LOADING

Type to search

Berita

Film Pendek “Pilu Ibu Pertiwi” Membawa Harum Kabupaten Penajam Paser Utara Kaltim

Redaksi Nov 11

PROKAL.CO, PENAJAM (24/11/2018) – Tinggal di pelosok pesisir Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), bukan berarti mengalami ketertinggalan. Baik itu dari segi informasi maupun kreativitas. Buktinya, pelajar SMK Inne Dongwha yang mampu menorehkan prestasi di kancah nasional. Film pendek yang diproduksinya masuk kategori video terbaik di ajang perlombaan video pendek yang diadakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dua film pendek garapan siswa-siswi dan komponen pengajar ini diikutkan dalam Lomba Video Pendek BNPT 2018.

 

Video pendek pertama yang dikirim berjudul “Bully Bukan Prestasi”. Film pendek ini memberikan pesan bahwa merundung (bully) akan menimbulkan penyesalan dan berdampak buruk terhadap korban. Namun, film pendek itu tidak masuk dalam nominasi video pendek terbaik.

 

Video pendek kedua yang diikutkan dalam perlombaan berjudul “Pilu Ibu Pertiwi”. Tak hanya membawa harum nama sekolahnya, namun juga mengharumkan nama daerah. Film pendek yang diperankan pelajar SMK dan pelajar SMP Inne Dongwha ini menceritakan tentang dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan batu bara di Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam.

Bekas tambang batu bara dibiarkan begitu saja, tanpa ada upaya penghijauan kembali. Prihatin atas kondisi yang ada di sekitar lingkungannya, pelajar dan komponen guru dan staf TU SMK Inne Dongwha mengangkat masalah lingkungan tersebut dalam bentuk karya film pendek. Selain di lingkungan sekolah, pengambilan gambar juga dilakukan di lokasi bekas tambang batu bara di sekitar Gersik.

 

“Sebulan lalu dua video yang diikutkan lomba di BNPT. Karena panitia membolehkan mengirim video lebih dari satu. Jadi, kami kirim video berjudul Bully Bukan Prestasi dan Pilu Ibu Pertiwi. Tapi, video Pilu Ibu Pertiwi yang masuk 10 besar sebagai video terbaik dari 450 video,” kata Kepala SMK Inne Dongwha PPU, Pramana HS pada media ini, kemarin (23/11).

 

Pramana mengaku mengetahui karya siswa-siswinya tersebut masuk dalam kategori video terbaik sebelum melaksanakan salat Jumat, kemarin (23/11). “Saya di-japri oleh panitia dari BNPT setelah saya wudu untuk salat Jumat. Setelah salat Jumat, baru saya telepon pihak panitianya untuk konfirmasi. Alhamdulillah, karya SMK Inne Dongwha masuk 10 besar dari 450 video,” tuturnya.

 

Video pendek Pilu Ibu Pertiwi yang berdurasi lima menit, Pramana mengungkapkan, merupakan ide siswa-siswinya. Mulai dari naskah cerita, pengambilan gambar, hingga penentuan lokasi merupakan gagasan siswa kelas XII dan kelas X. Selain itu, pemeran pembantu ada juga yang berasal dari kalangan komite sekolah dan siswa SMP Inne Dongwha.

 

“Ide cerita itu semua dari siswa. Saya selaku kepala sekolah hanya mengoreksi kalau ada yang harus diperbaiki. Kemudian, pengambilan gambar dan editing juga dilakukan oleh siswa dan dibantu oleh staf TU,” ungkapnya.

 

Keterbatasan alat tidak serta-merta menghasilkan karya tak berkualitas. Pramana mengungkapkan, saat pengambilan gambar di lokasi eks tambang batu bara terpaksa menggunakan bambu untuk pengambilan gambar dari atas.  “Pengambilan gambar dari atas itu kami gunakan bambu. Tapi, hasilnya lumayan bagus juga,” tuturnya.

 

Film pendek karya pelajar SMK Inne Dongwha, kata Pramana, ternyata dibajak oleh sekolah lain di luar Kaltim. Pelaku pembajakan itu hanya mengganti logo atau nama sekolahnya. Beruntung, pihak panitia tidak menerima video tersebut setelah SMK Inne Dongwha komplain ke panitia.

 

“Semua klip video kami dibajak, hanya ganti nama sekolah saja. Yang membajak itu sekolah dari dua provinsi lain. Tapi saya tidak mau membeberkan nama sekolahnya. Video yang mereka kirim itu di-blacklist oleh panitia. Waktu saya komplain, pihak panitia mengarahkan kepada saya untuk melapor ke pihak kepolisian harena sudah melanggar hak cipta. Tapi, saya tidak lakukan itu, karena sudah di-blacklist oleh panitia,” tandasnya. (kad/vie/k1)

 

Sumber:

http://balikpapan.prokal.co/read/news/239690-film-pendek-pilu-ibu-pertiwi-membawa-harum-ppu.html

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *