Dibuka, Kompetisi Nasional FFPJ 2018!
Latar Belakang
Aneka peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia dalam setahun terakhir. Ada peristiwa yang berdiri sendiri, dan ada juga yang berkaitan dengan peristiwa lain. Salah satunya adalah tindakan teror menggunakan kekerasan dan dilakukan oleh oknum serta kelompok tertentu di Indonesia. Pemuka agama dipukuli dan dilukai dengan senjata tajam, tempat ibadah dibom, kantor polisi diserang, dll. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teror adalah usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan. Kegiatan teror adalah perbuatan kejam (sewenang-wenang dan sebagainya) untuk menimbulkan rasa ngeri atau takut. Penyebabnya menurut Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin ada dua. Pertama, adanya sebagian orang yang merasa diperlakukan tidak adil. Sistem hukum yang ada atau negara tidak memihak ke mereka. Kedua, mereka terpengaruh dengan paham agama yang dipahami secara tidak pas sehingga dijadikan justifikasi untuk melakukan aksi teror.
Pemahaman yang sempit tentang kehidupan berbangsa, bernegara, dan juga beragama, menjadikan seseorang dan sekelompok orang menjadi gelap mata. Hal ini didukung oleh sikap eksklusif dan toleran terhadap kekerasan. Sikap merasa benar sendiri dan benci pada kelompok yang berbeda menguat. Kemajemukan yang menjadi pilar penting bagi kekuatan keberagaman bangsa tidak dihargai. Beberapa hal inilah yang juga menjadikan penyebaran doktrin jahat yang dilakukan oleh para teroris berhasil mempengaruhi sebagian orang.
Cara untuk menghadapi propaganda dan aksi lapangan para teroris tidak mudah. Namun pemerintah bersama-sama dengan masyarakat sipil terus berkolaborasi. Program pendidikan, advokasi, kampanye publik, tindakan tegas di lapangan, serta kegiatan lainnya terus dilakukan. Program dan kegiatan preventif, reaksi cepat lapangan, dan pasca-peristiwa berjalan simultan.
Upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat di lingkungan terdekat adalah level keluarga. Tradisi untuk saling menghargai perbedaan pemikiran, keyakinan, dan sikap perlu dilakukan. Di lingkungan tempat tinggal, kebiasaan untuk srawung (bergaul), misalnya bermain dan olahraga bersama anak-anak/remaja/orang tua, pertemuan RT, gotong royong-kerja bhakti, ronda, dll penting untuk dijaga. Pada wilayah yang lebih luas, misalnya berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, pemahaman yang utuh dan jernih tentang politik kebangsaan perlu dimiliki oleh beragam kalangan. Bagi pemeluk dan pembelajar agama, penting untuk mencari dan menemukan guru yang memiliki latar belakang keilmuan jelas, serta memfasilitasi proses belajar dengan suasana tenang, rileks, dan penuh kedamaian. Tingkat literasi media juga perlu terus ditingkatkan untuk menghadapi banjir informasi yang isinya beraneka warna, baik yang positif maupun sampah. Ketelitian dan kejernihan untuk menerima dan mengolah informasi harus terus menjadi tradisi baik masyarakat.
Kegiatan-kegiatan positif di atas diharapkan menjadi penangkal bagi berkembangnya bibit-bibit pemikiran dan sikap radikalisme-ekstrimisme, yang awalnya di mulai dari pemikiran sempit dan sikap eksklusif. Doktrin jahat yang dilakukan oleh para teroris akan berhadapan dengan kehangatan dan keharmonisan keluarga yang memiliki pemikiran terbuka dan jernih, pergaulan dan persahabatan yang saling menghargai perbedaan, lingkungan sosial yang peduli pada guyup rukun warga, pemeluk-pembelajar agama yang tenang, jernih, moderat, dan penuh sikap welas asih, situasi damai yang terus dijaga oleh beragam elemen masyarakat, daya saring dan kontrol yang baik terhadap sajian informasi yang beragam, dll.
