LOADING

Type to search

Berita Featured Festival

Kompetisi Nasional FFPJ XI – 2020 Telah Dibuka!

Redaksi Jul 7

Sejak 30 Maret 2020, tema Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) telah ditetapkan, yaitu Srikandi Bumi Pertiwi. Sosialisasi tema festival ini telah dilakukan melalui media sosial ke jaringan FFPJ. Sosialisasi belum diperluas karena beriringan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang berdampak tidak hanya lokal, tetapi juga global. Setelah melakukan pengamatan sementara, FFPJ menegaskan diri untuk tetap menyelenggarakan festival. Penyesuaian terus dilakukan seiring dengan perkembangan terkini dari dampak pandemi Covid-19. Tim FFPJ mengucapkan terima kasih kepada segenap komunitas pelajar dan jaringan kerja yang terus memberi semangat untuk menghidupi festival sederhana ini.

Di bawah ini adalah Kerangka Acuan (Term of Rerefernce) Program Kompetisi Nasional Festival Film Pelajar Jogja XI – 2020:

 ~ Prolog ~

Kehidupan sehari-hari terus berjalan seiring dengan dinamika alam semesta. Perjalanannya memiliki banyak cerita atau kisah. Setiap manusia menjadi subyek bagi kisahnya masing-masing. Kisah-kisah baik maupun yang dianggap belum baik. Cerita-cerita bahagia maupun sebaliknya. Dinamika ini terjadi sepanjang sejarah kehidupan di bumi dan semesta yang lebih luas. Ragam peristiwa yang terjadi kemudian membentuk pemikiran, sikap, dan perilaku yang adaptif, bahkan baru.

Salah satu peristiwa yang menjadi variabel penting pengubah pemikiran, sikap, dan perilaku manusia terkini adalah pandemi Covid-19. Pandemi yang disebabkan oleh merebaknya virus Corona ini membuat dunia berubah. Kebiasaan-kebiasaan lama disesuaikan dengan yang baru. Rencana-rencana jangka menengah dan panjang manusia dipikirkan ulang. Hal ini merupakan upaya untuk menjalani kehidupan, yang sebagiannya telah dipengaruhi oleh virus Corona. Perubahan di berbagai lini kehidupan dilakukan karena virus ini mampu membuat manusia yang kekebalan tubuhnya rentan terserang penyakit berbahaya.     

Beragam penyesuaian hidup dilakukan oleh manusia. Hadir tokoh-tokoh dan komunitas-komunitas yang menjadi pionir dan inspirasi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Selain tokoh dan komunitas kesehatan, juga lini kehidupan seperti pangan, pekerjaan, dan lainnya. Saling jaga, saling bantu, saling dukung, dan saling menguatkan dilakukan terus menerus dengan berbagai cara. Dunia terus bergerak. Semangat dan perilaku positif manusia didukung dan dikembangkan bersama.

Gerakan kemanusiaan di tengah-tengah pandemi Covid-19 terus bergulir. Ini perwujudan nyata dari empati dan kearifan manusia di dalam menghadapi hidup bersama. Prioritas berubah dengan tetap memikirkan kelangsungan hidup bersama jangka panjang. Pandemi, yang juga pernah terjadi ratusan tahun sebelumnya, mengajarkan manusia untuk terus peka dan berbuat nyata demi kebaikan diri dan dunia jangka panjang. Eksploitasi untuk kepentingan sesaat, seperti sumber daya alam, harus dikaji ulang demi menjamin berlangsungnya keseimbangan alam. Alam semesta yang terjaga baik adalah salah satu kunci kehidupan kemanusiaan yang sempurna.

Bagaimana Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) yang dirintis sejak 2010 menyikapi hal di atas? Sebagai sebuah festival yang diniatkan untuk belajar bersama, berbagi, dan silaturahmi, FFPJ tetap istiqomah untuk berbuat sesuatu dan menjadi bagian dari gerakan kebaikan sesuai kemampuan yang dimiliki. FFPJ sebagai sebuah forum silaturahmi dan pendidikan kritis komunitas pelajar Indonesia membuka diri untuk melakukan penyesuaian. Melalui upaya ini diharapkan festival memiliki peran, sekecil apapun itu, beriringan dengan gerakan-gerakan kemanusiaan yang telah dilakukan berbagai pihak berkaitan dengan pandemi Covid-19.

