhan komunitas-komunitas film di Purbalingga.
 
Menyadari anak muda Purbalingga berbasis pelajar SMP dan SMA, CLC mencoba menawarkan sinematografi agar dipelajari para pelajar secara informal. Sayang, saat itu, tak satu pun sekolah yang merespon dengan baik. Alasan tidak diterima karena kegiatan itu tidak terkait dengan mata pelajaran dan perkembangan mental siswa.
 
Semakin banyaknya pelajar yang berkeingingan belajar sinematografi, sisi lain tidak adanya dukungan dari pihak sekolah. Gerilya kemudian menjadi jalan yang ditempuh CLC. Dari tahun ke tahun, film pelajar Purbalingga terus berkembang: produksi, distribusi, dan prestasi. Sampai kemudian, di tahun 2009, film mulai bisa dipelajari secara informal di sekolah-sekolah di Purbalingga dengan masuk ke program ekstrakulikuler (ekskul) sekolah.
 
Tercatat saat ini, sekolah di Purbalingga yang pelajarnya aktif berkelompok belajar film, adalah: SMA Negeri Bobotsari, SMA Negeri 2, SMA Muhammadiyah 1, SMK Negeri 1, SMA Negeri Rembang, SMA Negeri Kutasari, SMA Negeri Bukateja, dan SMP Negeri 4 Satu Atap Karangmoncol.
 
Empat sekolah yang disebutkan terakhir adalah sekolah yang guru dan kepala sekolahnya sadar bahwa sinematografi sangat terkait dengan perkembangan kecerdasan anak didik. Hampir semua jenis kesenian dipelajari di sini.
 
Semua ini tak lepas dari kawalan CLC yang terus-menerus menjalankan program. Ada 5 (lima) program utama dari CLC, yaitu workshop film, produksi film, pemutaran film, database film, dan festival film. Festival Film Purbalingga (FFP) yang ada sejak 2007 menjadi pemantik sekaligus tolak ukur bagi karya-karya film pelajar di wilayah Banyumas Raya sebelum film-film itu beradu di festival lain.
 
 
 
Bowo Leksono
Pegiat film, tinggal di Purbalingga

Peserta FFPJ 2011

Update: 10 Nopember 2011

 

 

