ImajiFes 2020: Kompetisi Nasional Online Seni Visual Indonesia
Pandemi Covid-19 berdampak terhadap hampir seluruh sektor kehidupan di seluruh dunia. Berbagai langkah telah dilakukan beragam pihak untuk menghadapinya. Komunitas seniman dan dunia kesenian secara keseluruhan juga melakukan kerja-kerja kemanusiaan menghadapi pandemi global ini. Kerja individual maupun gotong royong dilakukan untuk membantu kelompok rentan terdampak. ImajiFes hadir sebagai salah satu pendorong dunia kesenian yang memiliki kekuatan imajinasi, khususnya seni visual, untuk terus berproses menjadi bagian dari kerja-kerja kemanusiaan, melalui munculnya karya-karya inspiratif dan reflektif yang dapat diakses menggunakan media online.
ImajiFes adalah sinonim dari festival imaji. Sebuah ajang ekspresi dan kompetisi seni visual berbasis media online-digital yang didedikasikan untuk untuk mendukung kerja-kerja kemanusiaan di tengah situasi wabah Covid-19. Kerja-kerja menafsir, melambangkan, menyimbolkan, melukiskan, menggambar, membayangkan, visualisasi, dan semacamnya menjadi lokomotif dalam hajatan ini. Ajang ini bertemakan Imajinasi untuk Kemanusiaan dan bisa diikuti oleh remaja dan anak muda berusia 10-24 tahun. Kategori karya yang dikompetisikan adalah Gambar Diam (still image; fotografi, sketsa, ilustrasi, desain, lukisan, dan semacamnya) dan Gambar Gerak (motion image; video, animasi, film, dan semacamnya). Proses penggarapan karya seni bebas menggunakan gaya, teknik, bahan, dan peralatan-media. Hasil akhir akan diapresiasi sesuai kategori yang ditetapkan. Penerimaan karya 1-30 Juni 2020. Kurasi karya 1-15 Juli 2020. Proses penjurian 15-30 Juli 2020 dan pengumuman pemenang 1 Agustus 2020. Panitia telah menyiapkan hadiah dana pembinaan jutaan rupiah dan piagam. Informasi selengkapnya dapat diakses di website penyelenggara www.imajifes.com.
Penyelenggara imajifes adalah Komunitas Imaji Indonesia. Sebuah perkumpulan seniman, akademisi, pekerja media dan individu independen berbagai latar belakang yang memiliki perhatian terhadap dinamika seni visual dan sekitarnya. Komunitas ini meyakini, bahwa seni, selain memiliki kekuatan estetika, juga daya pantik, gerak, inspirasi, dan refleksi.
