Pemutaran Film Keliling FFPJ di SMKN 2 Sewon Diikuti Perwakilan Kelas
FILMPELAJAR.COM, YOGYAKARTA – SMKN 2 Sewon Bantul menjadi sekolah kedua yang disambangi FFPJ dalam kegiatan pemutaran film pendek pelajar keliling, Jumat (2/12). Siswa-siswi yang hadir merupakan perwakilan kelas berjumlah sekitar 70 orang, khususnya Multimedia dan Desain Komunikasi Visual. Kegiatan apresiasi seni film dalam rangka Festival Film Pelajar Jogja XIII – 2022 ini dibuka oleh Kepala Sekolah, Suwarsidi, S.Pd.

“Sekolah menyambut kegiatan pemutaran film keliling ini dengan baik. Semoga menjadi tambahan referensi dan memiliki manfaat untuk siswa-siswi SMKN 2 Sewon yang menyukai film,” kata Kepala Sekolah dalam sambutannya.
Pemilihan SMKN 2 Sewon sebagai mitra kegiatan pemutaran film keliling karena sekolah ini memiliki kegiatan ekstra kurikuler film yang baik. Komunitas Kopvie Production adalah penggerak utama kegiatan ekskul film. Komunitas ini aktif berkegiatan dan telah melahirkan banyak karya film pendek. Berbagai penghargaan juga pernah diraih oleh ekskul film ini.

Pemutaran film dimulai pukul 10.00 wib. Beberapa film yang dipilih tim FFPJ ditonton bersama. Film-film ini merupakan karya partisipan Festival Film Pelajar Jogja XIII – 2022. Setelah pemutaran film dilanjutkan dengan sarasehan yang menghadirkan praktisi film alumni Institut Seni Indonesia, Catur Panggih Raharjo.

Beberapa peserta antusias memberikan komentar dan pertanyaan. Kesan tentang film yang ditonton maupun tentang bagaimana bersiasat secara kreatif dalam proses produksi film.
“Saya menyukai semua filmnya. Ceritanya memiliki pesan menarik. Cara berceritanya melalui adegan-adegan lugas maupun simbolik,” kata Lia, siswi Kelas X.

Catur mengapresiasi beberapa komentar dari siswa-siswi SMKN 2 Sewon. Menurutnya, setiap penonton memiliki alasan sendiri ketika menyukai maupun tidak menyukai sebuah film. Ini merupakan hal wajar.
“Ide menjadi salah satu yang diperhatikan dalam menilai sebuah film. Kemudian bagaimana pembuat film mengeksekusi ide itu dalam mise en scene-nya. Mise en scene adalah segala aspek yang ada di dalam frame yang berada di depan kamera,” terang Catur.
Diskusi berjalan semakin menarik. Pertanyaan-pertanyaan seputar produksi film juga mengemuka. Beberapa disampaikan berkaitan dengan pengalaman siswa-siswi SMKN 2 Sewon dalam proses produksi.
“Ketika dalam sebuah film ada pemain yang mendadak tidak bisa melanjutkan shooting, apa yang harus dilakukan?” tanya Rizky, siswa kelas XII.

Pertanyaan Rizky ditanggapi Catur dalam sudut pandang sebagai praktisi. Menurutnya, proses produksi berkaitan dengan dengan tahap sebelumnya, yaitu praproduksi. Di tahap praproduksi seluruh divisi harus menyiapkan sesempurna mungkin. Pengecekan dilakukan tidak hanya sekali sebelum shooting. Melalui proses ini diharapkan meminimalisir kendala di lapangan.
“Praproduksi harus disiapkan sebaik mungkin. Namun, sesempurna apapun persiapan, jika ada force majeur harus memiliki rencana berikutnya atau istilahnya Plan B. Ini wajib dipikirkan tim produksi. Misal, pemain tidak bisa melanjutkan, maka bisa mengundurkan jadwal shooting, atau mencari pengganti. Tentu masing-masing memiliki konsekwensi”, terang Catur.
Kegiatan pemutaran film keliling diakhiri ketika waktu mendekati jadwal ibadah Jumat. Dalam kegiatan ini juga dihadiri dan didukung penuh oleh Waka Kesiswaan Indarto, S.Pd., Waka Humas Mohammad Arif Yuniar, S.Pd., M.Hum., dan Pembina Ekskul Film Jana Asmara, S.Pd.I. (Catur/Tiyo/Daru/*)
