Nomine Program Kompetisi Nasional Film Pendek Pelajar FFPJ XVII 2026
FILMPELAJAR.COM, YOGYAKARTA – Proses seleksi dan kurasi Program Kompetisi Nasional Film Pendek Pelajar dalam rangka Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) XVII berlangsung pada 1-31 Juli 2026. Aktivitas yang dilakukan meliputi pengecekan karya dan berkas pendukung, konfirmasi kepada partisipan, penayangan, pencatatan, evaluasi, penilaian, serta penetapan pilihan terhadap karya-karya yang memenuhi kriteria. Awalnya, jumlah karya yang tercatat pada lembar pendaftaran mencapai 141 film. Namun, setelah dilakukan pengecekan ulang, jumlah ini berkurang menjadi 127 karya karena ada pengiriman yang dobel.
Direktur Eksekutif FFPJ XVII 2026, Ghalif Putra Sadewa, menyampaikan bahwa partisipan berasal dari berbagai sekolah dan daerah. Ada yang pernah beberapa kali mengikuti FFPJ, dan ada juga partisipan baru. Setiap tahun jumlah partisipan tidak selalu sama karena pelajar dan sekolahnya masing-masing memiliki kegiatan beragam, serta perlu menentukan prioritas.
“Berapapun jumlah partisipan FFPJ, buat kami ini merupakan kepercayaan yang harus dijaga. Untuk tahun ini mengalami kenaikan. Setiap karya memiliki cerita dan perjuangan masing-masing di baliknya. FFPJ berupaya mengapresiasi seoptimal mungkin. Apresiasi berarti menghargai atas setiap karya film yang lahir sebagai realisasi gagasan dan kreativitas,” kata Ghalif.
Partisipan Program Kompetisi Nasional Film Pendek Pelajar FFPJ XVII 2026 berasal dari 43 kota/kabupaten, yaitu Aceh Besar, Banda Aceh, Bandung, Banjarmasin, Bantul, Batu, Bekasi, Binjai, Bogor, Bontang, Cilacap, Cimahi, Depok, Garut, Gunungkidul, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Karanganyar, Karawang, Kebumen, Kudus, Kuningan, Lombok Barat, Madiun, Malang, Mamasa, Manado, Padang, Padang Panjang, Pati, Pekalongan, Pesawaran, Pontianak, Purbalingga, Semarang, Sidoarjo, Sleman, Sukabumi, Surabaya, Surakarta, Tengerang, Tulungagung, dan Yogyakarta. Adapun total provinsi yang diwakili sejumlah 16, yaitu Aceh, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Seluruh karya menginterpretasi tema yang ditetapkan panitia, yaitu Mulat Sarira. Paduan kata ini berasal dari bahasa Sanskerta dan sering digunakan dalam tradisi Bali dan Jawa. Kata yang dekat dengannya adalah introspeksi, wawas diri, refleksi, kontemplasi, meditasi, muhasabah, bercermin, dan koreksi terhadap diri sendiri. Mulat sarira adalah sebuah tindakan perenungan kembali terhadap emosi, perasaan, pikiran, pengalaman, kelemahan, kesalahan, kekurangan, dan sekitarnya. Tema ini kemudian diolah partisipan menjadi karya film pendek fiksi, dokumenter, eksperimental, maupun animasi sesuai dengan minatnya masing-masing.
