LOADING

Type to search

Apresiasi Berita Featured

Deklarasi Arek Film Suroboyo

Redaksi Oct 10

Surabaya, 21 Oktober 2017. Sore itu cuaca terasa sejuk di Wisma Jerman, Jalan Ade Irma Suryani No. 15, Genteng, Surabaya. Semilir angin menyapu halaman sebuah gedung yang berdesain minimalis serta hijau oleh rimbunnya pepohonan. Beberapa kelompok remaja dan anak muda tampak berbincang santai di halaman gedung. Beberapa lainnya yang berlabel panitia Bulan Film Surabaya 2017 tampak sibuk menyiapkan sesuatu. Sekelompok pegiat film muda yang penuh semangat dari SMK Dr. Soetomo (Smekdors) Surabaya ini tampak bekerja dengan antusias. Sore yang cerah di tanggal 21 Oktober itu merupakan hari bersejarah bagi komunitas pelajar, remaja, dan anak muda Surabaya yang menyukai film sebagai sarana ekspresi, bermain-main, maupun lainnya. Arek Film Suroboyo dideklarasikan pada Sabtu sore yang penuh kegembiraan itu.

 

Deklarasi Arek Film Suroboyo disiapkan beberapa waktu sebelumnya, khususnya oleh tim Smekdors bersama-sama dengan jaringan Forum Film Pelajar Indonesia, filmpelajar.com, dan Sang Akar Institute. Adanya sebuah jejaring yang saling menguatkan antarkomunitas-kelompok film, khususnya yang berbasis pelajar-sekolah, menjadi tujuan pendirian komunitas terbuka ini. Hal ini ditegaskan dalam isi deklarasi berikut:

 

“Seni film adalah buah dari cipta, rasa, dan karya manusia, yang memiliki gagasan serta nilai-nilai kehidupan yang penting untuk dipelajari secara kritis. Apresiasi dan literasi film adalah bagian dari gerakan pendidikan dan kebudayaan yang mengasah pemikiran, sikap, dan perilaku keseharian pelajar dan anak muda. Berdasarkan hal ini, maka kami bersepakat mendeklarasikan pendirian jejaring komunitas Arek Film Suroboyo, yang terdiri dari elemen pelajar dan anak muda Surabaya, yang visinya adalah menjadi ruang belajar bersama dan silaturahim pelajar serta anak muda Surabaya tentang seni film dan kebaikan-kebaikan di sekitarnya.”

 

Juliantono Hadi selaku Kepala SMK Dr. Soetomo Surabaya menyampaikan, bahwa Arek Film Suroboyo diharapkan menjadi salah satu ruang silaturrahim sekaligus komunitas cair yang bermanfaat bagi remaja dan anak muda Surabaya, khususnya yang ingin mengembangkan diri dalam bidang film. Sementara itu, di saat yang sama, Susilo Adinegoro yang menggawangi Sang Akar Institute Jakarta memberikan penegasan, bahwa dalam berproses seni, dalam hal ini film, pelajar dan remaja perlu memahami secara kritis media yang digunakan. Ini akan menjadikan seni-media berfungsi maksimal sebagai sarana pendidikan kritis.

 

Deklarasi Arek Film Suroboyo diawali dengan kegiatan apresiasi film karya pelajar dari berbagai daerah di Indonesia yang disiapkan oleh tim Bulan Film Surabaya dan filmpelajar.com. Setelah itu dilakukan diskusi santai membahas berbagai hal seputar film dan komunitas pelajar. Acara puncak, yaitu Deklarasi Arek Film Suroboyo dibacakan oleh perwakilan pelajar, Syamsiah Naqsya Afghanistan dari SMA 17 Surabaya. Perempuan enerjik dan pemberani ini membacakan naskah deklarasi dengan artikulatif dan tegas, serta diikuti oleh sekitar 30 pelajar lainnya dari berbagai sekolah di Surabaya. Peristiwa bersejarah yang merupakan bagian dari hajatan Bulan Film Surabaya 2017 ini menjadi penanda penting bagi komunitas pelajar, remaja, dan anak muda Surabaya. Sebuah pernyataan telah diucapkan bersama-sama. Sebuah usaha untuk berproses film secara sungguh-sungguh telah diniatkan oleh Arek Film Suroboyo. Selamat!

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *