LOADING

Type to search

Berita

Belajar Bersama Film Pendek di PMI Yogyakarta

Redaksi Jun 6

FilmPelajar.com, Yogyakarta. Kegiatan belajar bersama Workshop Film Pendek diselenggaraan oleh komunitas NgumbarMbahmu di Youth Center PMI kota Yogyakarta, Minggu, 4 Juni 2017. Pematerinya Tomy W. Taslim, pekerja seni yang pernah belajar di Institut Indonesia Yogyakarta dan Institut Kesenian Jakarta. Workshop diselenggarakan mulai pukul 10:00 sampai dengan 17:30 wib dan bertujuan untuk mengenalkan film pendek sebagai sarana untuk mendukung kerja-kerja kemanusiaan yang sering dilakukan oleh relawan PMI dan jejaringnya.

 

Peserta workshop terdiri dari mahasiswa, anggota komunitas film, pelajar SMA/SMK, guru, anggota Korps Sukarela PMI, dan masyarakat umum. Total sejumlah 21 orang mengikuti kegiatan yang juga dinamai Nyantri Bareng Ramadhan 1438 H ini. Komunitas NgumbarMbahmu sendiri merupakan kependekan dari Ngumpul Bareng Nambah Ilmu, yang diinisiasi oleh relawan-relawan PMI yang ingin mentradisikan kegiatan belajar bersama untuk pengembangan diri, serta memperkuat jejaring kerja.

 

“Kami ingin mengembangkan media yang dapat mendukung-mempromosikan kerja-kerja kemanusiaan. Salah satunya adalah film pendek. Ini tidak hanya dikhususkan untuk relawan PMI, tetapi juga jejaringnya yang memiliki perhatian tinggi terhadap penggunaan media kreatif untuk mendukung kampanye sosial yang bermanfaat,” kata Anggun Tri Gunadi, koordinator kegiatan.

 

Materi yang dibahas selama workshop adalah tentang paradigma produksi, bentuk film (naratif dan non-naratif), style film, dan praktik menyusun skenario. Pembicara yang berpengalaman memproduksi dan supervisi ratusan film pendek, baik untuk kepentingan pendidikan maupun komersial, juga memutar beragam contoh film pendek. Mulai dari fiksi, dokumenter, juga eksperimental. Ide di balik film maupun cara pembuatannya dibahas secara jelas.

 

Hasil dari workshop ini adalah 3 konsep film pendek yang akan diproduksi setelah melalui serangkaian persiapan pascaworkshop. Hal ini dilakukan karena sebagian besar peserta berpuasa. Partisipan sepakat untuk melakukan praktik produksi setelah bulan puasa. Tomy akan bertugas menemani seluruh partisipan workshop untuk menyiapkan proyek film pendeknya masing-masing.

 

“Ini merupakan komitmen saya untuk menemani proses kawan-kawan sampai dengan film pendek jadi secara utuh. Semoga dapat berjalan lancar,” kata Tomy.

 

Ia juga menyampaikan, bahwa baru saja menyelesaikan 15 film pendek untuk sebuah kampanye dengan tajuk “DBD Ora Wae”. Ini merupakan program kerjasama antara Yayasan Tahija, Pusat Kedokteran Tropis UGM, EDP Yogya, dan FFPJ Foundation. Di saat yang hampir bersamaan Tomy juga mengembangkan 3 film pendek bersama Mitra Wacana yang mengampanyekan isu Perdagangan Manusia (Human Trafficking) di kalangan remaja-calon tenaga kerja.

 

“Gerakan film pendek untuk kemanusiaan ini merupakan sebuah inisiasi yang akan coba terus dirawat. Hal ini penting untuk diwujudkan. Karya-karya yang menyampaikan tentang pentingnya pertolongan pertama pada kecelakaan, dll perlu disosialisasikan ke masyarakat luas melalui media yang enak ditonton. Harapannya, melalui pemanfaatan media yang tepat masyarakat semakin peduli pada isu-isu kemanusiaan,” pungkas Anggun.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *