Guru dari Lampung Membuka Festival Film Pelajar Jogja XIII – 2022
FILMPELAJAR.COM, YOGYAKARTA – Kegiatan pembukaan Festival Film Pelajar Jogja XIII diselenggarakan Sabtu, 10 Desember 2022, pukul 15.30-17.00 wib. Acara dilaksanakan setelah kegiatan Apresiasi Karya dan Kelas Pendidikan Seni Film. Secara khusus pembukaan dilakukan oleh perwakilan Guru dari SMK Yadika Pagelaran, Lampung, Asih Indah Budiani.
“Semoga FFPJ bisa terus berproses. Penyelenggaraan di tahun ke-13 ini merupakan ‘festival perdana’ pascapandemi. Dengan sumber daya yang dimilikinya FFPJ terus digarap. Dukungan dari berbagai pihak sangat berarti. Salah satunya komunitas film pelajar Indonesia yang terus bersemangat belajar membuat film,” kata Asih.
Pembukaan FFPJ sering dilakukan oleh perwakilan Guru yang mendampingi peserta didiknya. Hal ini sejak awal penyelenggaraan festival dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan. Peran Guru dalam memfasilitasi siswa-siswinya untuk berpartisipasi di FFPJ sangat penting. Melalui pembukaan yang dilakukan oleh Guru diharapkan peserta yang merupakan pelajar SMA/SMK/MA senantiasa mengingat atas jasa besar Sang Guru dalam salah satu proses hidupnya.

Setelah pembukaan dilanjutkan dengan pertunjukan seni yang menampilkan Orkes Soesah Tidoer dan Pencak Tari dari Perguruan Pencak Silat Persatuan Hati Yogyakarta. Penonton tampak menyambut pertunjukan ini dengan gembira. Tepuk tangan dan senyum lebar mewarnai acara pembukaan ini.

“Musik kami tidak semata olah estetika bunyi. Kami senantiasa padukan dengan statement yang kami hadirkan di panggung. Jadi senang sekali kami bisa berpartisipasi di ajang festival sederhana untuk para pelajar di seluruh Indonesia ini. Semoga festival terus berjalan dan semakin bisa memberikan manfaat,” kata Arif, juru bicara OST.
Dalam rangkaian pembukaan ini panitia FFPJ XIII – 2022 yang diwakili Ghalif Putra Sadewa menyampaikan, bahwa tahun ini proses festival mencoba dikembalikan seperti format awal dengan beberapa penyesuaian.
“FFPJ sejak awal penyelenggaraannya mencoba dekat dengan partisipan. Acara temu komunitas film pelajar Indonesia biasanya ditunggu-tunggu. Tahun ini kami coba bikin kembali setelah dua tahun terakhir diselenggarakan daring. Tatap muka secara langsung di FFPJ penting sekali,” kata Ghalif.
Ghalif juga menambahkan bahwa konsep silaturahmi, belajar bersama dan berbagi di FFPJ coba terus dijaga dalam kegiatan-kegiatan yang sederhana.
“Dalam temu komunitas film pelajar Indonesia, kami selalu batasi jumlah partisipannya. Harapannya proses acara bisa lebih efektif. Partisipan bisa lebih fokus dalam silaturahmi dan belajar bersama,” pungkasnya.

Kegiatan pembukaan selain dihadiri para peserta festival, juga guru pendamping, perwakilan Dinas Kebudayaan DIY, perwakilan FSMR ISI Yogyakarta, serta beberapa tamu undangan lainnya. (*)
