Home | Tips & Trik

Posisi Sutradara & Monitor

Busan, 24 March 2008
http://isfansyah.blogspot.com/2008/03/director-and-monitor.html

Beberapa bulan terakhir ini saya sedang tidak percaya dengan sebuah monitor saat produksi. Film saya yang terakhir saya selesaikan tanpa melihat monitor. Beberapa kali mengerjakan tugas penyutradaraan di kampus, saya juga mengabaikan monitor. Saya merasa lebih nyaman untuk mengoreksi acting pemain saya langsung dari sebelah kamera, dengan cara ini juga menuntut saya menjadi lebih percaya dengan kameramen saya. Mungkin hanya karena saya sedang belajar fokus pada sebuah acting, bukan pada mise en scene seperti biasanya. Ditambah juga saya sedang tidak harus mempertanggungjawabkan apa yang saya kerjaankan kepada orang lain.

Cara yang sedang saya gemari ini jelas bukan sebuah cara yang baru, justru cara yang sangat klasik yang selalu dilakukan oleh semua sutradara jaman sebelum ditemukan video sender untuk mengantarkan gambar dari kamera ke sebuah monitor. Karena itulah setiap ada kesempatan bertemu sutradara generasi tua (yang sempat melewati jaman belum bisa memakai monitor), saya pasti tergoda untuk menanyakan hubungan director dan monitor ini. Senin (24/3/08) kemaren saya kembali berkesempatan bertemu Im Kwon Taek saat kuliah.

Ifa Isfansyah : Dimanakah posisi anda saat menyutradarai film?

Im Kwon Taek : Sebanyak 69 judul film saya selesaikan dengan hanya berada di sebelah kamera, selebihnya (31 judul) saya selesaikan dengan sesekali melihat monitor karena sudah ditemukan fasilitas itu. Saya akui monitor memang sebuah alat yang efektif untuk seorang sutradara mengoreksi gambar. Tapi saya tidak terlalu percaya dengan apa yang saya lihat di monitor. Saya lebih percaya dengan apa yang saya lihat langsung dengan mata saya. Pertanyaan bagus.

Comments

manG lbih mantap klo ngeliat

manG lbih mantap klo ngeliat lngsung ktimbang mlihat lwat monitor, dengan melihat langsung, sisi2 natural pelakon bisa dengan cepat di tangkap....

wiuw.... i like it.... enak

wiuw....
i like it....

enak disisi kamera sih emang...
lebih luwes wat ngoreksi2,,
jika perlu sih...
hehehe...
^^v

tapi kan mata kita sama

tapi kan mata kita sama "mata" kamerakan beda cara pnglihtanya

apakah monitor itu sangat

apakah monitor itu sangat diperlukan dan berperan penting?
penglihatan dgn mata secara langsung memang lebih luwes.
tapi bagaimana degan istilah jika mata kita berbeda dengan kamera?

bener bgt lebih baik

bener bgt lebih baik disamping kamera karna gambar dimonitor dengan dikamera berbeda kadang dimonitor tidak terlihat over tapi dikamera over pencahayaannya juga berbedakan.?

Ikuti tip dan tutorial membuat film di sini.

 

Kamu punya tip atau ingin berbagi pengalaman? Tulis segera di sini.


 

Diselenggarakan oleh:
 

PPMA FFTV IKJ
 

Yayasan WAVI

 

 

 

Didukung oleh:

 

User login

blog | bantuan | tentang kami | ikuti kami:  twitter.com/filmpelajar

Pembelajar Film
  • xhians, SMK BINA INFORMATIKA, DKI Jakarta
  • hanggarjita, SMAN 60 JAKARTA, DKI Jakarta
  • Ardiansyah Pratama, SMK BPS&K II JAKARTA TIMUR JURUSAN BROADCAST FILM, DKI Jakarta
  • agung nuryana, SMA MANDALAHAYU, Jawa Barat
  • hendra susanto, SMAK Stella Maris Surabaya, Jawa Timur
  • tabie, UMN, DKI Jakarta
  • Bernadet Evelyn, YSKI, Jawa Tengah
  • Prasanti Puji, SMK Negeri 1 Cimahi, Jawa Barat
  • Geo Pamuji, SMA PGRI 2 KAYEN-PATI, Jawa Tengah
  • Yogi Pratama, SMK NEGERI 1 KAWUNGANTEN, Jawa Tengah

 

Beberapa hari terakhir ini, isu internet dengan jejaring sosial nya menyeruak ke permukaan. Beberapa remaja putri dikabarkan hilang dan diculik setelah bertemu dengan teman barunya melalui situs jejaring sosial. Begitu merusakkah internet? Tentu tidak.

 

Internet adalah sebuah alat, yang tergantung bagaimana dan untuk apa kita menggunakan alat itu. Berikut tips bagaimana menggunakan internet secara cerdas sehingga bermanfaat bagi kehidupan.

 

Klik di sini:
http://filmpelajar.com/page/14-tips-menggunakan-internet-secara-cerdas

Recent comments