LOADING

Type to search

Berita Featured Festival

Gerakan Komunitas dalam Pekan Raya Film Pantura 2018

Redaksi May 5

TEGAL – Pekan Raya Film Pantura (PRFP) dibuka pada 4 Mei 2018 di Tegal, Jawa Tengah. PRFP merupakan puncak dari rangkaian kegiatan pelatihan film yang diadakan di enam kota, yakni Brebes, Bumiayu, Tegal, Slawi, Pekalongan, dan Pemalang. Kegiatan ini digelar oleh Komunitas Sinema Pantura dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Partisipan kegiatan ini didominasi oleh kalangan pelajar sekolah menengah atas dan merupakan ajang penting pertemuan jejaring komunitas dengan para professional di bidang film.

 

Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah Bekraf, Endah Wahyu Sulistianti, mengungkapkan wilayah pantai utara (pantura) barat Jawa Tengah memiliki potensi untuk melestarikan kearifan lokal. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, wilayah ini menghasilkan story telling atau cerita berbasis kebudayaan lokal yang bisa diangkat ke film.

 

“Selain itu, banyak bakat yang mumpuni dalam mengembangkan industri film, salah satunya melalui komunitas,” kata Endah.

 

Endang menuturkan, ada 60 sineas muda tingkat SMA dan SMK yang menjadi peserta. Acara PRFP sendiri ditujukan untuk kalangan pelajar. Ada juga beberapa peserta dari kalangan mahasiswa dan umum yang dirangkul panitia. Menurut Endah, banyak bibit pelaku industri film mulai terlihat sejak masih duduk di bangku sekolah.

 

“Hal ini terlihat dari banyaknya film dokumenter maupun film pendek yang dibuat oleh pelajar di Tanah Air,” katanya.

 

Dikatakan, sebagai contoh Film Turah yang sangat apik mengemas kearifan lokal. Terbukti, film ini banyak menyabet gelar internasional, satu di antaranya terpilih mewakili Indonesia dalam ajang Internasional.

 

“Mampu mewakili Indonesia di Academy Award ke-98. Melalui kategori Film Berbahasa Asing Terbaik,” tutur Endah.

 

Sementara itu, Direktur Komunitas Sinema Pantura, Wicaksono Wisnu Legowo, berharap pekan raya ini bisa melahirkan sineas-sineas muda berbakat. Menurutnya, para peserta adalah para pelajar yang sudah menjalani seleksi yang digelar beberapa waktu lalu.

 

“Kami mencari peserta yang memiliki ide cerita paling menarik. Nah di pekan raya ini, mereka akan mendapatkan materi pengayaan dari para sineas profesional tentang bagaimana pengambilan gambar, editing, hingga manajemen produksi,” katanya. Dalam pekan raya film ini, para peserta akan dipilih sesuai bakat dan minatnya. Mereka lalu akan dikumpulkan untuk menggarap proyek film. “Idenya dari mereka, yang menggarap juga mereka,” tegasnya.

 

PRFP dimeriahkan pemutaran film dan master class. Di sesi master class, peserta mendapat pelatihan mengenai penulisan skenario hingga produksi. Sejumlah narasumber ternama mengisi sesi master class, di antaranya Batara Goempar (Kamerawan), Ajish Dibyo (Produser), Rahabi Mandra (Penulis Naskah), Kelvin Nugroho (Editor/Penyunting Film), dan Emil Heradi (Sutradara). Selain itu, ada juga Tim Festival Film Dokumenter untuk film dokumenter, dan Tomy W. Taslim dari Yayasan Festival Film Pelajar Jogja yang mengisi kelas Pengembangan Komunitas dan Jaringan.

 

PRFP merupakan ajang pengembangan kapasitas dan jejaring para pelaku perfilman daerah dengan nasional. Harapannya setelah ini, komunitas perfilman di kawasan Pantura bisa menjadi motor penggerak atau lokomotif bagi berkembangnya subsektor ekonomi kreatif lainnya bagi masyarakat, khususnya di kawasan Pantura.

 

 

Sumber:

PanturaPost, Kumparan, dan Bekraf

 

 

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *