FFPJ XIV Mengawali Pemutaran Film Keliling di SMAN 1 Gamping Sleman
FILMPELAJAR.COM, SLEMAN – Festival Film Pelajar Jogja XIV – 2023 melaksanakan Pemutaran Film Keliling perdana di SMA Negeri 1 Gamping, Sleman, Jumat (10/11), pukul 09.00 – 11.00 wib. Beberapa film pendek pilihan diapresiasi bersama di aula sekolah. Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari perwakilan seluruh kelas X dan XI, serta anggota OSIS.
“Sekolah menyambut kegiatan ini dengan senang hati. Harapannya memantik siswa-siswi SMAN 1 Gamping untuk belajar lebih semangat lagi, khususnya melalui apresiasi film”, kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Kemasyarakatan, Maryono, S.Pd., MA., dalam sambutan pembukaan.
Sementara itu dalam pengantar ringkasnya, tim panitia FFPJ yang diwakili Tommy, menyampaikan ucapan terima kasih karena sekolah telah bersedia menjadi mitra program festival. Harapannya ke depan kerja sama bisa terus dilanjutkan.
Film-film yang ditayangkan ditonton dengan tertib oleh seluruh siswa-siswi SMAN 1 Gamping. Ketika di layar menghadirkan adegan serius, penonton tampak memperhatikan dengan sungguh-sungguh. Ketika adegan lucu muncul, maka hampir seluruh penonton tersenyum atau tertawa. Ketika adegan yang tayang adalah sedih, penonton juga tampak tertegun. Di tiap akhir film pendek yang selesai ditayangkan penonton memberikan tepuk tangan.
“Dari sisi cerita, seluruh film cukup dekat dengan tema festival. Tetapi dari sisi teknis, sepertinya kualitasnya beragam. Sebenarnya kriteria karya yang diterima di FFPJ itu gimana ya?” tanya Taka, salah satu siswa pascapemutaran film.
Menanggapi pertanyaan menarik dari Taka, tim FFPJ menjawab, bahwa hampir tiap tahun FFPJ memiliki tema dalam penyelenggaraan kompetisi nasional. Tahun ini adalah ‘Sahabat Bumi’. Kriteria karya yang diterima panitia sejak awal publikasi juga sudah disampaikan ke calon peserta, yaitu memiliki kedekatan dengan tema. Ini akan terlihat di ide film yang bercerita tentang apa, kemudian risetnya bagaimana. Hasil riset akan terlihat dalam naskah/skenario, serta muncul dalam bahasa visual filmnya. Dari sini bisa disimpulkan, bahwa kriteria teknis biasanya dipertimbangkan terakhir.
“Film-film yang ikut FFPJ dibikin pelajar satu sekolah atau gimana?” tanya Alisa, siswi kelas XI.
Tim FFPJ menanggapi pertanyaan menarik dari Alisa, bahwa peserta FFPJ adalah pelajar SMA/SMK/MA dan yang setara. Film boleh dibikin satu kelompok yang isinya beda sekolah. Jika dibikin dengan teman satu sekolah tentu saja juga boleh. Selain itu, yang belum memiliki kesempatan sekolah formal, juga boleh mengikuti festival. Misalnya anggota sebuah kelompok belajar yang memiliki usia 15-18 tahun. FFPJ memiliki kebijakan untuk menerima karya peserta yang tidak dari sekolah formal. Yang utama adalah melampirkan surat bukti usia atau jaminan dari tempatnya belajar, saudara atau pendampingnya.
Obrolan pascapemutaran film semakin hangat karena dihadiri juga oleh Sapto Sutrisno, S.Pd., aktor film dan teater, yang juga seorang pendidik. Selain itu Wakasek Humas SMAN 1 Gamping, Maryono, juga bergabung.
“Teman-teman silakan memanfaatkan momen ini untuk menggali apa saja di balik FFPJ dan sekitarnya. SMAN 1 Gamping ke depan berusaha memfasilitasi siswa-siswinya yang berminat sungguh-sungguh dalam berkegiatan positif di sekolah”, kata Maryono.
Alfina, siswi kelas XI menyampaikan, bahwa FFPJ tentu memiliki timeline dalam kegiatannya. Hal ini berkaitan dengan calon peserta yang ingin berpartisipasi.
“Bagaimana informasi FFPJ ini dipublikasikan selama ini dan di mana bisa diakses?” tanyanya.
Panitia FFPJ langsung menanggapi. Time FFPJ biasanya dimulai di bulan Maret. Publikasi awal FFPJ dimunculkan pertama tanggal 30 Maret. Isinya tentang pemilihan tema dan gambar ikon festival. Kemudian publikasi selanjutnya 2 Mei, yang isinya informasi program kompetisi. Program kompetisi ditutup awal atau tengah Oktober. Selanjutnya awal atau tengah November pengumuman nomine dan acara puncak awal atau tengah Desember. Seluruh informasi disamaikan melalui website filmpelajar.com dan akun Instagram @ffpjogja.
“Kalau mau ikut FFPJ biar menang gimana ya?” tanya Ervan, siswa kelas XI.
Menanggapi pertanyaan Ervan, tim FFPJ menyampaikan, bahwa di kegiatan apapun, hal pertama yang perlu dilakukan adalah senang dulu. Kalau sudah senang, maka langkah selanjutnya akan dihadapi dengan sungguh-sungguh dan tanggung jawab. Termasuk berkegiatan film. Jika ikut kompetisi, keinginan menang wajar. Tapi sebaiknya tidak menjadi tujuan utama. Di FFPJ, ruang untuk belajar mengolah ide, riset, menulis naskah/skenario, eksperimentasi bahasa visual, kolaborasi, dan sekitarnya, cukup terbuka. Hal ini perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Menang atau kalah dalam kompetisi dianggap biasa saja, bonus.
Sapto Sutrisno, kemudian juga memberikan catatan atas beragam pertanyaan siswa-siswi yang mengikuti acara.
“Berproses seni budaya, memiliki banyak manfaat. Film dan teater, misalnya. Ada tahapan yang perlu dilalui dengan sungguh-sungguh. Fokus, komitmen, tanggung jawab, kerja sama, rasa percaya diri, dan lainnya. Jadi jika teman-teman berminat untuk belajar sungguh-sungguh, tunjukkan pada sekolah. Niscaya sekolah akan mendukung kegiatan yang positif dan memiliki banyak manfaat untuk pengembangan diri pelajar”, kata Sapto.
Kegiatan pemutaran film keliling di SMAN 1 Gamping, Sleman, kemudian diakhiri dengan foto bersama. Pihak sekolah dan tim FFPJ bersepakat untuk terus menjalin komunikasi dalam pengembangan kegiatan sejenis yang memiliki dampak positif. (*)
