LOADING

Type to search

Uncategorized

Desainer Suara/Sound Designer

Redaksi May 5

Pengertian Desain Suara:

Desain Suara adalah seni penciptaan dan penempatan suara yang tepat pada tempat dan saat yang tepat.

 

Yang termasuk di dalam Desain Suara:

  • Menggabungkan semua unsur suara menjadi satu kesatuan
  • Menciptakan efek-efek suara baru untuk kebutuhan film

 

Yang termasuk di dalam Teknologi Desain Suara:

  • Pemilihan format akhir suara film
  • Pemilihan peralatan dan perangkat kerja

 

Departemen Suara:

 

Pada kelompok kerja Departemen Suara, terdapat beberapa profesi. Diantaranya adalah;

  1. Sound Designer (Desainer Suara, Pengarah Suara)
  2. Production Mixer (Sound Recordist)
    Orang yang bertanggungjawab terhadap perekaman suara langsung di lapangan dan hasil rekamannya.
  3. Boom Operator
    Orang yang bertanggungjawab untuk mengoperasikan dan mengarahkan mikrofon.
  4. Sound Assistant
    Orang yang membantu production mixer dan boom operator dalam melakukan pekerjaannya.
  5. Supervising Sound Editor
    Orang yang bertanggungjawab pada tahap editing suara dalam film, termasuk dialog dan efek. Supervising sound editor menyediakan semua elemen suara yang nantinya akan diproses lebih lanjut oleh re-recording mixer. Dalam pekerjaannya supervising sound editor dibantu oleh dialogue dan effect editor.
  6. Dialogue Editor
    Orang yang bertugas menghaluskan suara dialog pada setiap perpindahan shot, menggantinya dengan take lain (bila ada) atau rekaman wild track (bila ada).
  7. ADR Mixer
    Orang yang bertanggungjawab atas hasil rekaman ADR
  8. ADR Editor
    Orang yang bertanggungjawab untuk melakukan editing hasil ADR yang telah direkam oleh ADR Mixer.
  9. Assistant Editor
    Orang yang membantu dialogue editor dalam melakukan pekerjaannya.
  10. Effect Editor
    Orang yang bertanggungjawab atas kualitas sound effect. Tugas utamanya menyusun dan sinkronisasi efek suara.
  11. Foley Mixer
    Orang yang bertanggungjawab terhadap semua hasil rekaman foley.
  12. Foley Editor
    Orang yang bertanggungjawab untuk melakukan editing hasil foley yang telah direkam oleh foley mixer.
  13. Foley Artist
    Orang yang membuat/menciptakan efek-efek suara berdasarkan apa yang dilihatnya di gambar.
  14. Re-recording Mixer
    Orang yang melakukan mixing akhir semua elemen suara yang telah disesiakan oleh supervising sound editor.

 

Desainer Suara/Sound Designer/Pengarah Suara

 

Pengertian:

  • Orang yang bertanggung jawab atas segala aspek suara yang terdapat dalam sebuah film.
  • Bertanggung jawab terhadap hasil akhir dari desain suara dan tiap track suara berdasarkan fungsinya.
  • Bekerja sama dengan Sutradara dari tahap praproduksi, berdiskusi untuk membuat konsep dan desain suara dari skenario dan visi Sutradara.
  • Seorang Sound Designer harus menguasai teori-teori dasar suara dan pengetahuan teknis. Ia dituntut tidak hanya mendesain suara dari suara yang sudah ada, tetapi juga harus bisa menciptakan suara-suara baru yang dapat mendukung skenario dan dapat menjadi karakter sebuah film.
  • Sound Designer harus dapat menciptakan mood dan suasana yang akan dirasakan oleh penonton seperti ketegangan, ketakutan, kegelisahan berdasarkan gagasan yang dituangkan melalui suara dari hasil ide dan imajinasi kreatifnya berdasarkan pengalaman yang dimiliki.
  • Sound Designer terkadang turun langsung dalam penciptaan suara-suara baru untuk kebutuhan sebuah film.
  • Sound Designer juga harus mempunyai pengetahuan tentang musik, karena musik merupakan bagian dari desain suara.
  • Sound Designer dalam pekerjaannya dibantu supervising sound editor, sound editor, dan re-recording mixer, tetapi dia juga bisa turun langsung untuk melakukan pekerjaan seperti melakukan editing suara dan mixing akhir.

 

Tugas dan Kewajiban Desainer Suara;

 

Tahap Praproduksi;

  1. Menganalisa skenario dan membahasnya bersama sutradara dan re-recording mixer untuk mendesain konsep suara apa saja yang akan dibuat berdasarkan skenario dan visi sutradara.
  2. Membahas kembali konsep suara yang telah dibuat bersama dengan supervising sound editor dan production mixer.
  3. Melakukan perekrutan tim yang dapat bekerja sama dengan baik.

 

Tahap Produksi;

  1. Mengawasi, menganalisa serta memberikan saran-saran kepada production mixer mengenai hasil perekaman suara.
  2. Meminta kepada production mixer untuk merekam suara-suara selain dari dialog yang bisa digunakan dan dibutuhkan pada saat pascaproduksi/mixing.

 

Tahap Pascaproduksi;

  1. Menuangkan konsep suara yang telah dibuat ke dalam cue sheet untuk kebutuhan atau acuan bagi sound editor dan re-recording mixer.
  2. Ikut terlibat secara langsung dalam pembuatan suara-suara efek baru.
  3. Memimpin dan mengarahkan semua bagian di sound-post departement.
  4. Hadir dan memberikan masukan pada saat melakukan musik spotting.
  5. Bertanggungjawab terhadap hasil desain suara.
  6. Bersama re-recording mixer mengawasi pelaksanaan pemindahan suara (sound transfering) hasil final mix dari jalur suara magnetic ataupun media digital ke jalur suara optik analog maupun digital hingga ke married print.

 

Hak Desainer Suara:

  • Berhak menentukan waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan suara film.

 

 

 

Sumber:

  • Pekerja Film (Job Description) #01 terbitan FFTV IKJ dan KFT (Cetakan ke-2), 2008.
  • Dasar-Dasar Apresiasi Film oleh Marselli Sumarno terbitan Grasindo, 1996.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *