Yuk Ikuti Kompetisi Nasional Festival Film Pelajar Jogja 2017!
Prolog
Penyelenggaraan Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) telah memasuki tahun ke-8 (delapan). Sejak penyelenggaraan pertama, yaitu 2010, sejumlah 989 (sembilan ratus delapan puluh sembilan) karya film pendek pelajar dari berbagai penjuru Nusantara memeriahkan hajatan pendidikan dan kebudayaan ini. Beragam ide, tema, dan cerita dieksplorasi. Bentuk dan gaya film juga berwarna. Hal ini menjadikan festival sederhana ini penuh makna.
Yayasan FFPJ selaku penyelenggara tahun ini masih menyoroti dinamika yang terjadi di Indonesia dan global. Hal ini merupakan sebuah upaya untuk membekali diri dalam menentukan sikap yang jelas. Praktik intoleransi, intimidasi dan kekerasan dalam berbagai bentuknya, serta kegagapan dalam berdemokrasi masih mendominasi. Di saat yang bersamaan, kasus-kasus perempuan, anak, dan masyarakat sipil lainnya, terus terjadi. Eksploitasi alam dan lingkungannya untuk kepentingan ekonomi semata juga masih berjalan. Korupsi terus dilakukan oleh orang-orang yang seharusnya terlibat aktif dalam menjaga martabat diri sebagai manusia. Sebagian pihak tampak berusaha menegasikan sejarah yang menjadi pilar-pilar penting bagi tumbuhkembangnya bangsa. Yayasan FFPJ secara tegas menolak praktik-praktik negatif yang merugikan upaya bersama memanusiakan manusia ini.
Berdasarkan hal di atas, penyelenggaraan festival tahun ini kembali membuka program kompetisi nasional untuk para pelajar SD/SMP/SMA/setara. Karya-karya yang peka terhadap dinamika zaman, mengedepankan ide-pemikiran kritis, cerdas, unik, sekaligus peduli pada aspek estetik-artistik, diharapkan menjadi bagian penting dari festival. Karya-karya film pendek pelajar dari berbagai penjuru Nusantara ini akan memotret, menafsir, atau mengimajinasikan masa depan Indonesia yang lebih baik dengan pemikiran dan caranya masing-masing. Keragaman karya film pendek pelajar ini akan menjadi bukti, bahwa Indonesia masih memiliki generasi yang baik dan mengedepankan nalar serta nurani yang sehat di dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku.
Ketentuan Kompetisi Nasional
- Peserta adalah pelajar SD/SMP/SMA dan yang setara di Indonesia.
- Pendaftaran tidak dipungut biaya (GRATIS).
- Karya pelajar SD/MI/setara, durasi maksimal 3 (tiga) menit (sudah termasuk opening dan credit title).
- Karya pelajar SMP/MTs/setara, durasi maksimal 5 (lima) menit (sudah termasuk opening dan credit title).
- Karya pelajar SMA/SMK/MA/setara, durasi maksimal 10 (sepuluh) menit (sudah termasuk opening dan credit title).
- Tahun produksi 2017.
- Karya dibuat individu/kelompok, dalam satu sekolah yang sama/berbeda, dan dikirimkan atas nama sekolah yang diikuti sutradara.
- Tim pembuat film adalah pelajar yang masih aktif saat melakukan produksi/shooting (dibuktikan dengan scan kartu pelajar terbaru, minimal yang dimiliki oleh sutradaranya).
- Karya yang menggunakan bahasa lokal/daerah wajib diberi subtitle atau teks bahasa Indonesia.
- Boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) karya.
- Karya yang pernah mengikuti festival/kompetisi lain boleh diikutsertakan.
- Karya diunggah ke YouTube.com, kemudian link-nya dikirimkan ke: ffpjogja@gmail.com paling lambat 16 Oktober 2017, pukul 00:00 wib, bersama dengan formulir pendaftaran yang sudah diisi dan berkas lainnya.
- Musik/lagu dan materi lainnya (foto, video, grafis, dll) yang digunakan dalam karya tidak boleh menggunakan hak milik orang lain, kecuali ada ijin tertulis dari pembuatnya. Peserta bertanggungjawab sepenuhnya atas hal ini jika ada tuntutan pihak lain di kemudian hari.
- Hak cipta karya milik peserta. Khusus untuk kepentingan publikasi dan edukasi terkait FFPJ, penyelenggara dapat menggunakan karya (sebagian/utuh) untuk ditampilkan di situs FilmPelajar.com dan media/lembaga nirlaba lainnya.
- Keputusan juri adalah mutlak, tidak dapat diganggu gugat. Jika dikemudian hari didapatkan bukti bahwa karya pemenang diragukan keasliannya, maka penyelenggara berhak membatalkan dan menarik penghargaan yang sudah diberikan.
Proses Seleksi
- Dewan Juri Seleksi akan meneliti, mengklasifikasikan, dan memilih karya untuk ditetapkan sebagai nomine.