Setelah dilakukan seleksi-kurasi terhadap 127 partisipan oleh kurator Budi Sulistyo dan tim, maka karya-karya yang ditetapkan menjadi Nomine Program Kompetisi Nasional Film Pendek Pelajar FFPJ XVII 2026 adalah sebagai berikut:
Kategori Fiksi:
| JUDUL | SEKOLAH/KOMUNITAS | |
| A | BAYANGAN | SMK Budi Mulia Dua, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| B | BERUBAH | SMKN 2 Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| C | KATALIS | SMAN 7 Banda Aceh, Aceh |
| D | KEBELET BEUNGHAR | SMK Muhammadiyah Majenang, Cilacap, Jawa Tengah |
| E | KONTEMPLASI | SMKN 2 Madiun, Jawa Timur |
| F | LUMORA | SMAN 1 Bontang, Kalimantan Timur |
| G | SILHOUETTE | SMK Pelita Gedong Tataan, Pesawaran, Lampung |
| H | SULING DALAM SUNYI | SMKN 1 Sumarorong, Mamasa, Sulawesi Barat |
| I | SVARA RASA | SMAN 1 Pontianak, Kalimantan Barat |
| J | THE VICIOUS | SMKN 1 Binjai, Kota Binjai, Sumatra Utara |
| K | TITIAN | SMKN 1 Luragung, Kuningan, Jawa Barat |
| L | UNTUNG | SMKN 3 Banjarmasin, Kalimantan Selatan |
| M | WARNA TAK TERLIHAT | SMKN 4 Padang, Sumatra Barat |
| N | YANG PALING SULIT DIARTIKAN | Sekolah Global Mandiri Jakarta, Jakarta Timur, DKI Jakarta |
| O | YUH YAH YUH | SMK Migas Muhammadiyah Cilacap, Jawa Tengah |
Kategori Dokumenter:
| JUDUL | SEKOLAH/KOMUNITAS | |
| A | ANTARATMA | SMK Pasim Plus, Kota Sukabumi, Jawa Barat |
| B | BIJAK LAYAR | SMKN 3 Batu, Jawa Timur |
| C | DERANA: TATAG, TETEG, TUTUG | SMKN 7 Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| D | MULASARA: MEMBACA BUMI, MENEMUKAN DIRI | SMKN 1 Cimahi, Jawa Barat |
| E | SEJENAK MENJADI KITA | SMA Strada St. Thomas Aquino, Tangerang, Banten |
| F | TENDING | SMK Tunas Harapan, Pati, Jawa Tengah |
Kategori Eksperimental:
| JUDUL | SEKOLAH/KOMUNITAS | |
| A | ÃMATE | SMKN 1 Cimahi, Jawa Barat |
| B | DEKOMPOSISI | SMKN 3 Kasihan (SMSR), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| C | IYAA… SEBENTAR | SMAN 6 Jakarta, DKI Jakarta |
| D | SAMSÃRA: LUKA YANG TAK PERNAH SELESAI | SMK Pasim Plus, Kota Sukabumi, Jawa Barat |
| E | TREE. | SMKN 2 Pekalongan, Jawa Tengah |
Kategori Animasi:
| JUDUL | SEKOLAH/KOMUNITAS | |
| A | NYANYIAN DI ANGKRINGAN | SMK Raden Umar Said, Kudus, Jawa Tengah |
| B | SALAM TEMPEL | Lilin Production Jakarta, Jakarta Timur, DKI Jakarta |
| C | SESULUH | Sekolah Rumah Production Lombok, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat |
Karya-karya yang dinominasikan akan memasuki tahap penilaian selanjutnya oleh dewan juri utama pada acara puncak festival yang dijadwalkan berlangsung pada bulan September 2026. Karya-karya yang terpilih kemudian akan dianugerahi Saraswati Award untuk kategori fiksi, Dewantara Award untuk dokumenter, Niskala Award untuk kategori eksperimental, dan Rupagati Award untuk animasi. Semua nomine akan dihubungi oleh panitia melalui email.
Ghalif menambahkan, program kompetisi nasional merupakan bagian dari FFPJ yang sejak tahun 2010 selalu diselenggarakan. Hal ini merupakan salah satu kegiatan yang terus dirawat untuk memberikan ruang bagi pelajar dalam belajar berekspresi seni dan komunikasi dengan pondasi riset sebaik-baiknya.
“Keberanian untuk belajar membuat film layak diapresiasi. Yang tidak kalah penting, setiap karya perlu dibangun melalui riset yang serius. Kompetisi bukanlah tujuan akhir, melainkan salah satu ruang untuk memperkenalkan karya. FFPJ juga menyediakan banyak ruang belajar yang bisa dimanfaatkan untuk terus bertumbuh sebagai penikmat-pembuat film. Selamat kepada seluruh partisipan FFPJ XVII 2026!” pungkas Ghalif, yang juga merupakan staf pengajar Fakultas Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia Yogyakarta. (*)
