Film tentang Pelestarian Tradisi Disukai di SMK Maarif 1 Yogyakarta
FILMPELAJAR.COM, YOGYAKARTA – Tim Pemutaran Film Keliling Festival Film Pelajar Jogja XIII – 2022 bersilaturahmi ke SMK Maarif 1 Yogyakarta, Senin (5/12). Beberapa film pendek karya partisipan FFPJ ditayangkan untuk siswa-siswi jurusan Multimedia. Pascapemutaran film dilakukan diskusi menarik menanggapi film yang diputar.
Pelestarian tradisi yang menjadi salah satu isi cerita film menjadi perhatian siswa-siswi SMK Maarif 1. Tampak para siswa menonton dengan serius film ‘Sangga Pangaurip’ yang dibuat oleh tim dari SMKN 1 Karanggayam, Kebumen, Jawa Tengah.
“Saya menyukai film Sangga Pangaurip karena punya kepedulian tinggi terhadap pelestarian seni tradisi. Dalam hal ini adalah tentang seniman siter yang terancam punah keberadaannya. Kesenian tradisi harus menjadi perhatian banyak pihak, tidak hanya oleh sang seniman itu sendiri,” kata Khalfi, siswa kelas XI.

Selain film tentang pelestarian tradisi, juga diputar film dengan isu lainnya. Cerita yang memiliki hubungan dengan lingkungan juga mendapatkan perhatian penonton. Wulan, siswi kelas XI, menyampaikan apresiasinya tentang film Sedari yang dibuat oleh tim dari SMAN 3 Ponorogo, Jawa Timur.
“Film tentang lingkungan mampu mengingatkan kita bersama tentang betapa penting hidup berdampingan dengan alam sebaik mungkin,” ucap Wulan dalam komentarnya.
Wulan menambahkan, jika alam dirusak oleh manusia, maka akan ada konsekwensinya. Termasuk hal-hal yang dianggap sepele seperti sampah ya. Jika abai dengan persoalan sampah, maka masa depan lingkungan hidup dipertaruhkan.
Diskusi santai pascapemutaran film juga dihadiri oleh para Guru. Di antaranya adalah Bu Nova, Pak Amin, Pak Siam dan lainnya. Secara khusus Bu Nova menyampaikan tentang tantangan dalam proses belajar pascapandemi. Kegiatan tatap muka seperti pemutaran film menjadi salah satu alternatif untuk mendinamisir proses pembelajaran.

“Setelah dua tahun terkena pandemi, kegiatan seperti pemutaran film ini bisa menjadi alternatif untuk belajar. Apalagi bisa dilanjutkan dengan kegiatan seperti workshop. Ini akan membuat proses belajar menjadi semakin dinamis,” terang Bu Nova.
Ditambahkan oleh Pak Siam, bahwa sekolah sebelum pandemi aktif mempelajari produksi film/audio visual. Ia menyampaikan bahwa ini berpengaruh baik. Ketika pandemi tantangan baru muncul.
“Kegiatan belajar produksi akan terus dibiasakan di sekolah. Seperti sebelum pandemi. Tantangan sebelum, saat dan pascapandemi jelas beda. Sekolah akan berupaya terus memfasilitasi siswa-siswi untuk belajar produksi lebih maksimal,” kata Pak Siam.

Kegiatan pemutaran film keliling di SMK Maarif merupakan agenda ke-3 dari tim FFPJ tahun ini. Sebelumnya sudah diselenggarakan di SMKN 2 Yogyakarta dan SMKN 2 Sewon Bantul. Kegiatan apresiasi ini merupakan rangkaian acara festival yang puncaknya diselenggarakan 10-11 Desember 2022 di Pondok Pemuda Ambarbinangun Yogyakarta. (Basith/Dival/*)


