FFPJ XVII 2026: Mulat Sarira
FILMPELAJAR.COM, YOGYAKARTA – Perjalanan proses lahir dan batin Festival Film Pelajar Jogja memasuki usia 17 di tahun 2026. Beragam peristiwa di sekitar penyelenggaraan hajatan pendidikan dan kebudayaan untuk komunitas film pelajar Indonesia ini menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika festival. Mulat sarira penting disadari, diresapi, dan dilakukan sebagai bekal proses selanjutnya.
Mulat Sarira merupakan kata yang berasal dari bahasa Sanskerta dan sering digunakan dalam tradisi Bali dan Jawa. Kata yang dekat dengannya adalah introspeksi, wawas diri, refleksi, kontemplasi, meditasi, muhasabah, bercermin, dan koreksi terhadap diri sendiri. Mulat sarira adalah sebuah tindakan perenungan kembali terhadap emosi, perasaan, pikiran, pengalaman, kelemahan, kesalahan, kekurangan, dan sekitarnya.
FFPJ menyadari pentingnya mulat sarira dalam dinamika proses. Introspeksi diri harus dilakukan, yaitu bertanya kepada diri sendiri; mengapa festival ini ada, mengapa festival ini perlu dijaga, bagaimana cara merawatnya, untuk siapa didedikasikan, apa saja hal-hal yang penting untuk diprioritaskan, sumber daya apa yang perlu dikelola, dan seterusnya.
FFPJ mengajak siapa saja untuk ber-mulat sarira dengan caranya masing-masing. Setiap diri, pelajar, pendidik, sekolah, komunitas pembelajar, dan siapa saja mengolah jiwa raganya kembali untuk berproses dengan rendah hati menuju impiannya masing-masing. Proses yang dijalani diharapkan tidak saja bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga pihak lain; migunani tumraping liyan.
Mulat Sarira dipilih menjadi tema Festival Film Pelajar Jogja XVII 2026. Seluruh pemangku kepentingan festival diharapkan menafsirnya menjadi ide, gagasan, dan karya nyata sesuai dengan perhatiannya masing-masing. Proses belajar bersama senantiasa diharapkan. (*)
