LOADING

Type to search

Berita

‘Krenteg’ Borong Gelar di Festival Film Tegal 2019

Redaksi Dec 12

TEGAL – Penutupan Festival Film Tegal (FFT) 2019 digelar di di Gajahmada Cinema Sabtu akhir pekan kemarin. Meski telah berakhir, FFT 2019 mampu membangkitkan semangat para sineas lokal untuk memproduksi karya film.

Festival semacam ini sebenarnya sudah pernah digelar pada 2015. Namun tidak berjalan rutin tiap tahun. Baru pada 2018, dunia perfilman lokal di Tegal kembali menggeliat, seiring dengan meledaknya Film Turah karya sutradara Wicaksono Wisnu Legowo. Di tahun itu pula, muncul even bernama Pekan Raya Film Pantura & Pantura Movie Fest.

“FFT 2019 merupakan hasil kerja pegiat film Tegalan yang tergabung dalam Sinema Pantura. Kami berkolaborasi dengan Pemkot, Pemkab Tegal sehingga bisa berjalan lancar,” kata Prisma Niar Asmarani, panitia FFT 2019.

Pada FFT 2019 kali ini, kata Prisma, ada 36 film dari Kota dan Kabupaten Tegal yang bersaing. Untuk film fiksi kategori pelajar ada 15 karya. Lalu film fiksi kategori umum 17 karya, dan film dokumenter 4 karya. Ke-36 Film itu bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam berbagai nominasi. Di antaranya desain poster terbaik, ide cerita terbaik, aktris terbaik, aktor terbaik, serta sutradara terbaik.

Dari sejumlah kategori itu, Film Krenteg yang diproduksi oleh Marjo Klengkam Sulam dari Desa Kepunduhan, Kramat, Kabupaten Tegal paling banyak memborong penghargaan. Tak tanggung-tanggung, Krenteg membawa pulang 5 penghargaan sekaligus.

Film Krenteg ini menceritakan seorang anak yang pengin sekolah, karena keterbatasan ekonomi sang ibu (Jubaedah) bekerja keras demi memenuhi ke inginan anak.

Menurut Zacky Aulia, Ketua Juri FFT 2019, Film Krenteg berhasil menyabet banyak penghargaan karena mampu menyajikan kolaborasi yang apik antara visualisasi gagasan. Kekuatan akting pemain dan tampilan poster juga memikat.

“Film Krenteg adalah paket komplit dari pencapaian sebuah film,” katanya.

Menariknya, lanjut Zacky, film Krenteg dibuat oleh sebuah Kesenian Unit Desa yang menjadi komunitas film yang berbasis di sebuah kampung di Tegal. Ini juga sebagai pesan agar kampung-kampung lain di Tegal agar bisa membentuk komunitas filmnya sendiri. Tentunya untuk meningkatkan gairah pengetahuan dan produksi film di wilayah Tegal.

Sementara itu, sutradara Film Krenteg, Marjo pun mengungkapkan rasa gembiranya. “Festival Film Tegal ini sangat bagus menjadi wadah kreasi wong film,” ungkapnya.

Berikut sejumlah karya film yang berhasil unggul di FFT 2019:

Kategori Pelajar

Ide Cerita Terpilih
Nyunati Poci – SMA N 2 Tegal

Sutradara Terpilih
Sulton Ardi
Halusinasi – SMK Bina Nusa Slawi

Aktor Terpilih
M. Aji Satrio S
Halusinasi – SMK Bina Nusa Slawi

Aktris Terpilih
Diah Agnes
Panthy Lost – SMA N 1 Slawi

Film Fiksi Terpilih
Status – SMK NU 1 Slawi

Kategori Umum

Ide Cerita Terpilih
Sandaran – GTT

Sutradara Terpilih
Marjo Klengkam Sulam
Krenteg – Desa Sinema Kepunduhan

Aktor Terpilih
Ghieffari Ardiyansyah
Krenteg – Desa Sinema Kepunduhan

Aktris Terpilih
Rita Riyani
Krenteg – Desa Sinema Kepunduhan

Film Fiksi Terpilih
Kentheng – Desa Sinema Kepunduhan

Film Dokumenter Terpilih
Desa Wisata Cempaka Teras Nusantara

Film Terfavorit
Krenteg – Desa Sinema Kepunduhan

Film Spesial Pilihan Juri
Halusinasi – SMK Bina Nusa Slawi

Poster Terpilih
Krenteg – Desa Sinema Kepunduhan.

Direktur Festival Film Tegal (FFT) Wicaksono Wisnu Legowo, mengatakan para pemenang akan mendapatkan Trofi, Sertifikat, hingga uang pembinaan. Dia berharap, festival film ini mampu menggairahkan industri film lokal, khususnya di Tegal dan sekitarnya. (*)

Editor: Irsyam Faiz

Sumber:

https://panturapost.com/film-krenteg-borong-penghargaan-di-festival-film-tegal-2019/ – Film Krenteg Borong Penghargaan di Festival Film Tegal 2019, oleh Bentar; tayang 9 Desember 2019

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *