Yuk, Ikuti Program Kompetisi Nasional FFPJ XII – 2021
[PROLOG] Pandemi Covid-19 memasuki tahun kedua. Hal ini menyebabkan adaptasi dalam kehidupan sehari-hari dilakukan oleh manusia di berbagai belahan bumi. Kebiasaan-kebiasaan mengalami penyesuaian. Semuanya demi menjalani hidup yang terus bergerak.
Boleh jadi tidak ada yang berharap pandemi terjadi selama ini. Ilmu pengetahuan dan praktik kehidupan ilmiah sudah sedemikian berkembang pesat. Pengalaman dalam menghadapi beragam pandemi sebelumnya juga pernah dialami. Tetapi situasinya tentu tidak semudah yang dibayangkan. Setiap pandemi memiliki karakternya masing-masing dan proses menghadapinya juga memerlukan pendekatan dan metode khusus.
Di tengah-tengah kondisi yang masih belum stabil, berbagai kegiatan harus dilakukan. Di antaranya yang berhubungan dengan kegiatan pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Melalui protokol kesehatan ketat, aktivitas tetap dijalankan. Produksi dan distribusi logistik, pelayanan kesehatan, dan lainnya.
Ketika vaksin sudah diproduksi oleh berbagai negara, kemudian didistribusikan ke berbagai negara juga, termasuk Indonesia, muncul gairah untuk menuju kehidupan baru. Tentu saja vaksin bukan satu-satunya solusi. Tetapi kehadirannya menjadi salah satu pemantik untuk mendorong kegiatan di luar pemenuhan kebutuhan dasar-pokok. Beragam aktivitas mulai dihidupkan kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.
Kehidupan terus berjalan. Dunia pendidikan dan kebudayaan termasuk di dalamnya yang ikut bergeliat kembali. Wacana belajar mengajar tatap muka sudah hadir. Kegiatan kebudayaan mulai dihidupkan kembali di berbagai wilayah secara hibrida, daring dan luring. Dinamika ini terus dijaga bersama dengan tetap menyadari, bahwa pandemi masih belum berakhir.
Penyelengara Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) ke-12 tahun ini memiliki tantangan yang hampir sama dengan tahun sebelumnya. Hal ini tentu saja berhubungan dengan beberapa poin di atas. Sebagai sebuah festival yang diniatkan untuk belajar bersama, berbagi, dan silaturahmi, FFPJ tetap berkomitmen untuk berbuat sesuatu dan menjadi bagian dari gerakan kebaikan sesuai kemampuan yang dimiliki. Upaya kecil dilakukan melalui pembuatan program festival yang memiliki respek terhadap situasi dan kondisi terkini.
- TUJUAN
- Memberi kesempatan pelajar Indonesia menunjukkan hasil penelitian/riset dan praktik lapangan di bidang kesehatan, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan lainnya (khususnya yang berkaitan dengan pandemi Covid-19), dalam bentuk film pendek.
- Memilih dan menentukan film pendek terbaik sesuai ketentuan yang telah ditetapkan penyelenggara.
- Memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap film-film terbaik yang dipilih oleh penyelenggara dan juri.
- TEMA
“Urip Iku Urup”
Falsafah hidup ‘Urip Iku Urup’ sering ditulis, dibicarakan, dan dikaji oleh banyak pihak, khususnya di lingkungan orang dan studi Jawa. Tetapi penafsiran terhadap falsafah ini universal karena substansinya dimiliki oleh seluruh umat manusia. Kalimat “Urip Iku Urup” secara harafiah artinya Hidup Itu Menyala.
Hidup Itu Menyala dapat dimaknai sebagai apa yang dijalani menjadi penerang bagi dirinya sendiri, bagi keluarga, bagi lingkungan dan seterusnya. Hidup tidak hanya untuk memikirkan diri sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari orang lain. Singkat kata, hidup yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Hidup yang bisa memberi inspirasi dan berkah untuk lingkungan sekitar.
Orang-orang yang hidupnya terus menyalakan api dan menjadi cahaya/penerang bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya banyak. Ia hadir di berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari. Selain mengurusi dirinya sendiri, ‘orang-orang yang terus menyala’ ini juga terus berbagi energi untuk orang lain. Sebagai manusia, ia tentu punya keterbatasan. Tetapi keyakinannya untuk hidup berdampingan, saling jaga dan gotong royong dalam menjalani kehidupan sehari-hari terus diwujudkan tanpa banyak keluh-kesah.
Bagaimana para pelaku falsafah hidup “Urip Iku Urup” terus menjalani kehidupannya sehari-hari? Mengapa ia meyakini dan menjalaninya? Apa saja yang dilakukannya di masa pandemi ini? Apa saja tantangan yang harus dihadapinya? Bagaimana ia terus merawat semangat dan energinya? Beberapa pertanyaan ini menjadi pemantik untuk mengeksplorasi tema dan mewujudkannya dalam film pendek.
- SYARAT & KETENTUAN
- Peserta adalah pelajar SMP, SMA dan yang setara di Indonesia.
- Pendaftaran tidak dipungut biaya (GRATIS).
- Durasi karya maksimal 10 (sepuluh) menit (sudah termasuk opening dan credit title).
- Tahun produksi 2021.
- Karya dibuat individu/komunitas, dalam satu sekolah/komunitas belajar yang sama/berbeda, dan dikirimkan atas nama sekolah/komunitas belajar yang diikuti sutradara.
- Pembuat film adalah pelajar yang masih aktif saat melakukan produksi/shooting (dibuktikan dengan scan kartu pelajar terbaru/identitas yang diterbitkan oleh komunitas belajar setara SMP/SMA, minimal yang dimiliki oleh sutradaranya).
- Karya yang menggunakan bahasa lokal/daerah wajib diberi subtitle atau teks bahasa Indonesia.
- Boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) karya.
- Karya yang pernah mengikuti festival/kompetisi lain boleh diikutsertakan.
- Link/tautan karya dikirimkan ke email: ffpjogja@gmail.com paling lambat Minggu, 17 Oktober 2021, pukul 23:59 wib,bersama dengan formulir pendaftaran yang sudah diisi dan berkas lainnya. Ukuran file secara keseluruhan yang dikirimkan maksimal 1 GB (lebih dari ketentuan ini tidak akan dibuka oleh panitia).
- Karya yang sudah dikirimkan tidak diperkenankan untuk ditarik kembali.
- Musik/lagu dan materi lainnya (foto, video, grafis, dll) yang digunakan dalam karya tidak boleh menggunakan hak milik orang lain, kecuali ada ijin tertulis dari pembuatnya. Peserta bertanggungjawab sepenuhnya atas hal ini jika ada tuntutan pihak lain di kemudian hari.
- Hak cipta karya milik peserta. Khusus untuk kepentingan publikasi dan edukasi yang berkaitan dengan FFPJ, penyelenggara dapat menggunakan karya (sebagian/utuh) untuk ditampilkan di situs FilmPelajar.com, Kanal FFPJ dan media/lembaga nirlaba lainnya.
- Keputusan juri adalah mutlak, tidak dapat diganggu gugat. Jika dikemudian hari didapatkan bukti bahwa karya pemenang diragukan keasliannya, maka penyelenggara berhak membatalkan dan menarik penghargaan yang sudah diberikan.
- PROSES SELEKSI
- Juri Seleksi/Kurator akan menonton, meneliti, mengklasifikasikan, dan memilih karya untuk ditetapkan sebagai nomine. Juri Seleksi/Kurator juga berhak mengusulkan tambahan kategori penghargaan/award sesuai keunikan dan kekuatan bentuk serta gaya film partisipan.
- Juri Utama akan menonton, meneliti dan memilih karya nomine untuk ditetapkan sebagai pemenang.