- Dewan Juri Utama akan meneliti dan memilih karya nomine untuk ditetapkan sebagai pemenang.
- Seluruh nomine dan pemenang akan mendapatkan penghargaan.
Penghargaan/Award
- Yudhistira
Diberikan untuk Film Pendek Terpilih (video diary-testimonial) tingkat SD/MI/setara, yang menyampaikan ide, pendapat atau cerita tentang persahabatan dan perdamaian di lingkungan rumah, sekolah, dan sekitarnya. - Garuda
Diberikan untuk Film Pendek Terpilih (fiksi, dokumenter, eksperimental, video diary-testimonial) tingkat SMP/MTs/setara, yang menyampaikan ide, pendapat atau cerita tentang nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, serta praktiknya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, sekolah dan sekitarnya. - Saraswati
Diberikan untuk Film Fiksi Terpilih tingkat SMA/SMK/MA/setara, yang memiliki kekuatan ide, cerita, cara bertutur, serta keindahan gambar dan suara yang utuh. - Wibisana
Diberikan untuk Film Dokumenter Terpilih tingkat SMA/SMK/MA/setara, yang memiliki kekuatan ide, cerita, cara bertutur, serta keindahan gambar dan suara. - Gong
Diberikan untuk Film Fiksi dan/atau Dokumenter Terpilih tingkat SMA/SMK/MA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang persahabatan dan perdamaian, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. - Antasena
Diberikan untuk Film Fiksi dan/atau Dokumenter Terpilih tingkat SMA/SMK/MA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang anti-korupsi dan kejujuran, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. - Anak Merdeka
Diberikan untuk Film Fiksi dan/atau Dokumenter Terpilih tingkat SMA/SMK/MA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang hak-hak anak, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. - Perempuan
Diberikan untuk Film Fiksi dan/atau Dokumenter Terpilih tingkat SMA/SMK/MA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang hak-hak perempuan, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. - Merapi
Diberikan untuk Film Fiksi dan/atau Dokumenter Terpilih tingkat SMA/SMK/MA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang kekayaan sumber daya alam dan lingkungan, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. - Jas Merah
Diberikan untuk Film Fiksi dan Dokumenter Terpilih tingkat SMA/SMK/MA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita tentang sejarah, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara. - Indra
Diberikan untuk Film Eksperimental Terpilih tingkat SMA/SMK/MA/setara, yang memiliki kekuatan ide, ekspresi personal, cara bertutur, serta eksperimentasi gambar dan suara. - Simponi
Diberikan untuk Video Musik Terpilih tingkat SMA/SMK/MA/setara, yang memiliki kekuatan ide, cerita, cara bertutur, serta visualisasi gambar yang utuh. - Baskara
Diberikan untuk Iklan Layanan Masyarakat Terpilih tingkat SMA/SMK/MA/setara, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif, cerita, cara bertutur, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara.
Epilog
Festival Film Pelajar Jogja merupakan hajatan pendidikan dan kebudayaan yang dirawat oleh beragam pihak, yang memiliki perhatian terhadap tumbuhkembangnya komunitas film pelajar Indonesia yang kritis, cerdas dan berani bersikap untuk membuat perubahan. Panitia membuka diri terhadap kolaborasi-kerjasama berbagai pihak yang memiliki visi sebangun. Seluruh informasi dan komunikasi festival dilakukan melalui situs filmpelajar.com, email: ffpjogja@gmail.com dan jejaring media sosial FFPJ (twitter: @ffpjogja; IG: ffpjogja; page FB; Festival Film Pelajar Jogja).
Berkas Unduhan:

bagaimana kalo pesertanya adalah pelajar dari sekolah berbeda yg ada di sebuah sanggar, mereka mendaftar atas nama apa?
Boleh, kak. Atas nama Sanggar. Jangan lupa scan kartu pelajar sang sutradaranya. Ditunggu karyanya ya kak 🙂
Mohon maaf sebelumnya, apa bedanya nominasi suara dan visualisasi gambar yang utuh dan tidak utuh? Terima kasih
Maaf baru balas kak. Tapi di email sudah kami balas beberapa waktu lalu ya? 🙂
Sederhananya begini:
Gambar dan suara di dalam film, lazimnya mengikuti tuntutan cerita. Masing-masing memiliki elemen. Misalnya, untuk gambar ada akting pemain, pencahayaan, artistik, dll. Kemudian untuk suara adalah paduan speech/pembicaraan/dialog, musik, dan efek. Apakah gambar dan suara ini cukup kuat menjadi adegan yang sesuai tuntutan cerita? Nah, kira-kira maksud keutuhan dari gambar dan suara seperti ini, kak 🙂
Bagi teman-teman yang ingin menambahkan, silakan 🙂
kalo kartu pelajar difoto boleh ?
Boleh, kak 🙂