Mencintai Laut Melalui Festival Film Bahari 2019
Cirebon 17/08/2019. Festival Film Bahari 2 telah dilaksanakan dengan sukses. Festival ini merupakan sebuah ruang belajar bersama mengenal lebih dekat laut dan sekelilingnya dalam bentuk aktivitas film. Mengusung semangat kolaborasi dan gotong royong, FFB dilaksanakan di desa nelayan pesisir utara Cirebon. Acara puncak Festival Film Bahari 2 diselenggarakan tanggal 15 – 17 Agustus 2019, berpusat di Desa Grogol, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Untuk lokasi masing-masing acara, FFB memanfaatkan fasilitas umum seperti lapangan bola pinggir sungai, balai desa, kantor PKK, ruang karang taruna. Peserta dan tamu menginap di rumah warga desa. Peserta pelajar datang dari berbagai daerah, terjauh datang dari Padang, Sumatera Barat.
Bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Festival Film Bahari bersama warga sekitar juga mengadakan upacara bendera yang dipimpin oleh panitia dan dihadiri oleh para tamu, warga, dan peserta.
Pada tahun keduanya ini Festival Film Bahari dikerjakan oleh komunitas Cinema Cirebon berkolaborasi dengan komunitas pemuda tiga desa di Bondet yaitu, komunitas JublaganFest Desa Grogol, Gebuk Desa Sirnabaya, dan JCYouth Desa Mertasinga.
Total film peserta yang berpartisipasi berjumlah 26 karya. Film terbagi dalam kategori Bineka sejumlah 14 dan Bahari 12 film. Sedangkan official selection mengurasi film terpilih kategori bineka (diversity) dan bahari (sea and coastal life) terbuka untuk filmmaker nasional dan internasional. Total film yang dikurasi 979 karya yang berasal dari 80 negara. Karya yang lolos kurasi sejumlah 70 film.
Rangkaian kegiatan Festival Film Bahari ke-2 ini adalah sebagai berikut:
1. PEMUTARAN FILM
LAYAR TANCAP
Diselenggarakan di tiga desa kecataman Gunung Jati Kabupaten Cirebon: Desa Grogol, Desa Mertasinga, Desa Sirnabaya. Layar tancap kali ini didukung oleh Komunitas Sangkanparan Cilacap dengan fasilitas mobil bioskop kelilingnya.
Jumlah penonton : ± 300 orang.
UNITY IN DIVERSITY
Program pemutaran bertajuk Unity in Diversity diselenggarakan di Fahmina Institute. Rangkaian film Official Selection Festival Film Bahari 2 bertemakan pluralisme dan toleransi menjadi materi pemantik diskusi menarik. Kegiatan pemutaran tersebut dibuka oleh Rektor Institut Studi Islam Fahmina, Ny. Hj. Afwah Mumtazah.
Jumlah penonton : 116 orang.
SEA TALES AND WORLD AROUND US
Program pemutaran Sea Tales and World Around Us diselenggarakan bersama Sekolah Alam Wangsakerta di desa Karangdawa.
Jumlah penonton : 105 orang.
2. KELAS
KELAS DIGITAL REMAJA
Kelas Digital Remaja dipandu oleh Prabhoto Satrio Setyo, fotografer yang juga Pendiri Vision International Image Festival, sebuah festival yang merayakan kultur visual dan bahari.
KELAS PENGALAMAN
Kelas Pengalaman adalah sebuah ruang dimana peserta dapat mengalami aktifitas kehidupan di pesisir lewat interaksi langsung dengan para warga sebagai yang memproduksi pengetahuan. Di ruang ini peserta belajar bagaimana membuat perahu, merajut jaring, susur sungai bersama nelayan, mengamati proses pembuatan ikan asin, edukasi penanaman mangrove, dan belajar tari topeng. Hal ini bertujuan agar pengetahuan tentang kebaharian dapat dipelajari lebih banyak orang.
TEMU KOMUNITAS PESISIR
Temu komunitas pesisir kali ini bertajuk, Berbagi Siasat: Komunitas mBangun Desa, dengan para pemateri:
Arief Yudi (Jatiwangi Art Factory), Insan Indah Pribadi (Komunitas Sangkanparan Cilacap), Susilo Adinegoro (Sanggar Anak Akar Jakarta), Farida Mahri (Sekolah Alam Wangsakerta Cirebon).
3. AWARDING KOMPETISI PELAJAR REKAM PESISIR
JURI
– Ani Ema Susanti (sutradara peraih Film Dokumenter Terbaik, Festival Film Indonesia 2011).
– Mahesa Desaga (sutradara film Nunggu Teka, Best Short Film Festival Sinema Australia Indonesia 2017).
– Sinta Ridwan (penulis dan filolog, salah satunya penelitian tradisi nelayan Pantura Indramayu-Cirebon sejak 2009. Penelitian tesis “Serat Satriya Budug Basu: Mitologi Nelayan Cirebon: Kajian Filologis”)
FILM TERBAIK
DOKUMENTER BAHARI
Film Terbaik 1 : Dewa Dewi Mangrove Sari (Aditya W. Pratama / SMKN 1 Brebes)
Film Terbaik 2 : Elo Pukek (Dhika Rizki Sandy / SMAN 3 Painan, Padang)
FIKSI BAHARI
– Film Terbaik 1 : Behiwon (Nopriyansyah / SMKN 5 Bandar Lampung)
– Film Terbaik 2 : Kail dan Jala (Juan Arya Prayudya / SMKN 7 Jakarta)
– Film Terbaik 3 : Jagat (Sinta Nuriah / SMKN 1 Kedawung Cirebon)
DOKUMENTER BINEKA
– Film Terbaik 1 : Asa Sang Perupa (Achmad F. Santoso / SMKN 3 Batu)
– Film Terbaik 2 : Titipan dari Kota Wali (Sinta Nuriah / SMKN 1 Kedawung Cirebon)
– Film Terbaik 3 : Pangkeng Pandaringan (Pradina M.A. Syaifudin/Sinegasi Pictures)
FIKSI BINEKA
– Film Terbaik 1 : The Rat’s Rule (Nurhasan Ubaidilah / SMKN 3 Bekasi)
– Film Terbaik 2 : When We Meet (Pradina M.A. Syaifudin / Sinegasi Pictures)
– Film Terbaik 3 : Bicara Rasa (Luthfi Suwandono / SMKN 10 Bandung)
