Penganugerahan Karya Terbaik Menjadi Acara Penutup FFPJ XIII – 2022
FILMPELAJAR.COM, YOGYAKARTA – Rangkaian acara Festival Film Pelajar Jogja XIII – 2022 diakhiri dengan penganugerahan karya. Seiring dengan itu juga diselingi pertunjukan seni. Acara dilaksanakan di Aula Bawa Pondok Pemuda Ambarbinangun, Minggu 11 Desember 2022, pukul 13.00-15.00 wib.
Penampilan musik mengawali acara. Penonton tampak menikmati alunan musik yang dibawa oleh kelompok OCM. Beberapa lagu disambut penonton dengan tepuk tangan.

“Musik pembuka sebelum pengumuman pemenang program kompetisi film pendek pelajar nasional ini cukup bikin suasana lumayan adem. Deg-degan sih menunggu awarding,” kata Ari, salah satu partisipan festival.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran trailer film nomine. Setelahnya, kurator festival tahun ini, Bimo Suryojati, menyampaikan beberapa pernyataan di depan seluruh peserta sebelum pengumuman pemenang program kompetisi nasional dilakukan.

“Dalam program kompetisi pasti ada menang, ada kalah. Keduanya hal wajar. Tidak perlu berkecil hati. Seluruh karya yang berpartisipasi memiliki karakter sendiri-sendiri. Pembedanya ada di bentuk tafsirannya terhadap tema yang mewujud dalam film. Kurator berusaha seobyektif mungkin dalam menentukan pilihan yang sesuai tema. Pada gilirannya harus diberikan peringkat sebagai konsekwensi dari seleksi, papar Bimo.
Ditambahkan Bimo, seluruh peserta yang hadir di festival tahun ini diharapkan mengambil ilmu sebanyak-banyaknya. Hal ini sesuai dengan konsep festival, silaturahmi, belajar bersama dan berbagi. Pertemuan tatap muka dengan proses fasilitasi yang semaksimal mungkin dari panitia diharapkan memberikan bekal untuk partisipan dalam berproses lebih lanjut.

Setelah penyampaian pernyataan oleh kurator, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang program kompetisi nasional. Berikut adalah daftar lengkapnya:
Karya terbaik 1 Saraswati Award diraih film pendek “SEDARI” dari SMAN 3 Ponorogo, Jawa Timur. Kemudian yang ke-2 “KATA PENGANTAR” dari SMK Darunnajah Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah. Terbaik 3 diraih “JONO DAN KEPALA KARDUS” dari SMKN 3 Batu, Jawa Timur.
Saraswati Award diberikan untuk Film Pendek Fiksi Terbaik, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif, dan cerita sesuai tema, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara yang utuh.
Selain ketiga terbaik di atas, dewan juri juga memberikan Penghargaan Khusus untuk kategori ini. Film “KENTONGAN” dari SMKN 2 Yogyakarta diberikan Penghargaan Khusus Peduli Toleransi. Film “A MEANINGFUL TAKBIRAN” dari SMAN 3 Magetan, Jawa Timur, diberikan Penghargaan Khusus Peduli Tradisi. Film “BUNGA TIDUR” dari SMKN 10 Bandung, Jawa Barat, diberikan Penghargaan Khusus Peduli Kekerasan Anak. Film “HALAMAN 42” dari SMAN 1 Garut, Jawa Barat, diberikan Penghargaan Khusus Peduli Disabilitas.
Sedangkan penerima Dewantara Award, yaitu Film Pendek Dokumenter Terbaik, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif dan cerita sesuai tema, serta disampaikan secara komunikatif melalui bahasa visual dan suara yang utuh, adalah sebagai berikut;
Karya terbaik 1 adalah film pendek dokumenter “MBEKSA RASA” dari SMKN 3 Batu, Jawa Timur. Terbaik 2 diraih film pendek “LAKON KI JHONO DAN KI JALU” dari SMKN 2 Bawang, Banjarnegara, Jawa Tengah. Terbaik 3 “SANGGA PANGAURIP” dari SMKN 1 Karanggayam, Kebumen, Jawa Tengah.
Dewan juri juga memberikan Penghargaan Khusus untuk beberapa karya lainnya, yaitu film pendek “PANGRIKSA RAKSA” dari SMKN 1 Luragung, Kuningan, Jawa Barat, diberikan Penghargaan Khusus Peduli Lingkungan. Film pendek “CANGGET AGUNG” dari SMKN 8 Bandar Lampung diberikan Penghargaan Khusus Peduli Keberagaman. Film “UBUBAN” dari SMKN 1 Karanggayam Kebumen, Jawa Tengah, diberikan Penghargaan Khusus Peduli Kearifan Tradisi. Film “PEJUANG REGENERASI” dari SMKN 51 Jakarta diberikan Penghargaan Khusus Peduli Pelestarian Musik Tradisi.
Penerima penghargaan Kelir Award, yaitu Film Pendek Eksperimental Terbaik, yang memiliki kekuatan ide-pernyataan-perspektif sesuai tema, ekspresi personal, cara bertutur, serta eksperimentasi bahasa visual dan suara, adalah sebagai berikut;
Karya terbaik 1 diraih film pendek eksperimental “MARCAPADA” dari SMK Yadika Pagelaran Lampung. Terbaik 2 diraih “THE PROCESS” dari Komunitas Karangannur Films Depok Jawa Barat. Sedangkan terbaik 3 diraih film “TANGAN TUHAN” dari SMKN 8 Bandar Lampung.

Dewan Juri Festival Film Pelajar Jogja XIII – 2022 adalah Drs. Alexandri Luthfi, MS. (Seniman dan Dosen ISI Yogyakarta), Budi Bas (Pekerja Kreatif), Catur Panggih Raharjo, M.Sn. (Filmmaker), Deddy Setyawan, M.Sn. (Dosen ISI Yogyakarta), Markus Aprisiyanto (Filmmaker), dan Pius Rino Pungkiawan, M.Sn. (Dosen ISI Yogyakarta). (*)