Kehidupan sehari-hari yang penuh dengan suasana persahabatan dan perdamaian adalah modal penting untuk melawan terorisme. Tidak ada praduga yang keliru terhadap warga masyarakat dengan suku tertentu, agama tertentu, ras tertentu, dan golongan tertentu. Tidak ada ujaran kebencian yang disampaikan membabi-buta terhadap orang atau kelompok yang dianggap berbeda. Semuanya adalah manusia yang harus saling menghargai kemanusiaannya masing-masing. Semuanya adalah manusia yang perlu memiliki kerendahan hati untuk menyadari, bahwa ia tidak bisa hidup sendiri di dunia yang penuh dengan dinamika.
Berdasarkan pemikiran di atas, panitia Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) kembali mendorong komunitas film pelajar Indonesia untuk lebih memperhatikan peran penting film dalam menyampaikan gagasan maupun peristiwa yang inspiratif, khususnya untuk kebaikan persahabatan dan perdamaian. Karya-karya pelajar ini akan memotret, menganalisis, menyajikan perspektif, menghadirkan pernyataan, atau memberikan tawaran pemikiran yang unik menurut versinya masing-masing. Selain karya-karya yang khusus berbicara tentang persahabatan dan perdamaian, panitia juga membuka kesempatan untuk karya-karya yang isinya memiliki kepekaan terhadap dinamika zaman, mengedepankan ide-pemikiran kritis, cerdas, unik, sekaligus peduli pada aspek estetik-artistik. Karya-karya ini akan menjadi bahan belajar bersama tentang persahabatan dan perdamaian, juga memantik pemikiran kritis, keberpihakan sikap yang tegas, serta perilaku keseharian yang baik.
Tujuan
Program Kompetisi Nasional yang merupakan bagian dari FFPJ ke-9 membuka kesempatan kepada pelajar SD, SMP, SMA, dan yang setara di Indonesia untuk berpartisipasi. Karya-karya akan diseleksi dan dipilih oleh Dewan Juri untuk diputar dan diberi penghargaan. Program ini bertujuan untuk:
- Memberi kesempatan pelajar Indonesia untuk menyampaikan pemikiran dan sikapnya tentang aksi terorisme
- Memberi kesempatan pelajar Indonesia untuk menyampaikan pemikiran dan sikapnya tentang persahabatan dan perdamaian
- Memberi kesempatan pelajar Indonesia untuk menunjukkan hasil belajarnya di bidang film
- Memilih film-film terbaik karya pelajar Indonesia sesuai ketentuan Kompetisi Nasional yang telah ditetapkan
- Memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap film-film terbaik yang dipilih oleh Dewan Juri
Ketentuan
- Peserta adalah pelajar SD/SMP/SMA dan yang setara di Indonesia.
- Pendaftaran tidak dipungut biaya (GRATIS).
- Karya pelajar SD/setara, durasi maksimal 3 (tiga) menit (sudah termasuk opening dan credit title).
- Karya pelajar SMP/setara, durasi maksimal 5 (lima) menit (sudah termasuk opening dan credit title).
- Karya pelajar SMA/setara, durasi maksimal 10 (sepuluh) menit (sudah termasuk opening dan credit title).
- Tahun produksi 2018.
- Karya dibuat individu/kelompok, dalam satu sekolah yang sama/berbeda, dan dikirimkan atas nama sekolah yang diikuti sutradara.
- Pembuat film adalah pelajar yang masih aktif saat melakukan produksi/shooting (dibuktikan dengan scan kartu pelajar terbaru, minimal yang dimiliki oleh sutradaranya).
- Pembuat film yang tidak bersekolah formal harus menunjukkan bukti yang berkaitan dengan usianya (surat keterangan dari orang tua, scan kartu keluarga, atau lainnya).
- Karya yang menggunakan bahasa lokal/daerah wajib diberi subtitle atau teks bahasa Indonesia.
- Boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) karya.
- Karya yang pernah mengikuti festival/kompetisi lain boleh diikutsertakan.
- Link/tautan karya dikirimkan ke: ffpjogja@gmail.com paling lambat Senin, 8 Oktober 2018, pukul 23:59 wib, bersama dengan formulir pendaftaran yang sudah diisi dan berkas lainnya. Ukuran file secara keseluruhan yang dikirimkan maksimal 1 GB (lebih dari ketentuan ini tidak akan dibuka).
- Musik/lagu dan materi lainnya (foto, video, grafis, dll) yang digunakan dalam karya tidak boleh menggunakan hak milik orang lain, kecuali ada ijin tertulis dari pembuatnya. Peserta bertanggungjawab sepenuhnya atas hal ini jika ada tuntutan pihak lain di kemudian hari.