No

Judul

Kategori

Sutradara

Sekolah

Kota/Kabupaten

Provinsi

1

Bersatu

Fiksi

Imam Mustofa

SMK Dr. Soetomo

Cilacap

Jawa Tengah

2

Serdadu Ijo

Dokumenter

Dian Fitria Suci Ariska

SMKN 1 Surabaya

Surabaya

Jawa Timur

3

Differences

Dokumenter

Sasongko

SMAN 1 Bantul

Bantul

DIY

4

Ketika Bhinneka Tanpa Ika

Fiksi

Syfa Fauziah

SMKN 4 Bekasi

Bekasi

Jawa Barat

5

Dibalik Harmoni Kampung Sawah

Dokumenter

M Mardhan A

SMKN 4 Bekasi

Bekasi

Jawa Barat

6

Satu Indonesia

Fiksi

Haji Ahmad Ashari

SMK Islam Jepara

Jepara

Jawa Tengah

7

Sengkil

Fiksi

Dama Yuninata

SMAN 1 Banjarnegara

Banjarnegara

Jawa Tengah

8

Tanpa Batas

Fiksi

Dita Aprilya SP

SMK Cakra Buana

Depok

Jawa Barat

9

Come In

Fiksi

Agustian Nugraha

SMK BOPKRI 1

Yogyakarta

DIY

10

Yang Di Atas Adalah Loteng

Fiksi

Teguh Febrianto

SMKN 3 Batu

Batu

Jawa Timur

11

Mereka Yang Membuat Prajuritan Tetap Berperang

Dokumenter

Teguh Febrianto

SMKN 3 Batu

Batu

Jawa Timur

12

Senja Di Atas Roda

Dokumenter

Febry Ramadhan

SMKN 3 Batu

Batu

Jawa Timur

13

Di Balik Ladang Nisan

Dokumenter

Dita Ludvita Sari

SMKN 3 Batu

Batu

Jawa Timur

14

Beda Untuk Damai

Fiksi

Desi Silviana

SMKN 4 Malang

Malang

Jawa Timur

15

#sentimentalpelangi

Fiksi

Suryo Buwono

SMAN 1 Yogyakarta

Yogyakarta

DIY

16

Keisogi Suraina

Fiksi

Sumiati

SMA PGRI 2 Kayen

Pati

Jawa Tengah

17

Antara Bayangan dan Kenyataan

Dokumenter

Galih P Sadewa

SMKN 1 Blitar

Blitar

Jawa Timur

18

Senyum Perbedaan

Fiksi

Santi

SMKN 1 Anjatan

Indramayu

Jawa Barat

19

Titipan Sebuah Harapan

Fiksi

Dessy A Kusumawati

SMKN 1 Anjatan

Indramayu

Jawa Barat

20

Impian

Fiksi

Anggi Septuan Nugraha

SMKN 1 Anjatan

Indramayu

Jawa Barat

21

Inspirasi Sang Garuda

Fiksi

Melisa

SMKN 1 Anjatan

Indramayu

Jawa Barat

22

Sarung

Fiksi

Anis Septiani

SMA Muhammadiyah 1

Purbalingga

Jawa Tengah

23

Saipul

Fiksi

Cornelia DKAP & Sri Teguh Y

SMKN 8 Surakarta

Surakarta

Jawa Tengah

24

Pemburu Kroto

Dokumenter

Andesta Saputra

SMKN 3 Bengkulu

Bengkulu

Bengkulu

25

Kondom

Fiksi

Mira Setiani

SMK Dr. Soetomo

Cilacap

Jawa Tengah

26

1

Fiksi

Herlambang Yulianto

SMKN 1 Surabaya

Surabaya

Jawa Timur

27

Kita

Fiksi

Laksmita Ramadhanti

SMAN 15 Jakarta

Jakarta

DKI

28

10

Fiksi

Dewi Prahesti

SMKN 1 Purbalingga

Purbalingga

Jawa Tengah

29

Liontin Aira

Fiksi

Uun Nur Rachmawati

MAN Purbalingga

Purbalingga

Jawa Tengah

30

Hape

Fiksi

Musliah

SMAN 1 Bobotsari

Purbalingga

Jawa Tengah

31

Pit Ontha

Fiksi

Osinur Lutfinia

SMK YPLP Purbalingga

Purbalingga

Jawa Tengah

32

Gigi Awet, Kinang Sang Nenek

Dokumenter

Fantasi Fana Sari A

SMKN 8 Surakarta

Surakarta

Jawa Tengah

33

Pengen Sarung Anyar

Fiksi

Hernaedy Sidharta

SMK Dr. Soetomo

Cilacap

Jawa Tengah

34

Daftar Menu

Fiksi

Isti Komariah

SMKN 1 Kebumen

Kebumen

Jawa Tengah

35

Kelalenan

Fiksi

Ade Ragil P

SMK Dr. Soetomo

Cilacap

Jawa Tengah

 

20 Film Dokumenter Lolos Golden Lens Award

20 Film Dokumenter Lolos

Jakarta, Kompas - Sebanyak 20 film dokumenter lolos menjadi nomine film terbaik SBM International Golden Lens Documentary Festival yang diselenggarakan Erasmus Huis dan School for Broadcast Media Jakarta. Film itu akan diputar dalam festival pada 15-19 November di Erasmus Huis.

 

Sebanyak 20 film yang lolos itu merupakan karya para sineas muda Indonesia peserta kompetisi film dokumenter Golden Lens Award yang berlangsung sejak 19 April lalu. Wakil Direktur Erasmus Huis Jeroen Gankema menyatakan, kompetisi Golden Lens Award diikuti lebih dari 100 film dokumenter.

 

”Semua film itu dibuat dalam bahasa Indonesia dan mengangkat berbagai persoalan di Indonesia. Sejumlah karya bagus sehingga kami ikut sertakan dalam International Documentary Festival Amsterdam 2011,” kata Gankema di Jakarta, Selasa (8/11).

 

SBM International Golden Lens Documentary Festival pada 15-19 November mendatang akan memutar 10 nomine film terbaik kategori umum dan 10 nomine film terbaik kategori mahasiswa. ”Kami menyediakan tiga layar yang serempak memutar film berbeda, setiap hari mulai pukul 19.00. Festival film itu terbuka untuk umum dan para pengunjung bisa memilih sendiri film yang mereka minati.”

 

Direktur Festival Patar Simatupang menyatakan, ke-20 film itu lolos setelah melewati dua tahapan penjurian yang dilakukan School for Broadcast Media Jakarta. Tahapan itu termasuk penilaian oleh penonton awam, untuk menilai apakah pesan film dokumenter itu mudah dipahami penonton.

 

”Penilaian kami berbeda dengan penilaian kompetisi film dokumenter lainnya. Golden Lens Award menekankan pada isi film. Sejumlah film dokumenter yang tak memenuhi persyaratan teknis, seperti kualitas dan resolusi video, tetap dinilai. Ternyata banyak yang memiliki tema yang kuat,” kata Simatupang.

 

Penentuan film terbaik dari 20 film yang lolos seleksi dua tahapan awal penilaian itu dilakukan oleh tujuh juri film dari dalam dan luar negeri.

 

”Tiga film terbaik hasil penilaian ketujuh juri itu akan diikutkan dalam International Documentary Festival Amsterdam 2011,” ujarnya. (ROW)

 

Sumber:

http://cetak.kompas.com/read/2011/11/09/0338068/20.film.dokumenter.lolos

Belajar Produksi

  • Sesungguhnya kata ini muncul dari tulisan John Grierson ketika menanggapi film-film karya Robert Flaherty, terutama sekali Nanook of the North. Film yang berdurasi kurang...

  • Pengertian TATA ARTISTIK:
    Tata Artistik sebagai seni dan kerajinan (craft) dari cara bertutur sinematik (cinematic storytelling).

    Yang termasuk di dalam seni tata artistik:...

  • Mengapa kita harus membuat film?

    Apakah karena tugas sekolah?
    atau dorongan hati?
    atau agar terlihat keren?

    Apa yang kamu rasakan, mengapa kamu harus membuat film mu?

  • Bidang Kerja Departemen TATA ARTISTIK:
    1. Praproduksi
    1. Membuat sketsa-sketsa awal
    2. Menuangkan sketsa menjadi rancangan desain-desain
    3....

  • ...

Cara Cerdas Pakai Internet

Beberapa hari terakhir ini, isu internet dengan jejaring sosial nya menyeruak ke permukaan. Beberapa remaja putri dikabarkan hilang dan diculik setelah bertemu dengan teman barunya melalui situs jejaring sosial. Begitu merusakkah internet? Tentu tidak.

Internet adalah sebuah alat, yang tergantung bagaimana dan untuk apa kita menggunakan alat itu. Berikut tips bagaimana menggunakan internet secara cerdas sehingga bermanfaat bagi kehidupan.

Klik di sini:
http://filmpelajar.com/page/14-tips-menggunakan-internet-secara-cerdas

Mari bergabung:
twitter.com/filmpelajar

blog | bantuan | tentang kami