~ Tujuan ~

Program Kompetisi Nasional yang merupakan bagian dari FFPJ ke-11 membuka kesempatan kepada pelajar SMA dan yang setara di Indonesia untuk berpartisipasi. Karya-karya akan diseleksi dan dipilih oleh juri untuk diputar dan diberi penghargaan. Program ini bertujuan:

  1. Memberi kesempatan pelajar Indonesia menunjukkan hasil penelitian, pengkajian dan praktik lapangan di bidang sosial, budaya, politik, ekonomi, dan lainnya, khususnya yang berkaitan perempuan dan pandemi Covid-19, dalam bentuk film.
  2. Memilih dan menentukan film terbaik sesuai ketentuan yang telah ditetapkan penyelenggara.
  3. Memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap film-film terbaik yang dipilih oleh juri.

~ Tema ~

Srikandi Bumi Pertiwi

Srikandi adalah para perempuan tangguh yang sehari-harinya berjuang untuk kebaikan diri, keluarga, lingkungan, negara, dan/atau bangsanya. Segala tantangan dihadapi dengan keteguhan pikiran, perasaan, dan sikap. Proses lazimnya berliku dan hasilnya tak selalu positif. Tetapi apa yang dilakukan menjadi warisan yang membakar semangat generasi penerus untuk berproses dan hidup lebih baik.

Para srikandi di bumi pertiwi sehari-harinya memiliki posisi beragam. Ada yang menjadi seorang Ibu dan bekerja di rumah, ada yang menjadi pekerja di luar rumah, ada yang menjadi remaja dan memiliki dunianya sendiri, ada juga yang dalam posisi lainnya. Setiap posisi memiliki tanggung jawab dan tantangannya sendiri di dalam kehidupan.

Para srikandi di bumi pertiwi memiliki kisahnya masing-masing. Kisah ini berhubungan dengan apa yang dijalani di kehidupan sehari-hari. Ada kisah manis. Ada juga yang pahit. Warna-warni. Dari kisah yang beragam ini, bumi pertiwi sudah sepantasnya berterima kasih dan menempatkan para srikandi dalam posisi terbaik.

Bagaimana para Srikandi Bumi Pertiwi mengabdikan dirinya dalam situasi pandemi Covid-19? Mengapa begitu? Apa saja yang dilakukan? Beberapa pertanyaan ini merupakan pemantik untuk mengeksplorasi tema dan menjadi langkah awal untuk melakukan kerja-kerja lanjutan ke arah pembuatan film.

~ Ketentuan ~

  1. Peserta adalah pelajar SMA dan yang setara di Indonesia.
  2. Pendaftaran tidak dipungut biaya (GRATIS).
  3. Durasi karya maksimal 10 (sepuluh) menit (sudah termasuk opening dan credit title).
  4. Tahun produksi 2020.
  5. Karya dibuat individu/kelompok, dalam satu sekolah/kelompok/komunitas belajar yang sama/berbeda, dan dikirimkan atas nama sekolah/kelompok/komunitas belajar yang diikuti sutradara.
  6. Pembuat film adalah pelajar yang masih aktif saat melakukan produksi/shooting (dibuktikan dengan scan kartu pelajar terbaru/identitas yang diterbitkan oleh kelompok/komunitas belajar, minimal yang dimiliki oleh sutradaranya).
  7. Karya yang menggunakan bahasa lokal/daerah wajib diberi subtitle atau teks bahasa Indonesia.
  8. Boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) karya.
  9. Karya yang pernah mengikuti festival/kompetisi lain boleh diikutsertakan.
  10. Link/tautan karya dikirimkan ke: ffpjogja@gmail.com paling lambat Minggu, 18 Oktober 2020, pukul 23:59 wib,bersama dengan formulir pendaftaran yang sudah diisi dan berkas lainnya. Ukuran file secara keseluruhan yang dikirimkan maksimal 1 GB (lebih dari ketentuan ini tidak akan dibuka).
  11. Musik/lagu dan materi lainnya (foto, video, grafis, dll) yang digunakan dalam karya tidak boleh menggunakan hak milik orang lain, kecuali ada ijin tertulis dari pembuatnya. Peserta bertanggungjawab sepenuhnya atas hal ini jika ada tuntutan pihak lain di kemudian hari.
  12. Hak cipta karya milik peserta. Khusus untuk kepentingan publikasi dan edukasi yang berkaitan dengan FFPJ, penyelenggara dapat menggunakan karya (sebagian/utuh) untuk ditampilkan di situs FilmPelajar.com dan media/lembaga nirlaba lainnya.
  13. Keputusan juri adalah mutlak, tidak dapat diganggu gugat. Jika dikemudian hari didapatkan bukti bahwa karya pemenang diragukan keasliannya, maka penyelenggara berhak membatalkan dan menarik penghargaan yang sudah diberikan.