- Hak cipta karya milik peserta. Khusus untuk kepentingan publikasi dan edukasi yang berkaitan dengan FFPJ, penyelenggara dapat menggunakan karya (sebagian/utuh) untuk ditampilkan di situs FilmPelajar.com dan media/lembaga nirlaba lainnya.
- Keputusan juri adalah mutlak, tidak dapat diganggu gugat. Jika dikemudian hari didapatkan bukti bahwa karya pemenang diragukan keasliannya, maka penyelenggara berhak membatalkan dan menarik penghargaan yang sudah diberikan.
Proses Seleksi
- Dewan Juri Seleksi akan meneliti, mengklasifikasikan, dan memilih karya untuk ditetapkan sebagai nomine.
- Dewan Juri Utama akan meneliti dan memilih karya nomine untuk ditetapkan sebagai pemenang.
- Seluruh nomine dan pemenang akan mendapatkan penghargaan.
Penghargaan/Award
1. Anak Merdeka
Diberikan untuk Film Pendek Terpilih (News Reel/Dokumenter Reportase) tingkat SD/setara, yang menyampaikan peristiwa/informasi berkaitan dengan upaya membangun dan merawat persahabatan serta perdamaian di lingkungan rumah, sekolah, dan/atau sekitarnya. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
2. Garuda
Diberikan untuk Film Pendek Terpilih (News Reel/Dokumenter Reportase) tingkat SMP/setara, yang menyampaikan peristiwa/informasi berkaitan dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, serta praktiknya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, sekolah dan/atau sekitarnya. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
3. Grabag
Diberikan untuk Film Pendek Fiksi Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang keluarga dan sekitarnya, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
4. Saraswati
Diberikan untuk Film Pendek Fiksi Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide, cerita, cara bertutur, serta keindahan gambar dan suara yang utuh. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
5. Beringharjo
Diberikan untuk Film Pendek Dokumenter Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang individu, kelompok, atau sesuatu yang di(ter)pinggirkan oleh kepentingan tertentu, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
6. Gong
Diberikan untuk Film Pendek Fiksi Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang persahabatan dan perdamaian, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
7. Merapi
Diberikan untuk Film Pendek Dokumenter Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang kekayaan dan kedaulatan sumber daya alam dan lingkungan, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
8. Jas Merah
Diberikan untuk Film Pendek Dokumenter Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang sejarah, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
9. Malioboro
Diberikan untuk Film Pendek Eksperimental Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide, ekspresi personal, cara bertutur, serta eksperimentasi gambar dan suara. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
10. Gending
Diberikan untuk Video Musik Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide, cerita, cara bertutur, serta visualisasi gambar yang utuh. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
Epilog
Festival Film Pelajar Jogja merupakan hajatan pendidikan dan kebudayaan yang dirawat oleh beragam pihak, yang memiliki perhatian terhadap tumbuhkembangnya komunitas film pelajar Indonesia yang kritis, cerdas dan berani bersikap untuk menjadi bagian dari perubahan ke arah yang baik. Sejak penyelenggaraan pertama, yaitu tahun 2010, lebih dari 1000 (seribu) karya film pendek pelajar dari berbagai penjuru Nusantara memeriahkan hajatan ini. Beragam ide, tema, dan cerita dieksplorasi. Bentuk dan gaya film juga berwarna. Apresiasi peserta juga senantiasa hidup saat pelaksanaan festival. Pelajar, guru pendamping, dan partisipan festival lainnya melebur dalam kegiatan pemutaran film, seminar, kelas, temu komunitas, dan pemberian penghargaan terhadap karya-karya terpilih. Hal ini menjadikan festival sederhana yang telah memasuki tahun ke-9 ini hangat, bermakna, dan diharapkan terus memberi manfaat positif untuk komunitas film pelajar Indonesia.
Berkas Unduhan TOR FFPJ #9 – 2018:
Kerangka Acuan Kompetisi Nasional FFPJ #9 – 2018
Berkas Unduhan Lembar Pendaftaran Peserta FFPJ #09 – 2018:

wowwwwwwwwwwww
:))
Untuk genre eksperimental, tema nya yang mana ya min?
Sesuai yang ada di Kerangka Acuan, kak :))