- Seluruh nomine dan pemenang akan mendapatkan penghargaan.
- PENGHARGAAN
Anak Merdeka
Diberikan untuk Film Pendek Terpilih (News Reel/Dokumenter Reportase) tingkat SMP/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita sesuai tema dan disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara yang baik. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
Garuda
Diberikan untuk Film Pendek Terpilih (News Reel/Dokumenter Reportase) tingkat SMP/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita sesuai tema serta salah satu nilai luhur Pancasila, juga disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara yang baik. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
Srikandi
Diberikan untuk Film Pendek Dokumenter Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita sesuai tema, khususnya tentang subyek individu atau sekelompok perempuan, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
DiFa
Diberikan untuk Film Pendek Dokumenter Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita sesuai tema, khususnya tentang subyek individu atau kelompok difabel (memiliki keterbatasan untuk melakukan aktivitas tertentu), serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
Dewantara
Diberikan untuk Film Pendek Dokumenter Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita sesuai tema, khususnya tentang subyek individu, kelompok, atau suatu obyek yang berkaitan dengan dunia pendidikan, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
Merapi
Diberikan untuk Film Pendek Dokumenter Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita sesuai tema, khususnya berhubungan dengan kekayaan sumber daya alam dan lingkungan, energi yang terbarukan (termasuk di dalamnya ancaman kerusakan/dampaknya jika dieksploitasi berlebihan), serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara yang baik. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
Jas Merah
Diberikan untuk Film Pendek Dokumenter Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita sesuai tema, khususnya berhubungan dengan sejarah, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara yang baik. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
Gong
Diberikan untuk Film Pendek Fiksi Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang persahabatan, toleransi dan perdamaian dalam situasi pandemi Covid-19, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara yang baik. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
Saraswati
Diberikan untuk Film Pendek Fiksi Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif, dan cerita sesuai tema, serta disampaikan secara komunikatif melalui keindahan gambar dan suara yang utuh. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
Pasopati
Diberikan untuk Film Pendek Fiksi Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif, dan cerita sesuai tema, khususnya berhubungan dengan aktivitas anti korupsi, serta disampaikan secara komunikatif melalui keindahan gambar dan suara yang utuh. Jumlah karya yang akan diberi penghargaan maksimal 3 (tiga).
Blencong
Diberikan untuk Film Pendek Fiksi Animasi Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif, dan cerita sesuai tema, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara yang baik.
Kelir
Diberikan untuk Film Pendek Eksperimental Terpilih tingkat SMA/setara, yang memiliki kekuatan ide, ekspresi personal, cara bertutur, serta eksperimentasi gambar dan suara. Tema yang sudah ditetapkan panitia menjadi rujukan untuk pengembangan ide film.
- EPILOG
Festival Film Pelajar Jogja merupakan hajatan pendidikan dan kebudayaan. FFPJ dirawat oleh beragam pihak, yang memiliki perhatian terhadap tumbuhkembangnya komunitas film pelajar Indonesia yang kritis, cerdas dan berani bersikap untuk menjadi bagian dari perubahan ke arah yang baik. Di tahun yang penuh dengan penyesuaian kehidupan sebagai dampak dari pandemi Covid-19, FFPJ terus berjalan. Ikhtiar ini disertai doa agar segalanya segera membaik. Panitia membuka diri terhadap kolaborasi berbagai pihak yang memiliki visi sebangun. Seluruh informasi dan komunikasi festival dilakukan melalui situs filmpelajar.com, email: ffpjogja@gmail.com dan jejaring media sosial FFPJ (Instagram: ffpjogja dan Facebook: Festival Film Pelajar Jogja).
Link Kerangka Acuan Kompetisi & Lembar Pendaftaran:
https://drive.google.com/drive/folders/1Pel4EbFNYeevtt0eRfa5EL39CDtBmT1t?usp=sharing
