Diskusi Seru Terjadi Pascapemutaran Film Keliling FFPJ di SMK Bopkri 1 Yogyakarta
FILMPELAJAR.COM, YOGYAKARTA – Festival Film Pelajar Jogja XIII 2022 melaksanakan Pemutaran Film Keliling di SMK Bopkri 1 Yogyakarta, Senin (5/12), pukul 12.00 – 14.00 wib. Beberapa film pendek yang diputar berasal dari SMK Bopkri 1 dan para nomine program kompetisi nasional FFPJ. Di antaranya ‘Pejuang Regenerasi’, ‘Bunga Tidur’, dan ‘Halaman 42’.
Setelah pemutaran selesai dilanjutkan sarasehan. Acara berlangsung hangat di studio milik sekolah. Beberapa komentar dan pertanyaan manambah suasana semakin seru.
“Saya menyukai film fiksi. Dari yang ada ini yang saya sukai berjudul Halaman 42,” kata Farel, siswa jurusa produksi film.
Farel menambahkan bahwa ada teknik yang bagus dalam pengambilan gambar. Selain itu juga intonasi para pemainnya jelas saat ditonton. Ceritanya juga menarik.
Senada dengan Farel, Grasella juga menyampaikan komentarnya. Ia juga menyukai film fiksi yang mampu menyentuh perasaan.
“Cerita tentang permasalahan keluarga selalu bikin perasaan teraduk-aduk. Barangkali banyak yang mengalami hal ini ya. Konfliknya menyentuh emosi penonton, katanya.
Grasella menanggapi film ‘Bunga Tidur’ yang ceritanya memiliki kaitan dengan persoalan keluarga. Setiap anak punya sudut pandang sendiri terhadap keluarganya, orang tuanya. Pendalaman atas hal ini menguatkan cerita.
Diskusi berlanjut tentang produksi. Dikarenakan di SMK Bopkri 1 Yogyakarta memiliki program studi Produksi Film, maka siswa-siswinya dekat dengan hal ini.
“Karya-karya yang ikut FFPJ itu butuh berapa lama dalam proses produksinya dan berapa biaya yang dikeluarkan?” tanya Natael yang akrab disapa Eel ke perwakilan FFPJ .
Menanggapi pertanyaan ini, Tommy sebagai perwakilan FFPJ menyampaikan setiap tahun festival diumumkan mulai 30 Maret. Kemudian penerimaan karya kurang lebih bulan Oktober. Jadi ada waktu sekitar 6 bulan yang bisa disiapkan oleh calon partisipan FFPJ.
“Waktu 6 bulan diharapkan cukup untuk calon peserta FFPJ menyiapkan film pendek. Tentu saja karena peserta pelajar, maka ada peran guru pembimbing atau pendamping. Diharapkan proses fasilitasi berjalan lancar dari praproduksi, produksi, dan pascaproduksi,” kata Tommy.
Ditambahkan, bahwa sebelum memutuskan ikut program festival yang ada kompetisinya, sebaiknya calon peserta membaca tema sungguh-sungguh. Dari tema inilah kemudian ide/gagasan cerita disesuaikan. Setiap festival memiliki karakteristik sendiri. Calon peserta boleh memilik sesuai minatnya masing-masing. Tak harus semuanya diikuti. Mengenai biaya, sangat relatif.
“Kalo semisal, genre yang dibuat bebas atau ditentukan oleh FFPJ?” tanya Nico, salah satu siswa.
“Pilihan genre ditentukan sendiri oleh peserta. Panitia FFPJ biasanya hanya membaginya dalam kategori Fiksi, Dokumenter, dan Eksperimental. Eksplorasi genre menjadi kebebasan peserta dalam membuat film pendek untuk ikut FFPJ,” jawab Tommy.
Bu Wulan, salah satu guru yang hadir, juga memberikan tanggapannya. Ia menyampaikan bahwa festival seperti FFPJ ini kadang informasinya terlambat untuk didapatkan. Ini menjadi catatan buat panitia.
“Bisa mendapatkan info FFPJ itu dari media apa ya?” disampaikan Bu Wulan.
Perwakilan FFPJ menanggapi, bahwa FFPJ hampir selalu diumumkan tahap awal mulai 30 Maret setiap tahun. Selain menyebarkan langsung informasinya ke sekolah-sekolah, juga melalui website dan media sosial.
“Teman-teman yang ingin berpartisipasi di FFPJ bisa terus memantaunya melalui website www.filmpelajar.com dan Instagram @ffpjogja,” kata Tommy.
Setelah mendapatkan sedikit gambaran tentang penyelenggaraan FFPJ, Bu Wulan kemudian memberikan motivasi ke siswa-siswi SMK Bopkri 1 Yogyakarta agar bersiap-siap. Tahun 2023 diharapkan berpartisipasi di FFPJ dan memperoleh manfaat dari festival yang dikhususkan untuk pelajar sejak tahun 2010 ini.
“Jika memang minat dalam dunia film, harus memiliki semangat belajar dan berlatih terus menerus. Kesempatan baik di masa depan harus disambut. Perlu persiapan sungguh-sungguh. Tidak tiba-tiba ada kesempatan dan langsung bisa diambil. Siapa yang menyiapkan diri dengan tekun, diharapkan mampu meraih kesuksesan ketika kesempatan hadir di depan mata,” pungkasnya. (Adit/Tiyo/Daru/*)