~ Proses Seleksi ~

  1. Juri Seleksi akan meneliti, mengklasifikasikan, dan memilih karya untuk ditetapkan sebagai nomine. Juri seleksi juga berhak mengusulkan tambahan kategori penghargaan/award sesuai keunikan dan kekuatan bentuk serta gaya film partisipan.
  2. Juri Utama akan meneliti dan memilih karya nomine untuk ditetapkan sebagai pemenang.
  3. Seluruh nomine dan pemenang akan mendapatkan penghargaan.

~ Penghargaan/Award ~

  • Anak Merdeka

Diberikan untuk Film Pendek Terpilih (News Reel/Dokumenter Reportase) yang kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita dengan subyek utama perempuan, anak. Cerita juga memiliki hubungan dengan pandemi Covid-19 dan disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara yang baik.

  • Gong

Diberikan untuk Film Pendek Fiksi Terpilih yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang persahabatan dalam situasi pandemi Covid-19, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara yang baik.

  • Saraswati

Diberikan untuk Film Pendek Fiksi Terpilih yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif, dan cerita yang berhubungan dengan pandemi Covid-19, serta keindahan gambar dan suara yang utuh.

  • Gambar Hidup

Diberikan untuk Film Pendek Fiksi Animasi Terpilih, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif, dan cerita yang berhubungan dengan pandemi Covid-19, serta keindahan gambar dan suara yang utuh.

  • Caping

Diberikan untuk Film Pendek Dokumenter Terpilih, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang perempuan (individu maupun kelompok), yang di(ter)pinggirkan di tengah-tengah pandemi Covid-19, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara yang baik.

  • Dewantara

Diberikan untuk Film Pendek Dokumenter Terpilih yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang perempuan (individu maupun kelompok) yang memiliki kiprah di dunia pendidikan dalam situasi pandemi Covid-19, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara yang baik.

  • Merapi

Diberikan untuk Film Pendek Dokumenter Terpilih, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang kekayaan sumber daya alam dan lingkungan (termasuk di dalamnya ancaman kerusakan/dampaknya jika dieksploitasi berlebihan), serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara yang baik.

  • Jas Merah

Diberikan untuk Film Pendek Dokumenter Terpilih yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang sejarah dan yang berhubungan dengan pandemi Covid-19 serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara yang baik.

  • Malioboro

Diberikan untuk Film Pendek Eksperimental Terpilih, yang memiliki kekuatan ide, ekspresi personal, cara bertutur, serta eksperimentasi gambar dan suara. Pandemi Covid-19 menjadi sumber ide utama film.

~ Epilog ~

Festival Film Pelajar Jogja merupakan hajatan pendidikan dan kebudayaan. FFPJ dirawat oleh beragam pihak, yang memiliki perhatian terhadap tumbuhkembangnya komunitas film pelajar Indonesia yang kritis, cerdas dan berani bersikap untuk menjadi bagian dari perubahan ke arah yang baik. Di tahun yang penuh dengan penyesuaian kehidupan sebagai dampak dari pandemi Covid-19, FFPJ terus berjalan. Ikhtiar ini disertai doa agar segalanya segera membaik. Panitia membuka diri terhadap kolaborasi  berbagai pihak yang memiliki visi sebangun. Seluruh informasi dan komunikasi festival dilakukan melalui situs filmpelajar.com, email: ffpjogja@gmail.com dan jejaring media sosial FFPJ (Instagram: ffpjogja dan Facebook: Festival Film Pelajar Jogja).

Kerangka Acuan/TOR bisa diakses di sini:

Formulur Pendaftaran bisa diakses di sini:

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *