Home | Catatan Produksi

Videografi pada FTV Perkawinan Siti Zubaedah

ZUBAEDAH1

Perkawinan Siti Zubaedah, sebuah karya terakhir dari sutradara legendaris Teguh Karya. Sebuah FTV yang diproduksi oleh PT. CTPI bekerja sama dengan John Hopkins University dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional pada tahun 1998. Cerita ringkasnya mengisahkan tentang kisah kelam perkawinan seorang wanita yang kerapkali mendapat perlakukan buruk dari suaminya. Siti Zubaedah sendiri diperankan oleh Ayu Azhari, sedang Kodyat (suaminya) diperankan oleh Alex Komang. Walaupun dalam penggambarannya lebih banyak menampilkan keperihan, namun pesan inti yang ingin disampaikan oleh FTV ini adalah sebuah gugahan, bagaimana seharusnya seorang suami memberikan perhatian serta ikut berpartisipasi pada saat sang istri sedang mengandung.

Konsep Videografi
Sesuai dengan isi dari penceritaannya, maka penataan videografipun berupaya untuk mengacu serta melakukan berbagai penyesuaian. Beberapa peng”konsep”an diantaranya adalah penciptaan gambar yang natural, sesuai dengan situasi setting
dari tokoh-tokohnya. Penggunaan gerak kamera diantaranya dimanfaatkan untuk menunjukan perpindahan dari satu ruang ke ruang lainnya, penyesuaian/koreksi komposisi untuk mengimbangi pergerakan pemain, juga dimanfaatkan untuk menciptakan ritme yang dapat memperkuat mood ataupun karakter dari adegan.

ZUBAEDAH2

Pemilihan dalam penempatan sudut kamera, selain untuk kebutuhan komposisi, juga dalam FTV ini dimanfaatkan sebagai transisi waktu yang cukup efektif. Seperti halnya sudut penempatan kamera yang tetap untuk pengambilan gambar pada
adegan yang menunjukan selama berbulan-bulan Zubaedah setiap paginya mengangkat ember ke kamar mandi, perutnya semakin membesar, sampai akhirnya dia terpeleset dan mengalami pendarahan. Pola penempatan sudut kamera seperti inipun juga diterapkan pada adegan Zubaedah setiap harinya membawa dan
menitipkan pisang gorengnya di sebuah warung. Disamping itu ada pula penerapan “long take” yang dibarengi dengan pergerakan kamera yang mengikuti satu tokoh, kemudian berpindah ke tokoh lainnya. Seperti halnya, pada adegan Zubaedah menunggu suaminya yang sudah berhari-hari tidak pulang. Sementara hal tersebut diketahui oleh ibunya. Penantian, kecemasan yang ternyata juga diketahui oleh orang lain, nampaknya sesuai digarap dengan pendekatan yang menggunakan pergerakan kamera, ritme yang lambat, kemudian framing berpindah dari tokoh utama ke tokoh lainnya.

ZUBAEDAH3

Dalam hal penataan cahaya, beberapa acuannya bermuara pada pertimbangan yang logik. Sehingga, pada beberapa adegan sumber penerangan ataupun sumber lainnya seperti halnya efek pencahayaan yang berasal dari tungku api menjadi salah satu
pertimbangan dalam penataan cahaya. Sementara gaya penataan cahaya yang dipilih dalam FTV ini bervariasi antara Mid Key (Graduated Tonality) dengan Low Key.

ZUBAEDAH4

Peralatan yang digunakan dalam produksi FTV ini antara lain:
1 set peralatan kamera Ikegami HL 43 beserta kelengkapannya.
3 buah Lampu HMI 2,5 K.
10 buah Lampu Blonde 2 K.
10 buah Lampu Redhead 800 Watt.
1 set Dedolight.
1 set Dinky Dolly.

Oleh:
Bambang Supriadi
Penata Sinematografi/DOP Profesional dan Pengajar di FFTV IKJ

http://ranabiru.blogspot.com/2010/02/videografi-pada-ftv-perkawinan-siti...

Ikuti tip dan tutorial membuat film di sini.

 

Kamu punya tip atau ingin berbagi pengalaman? Tulis segera di sini.


 

Diselenggarakan oleh:
 

PPMA FFTV IKJ
 

Yayasan WAVI

 

 

 

Didukung oleh:

 

User login

blog | bantuan | tentang kami | ikuti kami:  twitter.com/filmpelajar

Pembelajar Film
  • xhians, SMK BINA INFORMATIKA, DKI Jakarta
  • hanggarjita, SMAN 60 JAKARTA, DKI Jakarta
  • Ardiansyah Pratama, SMK BPS&K II JAKARTA TIMUR JURUSAN BROADCAST FILM, DKI Jakarta
  • agung nuryana, SMA MANDALAHAYU, Jawa Barat
  • hendra susanto, SMAK Stella Maris Surabaya, Jawa Timur
  • tabie, UMN, DKI Jakarta
  • Bernadet Evelyn, YSKI, Jawa Tengah
  • Prasanti Puji, SMK Negeri 1 Cimahi, Jawa Barat
  • Geo Pamuji, SMA PGRI 2 KAYEN-PATI, Jawa Tengah
  • Yogi Pratama, SMK NEGERI 1 KAWUNGANTEN, Jawa Tengah

 

Beberapa hari terakhir ini, isu internet dengan jejaring sosial nya menyeruak ke permukaan. Beberapa remaja putri dikabarkan hilang dan diculik setelah bertemu dengan teman barunya melalui situs jejaring sosial. Begitu merusakkah internet? Tentu tidak.

 

Internet adalah sebuah alat, yang tergantung bagaimana dan untuk apa kita menggunakan alat itu. Berikut tips bagaimana menggunakan internet secara cerdas sehingga bermanfaat bagi kehidupan.

 

Klik di sini:
http://filmpelajar.com/page/14-tips-menggunakan-internet-secara-cerdas

Recent comments