LOADING

Type to search

Berita

Kurasi Program Kompetisi Nasional FFPJ XVI 2025 Sedang Berlangsung

Redaksi Jul 7

FILMPELAJAR.COM, YOGYAKARTA – Kurasi karya Program Kompetisi Nasional Festival Film Pelajar Jogja XVI 2025 sedang berlangsung. Proses ini berjalan sejak awal sampai dengan akhir bulan Juli 2025. Tahapan menonton, klasifikasi, seleksi, dan penilaian dilakukan dengan teliti. Film-film yang terseleksi kemudian dikelola, disusun dan disiapkan untuk ditampilkan. Selain ditampilkan juga akan menjalani tahapan berikutnya, yaitu penilaian final oleh dewan juri utama.

Kurasi karya di Program Kompetisi Nasional FFPJ XVI 2025 mengacu kriteria yang telah ditentukan panitia sejak awal publikasi dilakukan. Secara umum kesesuaian film dengan tema menjadi perhatian awal. Hal ini penting karena FFPJ mendorong partisipan untuk belajar riset yang sungguh-sungguh sebelum melaksanakan produksi film. Hasil riset yang berkaitan dengan tema diolah menjadi cerita atau sebuah pernyataan, kemudian diwujudkan dalam bentuk film pendek fiksi, dokumenter atau eksperimental.

Proses riset merupakan pondasi awal sebelum melangkah lebih lanjut. Pengertian umum riset adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan interpretasi/menerjemahkan informasi atau data secara sistematis untuk menambah pemahaman terhadap sesuatu/fenomena tertentu. Dalam konteks FFPJ, proses ini bahkan perlu dijalani sejak awal ketika mendapatkan informasi tentang kegiatan festival. Informasi selengkap-lengkapnya perlu dikumpulkan tentang FFPJ, kemudian menentukan ikut berpartisipasi atau tidak dengan kesadaran penuh.

Berkaitan dengan proses riset, kurator FFPJ XVI 2025, Budi Sulistyo memiliki perhatian khusus terhadap partisipan.

“Sebagian besar film pendek karya partisipan sudah saya tonton. Cukup banyak partisipan yang dalam menafsir/interpretasi tema perlu diperkuat. Bahkan ada yang jauh sekali substansi film dengan tema yang ditawarkan panitia. Ini tantangan agar ke depan partisipan lebih menguatkan proses risetnya,” kata Budi Sulistyo.

Dalam proses kurasi, selain kesesuaian isi film dengan tema yang diberikan panitia, juga dinilai aspek komunikasi. Elemen ini berisi tentang kekuatan bahasa visual dan suara dari film pendek partisipan untuk menyampaikan pesan atau pernyataan. Kurator FFPJ memiliki catatan tersendiri tentang hal ini.

“Aspek komunikasi karya-karya tahun ini cukup berkembang jika dibandingkan tahun sebelumnya. Ini ditunjukkan melalui keberanian membuat struktur cerita yang tidak lazim, penggarapan adegan realis, penggunaan pemain sesuai usia karakter tokoh, serta penggunaan dialog lokal. Partisipan cukup sadar bahwa karya mereka akan ditonton orang lain dan diupayakan sekomunikatif mungkin,” terang Budi.

Kurator menambahkan, bahwa untuk tahun ini yang membutuhkan perhatian lebih adalah film pendek eksperimental. Di kategori ini partisipan memiliki peluang untuk melakukan eksplorasi. Referensi film pendek eksperimental juga cukup banyak yang bisa diakses di internet. 

“Film pendek eksperimental karya partisipan masih kurang eksplorasinya. Pemahaman tentang jenis film ini sepertinya masih harus diperkuat. Ada peluang besar di kategori ini jika partisipan FFPJ mempelajari sungguh-sungguh. Kenakalan ide-kreatif terfasilitasi hampir tanpa batas. Bukankah ini menarik?” pungkas Budi.

Partisipan Program Kompetisi Nasional FFPJ XVI 2025 berjumlah 82 karya. Jumlah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Proses kurasi masih terus berlangsung dan hasilnya akan diumumkan segera setelah selesai. (*)

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *