Film Pendek Pelajar di Hari Pancasila
Warta Kota, Menteng – Cinema 21 bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kantor Staf Presiden menayangkan hasil karya pelajar SMA peserta Lomba Video Pendek BNPT 2016. Perhelatan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Pancasila 1 Juni 2017.
Video yang diputar pada kesempatan kali ini berjudul ‘Kain’ yang merupakan hasil karya pelajar SMAN 11 Bandung. Video berdurasi 1 menit itu menceritakan seorang anak yang menjahit sendiri bendera merah putih dari potongan kain perca yang didapatnya dari sisa tukang jahit karena keinginannya memiliki bendera sendiri.
“Kami ingin anak-anak muda Indonesia mendapat panggung yang tepat untuk menunjukkan hasil karya kreativitasnya yang positif, berkualitas, dan nasionalistik sehingga kita dapat menjadi semakin bangga sebagai bangsa Indonesia”, tegas Direktur Cinema 21, Arif Suherman, Rabu (31/5).
Menurut Arif menjadi suatu tantangan dan pengalaman yang luar biasa ketika anak-anak SMA ini membuat film. Pasalnya mereka harus mampu menerjemahkan perbedaan yang sudah menjadi bagian hidup mereka menjadi cerita yang menarik, dan mudah dipahami dalam 5 menit.
Kepala BNPT Komjen. Pol. Suhardi Alius pun memberikan apresiasinya kepada Cinema 21 atas keputusan menayangkan video ‘Kain’ tersebut. Langkah itu merupakan wujud nyata keterlibatan masyarakat dalam upaya kampanye pencegahan terorisme yang selama ini sudah dilakukan.
“Sejak awal lomba video pendek ini diinisiasi oleh BNPT sebagai sarana kampanye pencegahan terorisme. Dengan ditayangkan di Cinema 21 kami harapkan kampanye ini dapat menjangkau audiens yang lebih luas,” kata Suhardi.
Suhardi tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Kantor Staf Presiden atas dukungannya dalam upaya pencegahan terorisme. “Kami harapkan tidak berhenti sampai disini, tapi berlanjut dengan kementerian/lembaga atau instansi terkait lainnya,” tambahnya.
Secara teknis para peserta harus mumpuni karena demi kebutuhan penayangan di Cinema 21, mereka harus membuat video berdurasi 5 menit menjadi 1 menit dengan tetap mempertahankan isi dan filosofi ceritanya.
Dengan ini kita kembali diingatkan oleh para pelajar SMA bahwa Pancasila adalah dasar negara kita, negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, warna kulit, ras, budaya, dan bahasa. Di negara ini, Indonesia, kita boleh beda.
Sumber: wartakota.tribunnews.com
