LOADING

Type to search

Apresiasi Berita Featured Festival

SMK Maarif 3 Wates Menjadi Mitra Pemutaran Film Keliling Sebelum Acara Puncak FFPJ

Redaksi Dec 12

FILMPELAJAR.COM, YOGYAKARTA – Setelah keliling sekolah ke 3 kabupaten dan 1 kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, kegiatan pemutaran film keliling FFPJ diakhiri di SMK Maarif 3 Wates, Kamis (8/12). Kegiatan apresiasi seni film dalam rangka Festival Film Pelajar Jogja XIII – 2022 ini diikuti 70 orang siswa-siswi sekolah dari jurusan Multimedia dan Teknik Mesin. Sambutan Waka Humas H. Azis Zunanto, S.Pd., yang mewakili Kepala Sekolah Andriyan Wuryantini, SS., M.Pd., mengawali kegiatan.

Azis Zunanto dalam sambutannya mengatakan, bahwa SMK Maarif 3 Wates senang menjadi mitra kegiatan pemutaran film. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa-siswi SMK Maarif 3 Wates yang memiliki minat di bidang seni, media, dan segala hal berkaitan film terdorong untuk mengembangkan diri.

“Pemutaran film pelajar yang dilakukan secara keliling sekolah ini semoga menjadi pendorong siswa-siswi SMK Maarif 3 Wates agar semakin kreatif,” kata Azis.

Setelah dilakukan pembukaan, kegiatan langsung dilanjutkan dengan pemutaran film karya pelajar yang menjadi partisipan FFPJ tahun 2022. Siswa-siswi yang baru saja selesai menjalani Penilaian Akhir Semester menyambut pemutaran film dengan rileks. Ada yang menonton dengan sungguh-sungguh. Ada juga yang tampak santai.

Pascapemutaran film pendek pelajar, Waka Kesiswaan Sukardi RA., langsung membersamai kegiatan dengan mengajak siswa-siswi berkomentar atau bertanya. Walau tampak malu-malu, beberapa siswa-siswi tampak mengomentari film pelan-pelan dengan yang duduk di sebelahnya. Salah satunya mengacungkan tangan ketika disodori microphone.

“Saya menyukai film yang bercerita tentang lingkungan. Film itu terngiang-ngiang terus di kepala. Kenapa ya bisa seperti itu?” kata Hasya siswi kelas XI jurusan Multimedia.

Budi Bas, perwakilan FFPJ yang menghadiri acara ini menanggapi, bahwa untuk menonton dan menikmati sebuah film memang memerlukan persiapan. Ini beda sekali dengan media audio visual saat ini, khususnya yang berhubungan dengan internet. Serba cepat, pendek dan pesannya terkadang kurang jelas.

“Film yang menarik lazimnya memang menyampaikan pesan tertentu. Jika pesan ini memiliki hubungan secara langsung dengan pengetahuan dan pengalaman penonton, maka potensi diterima lebih besar. Untuk membuat film dengan pesan kuat diperlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Beda sekali dengan merekam sesuatu, dan kemudian ditampilkan di internet yang sebagian serba cepat, pendek, tetapi pesannya kabur,” terang Budi Bas.

Siswa lainnya, Restu, menimpali diskusi setelah berbisik-bisik dengan teman di sebelahnya. Dengan membaca catatan kecil yang dibuatnya, ia menyampaikan bahwa film yang langsung menuju ke pokok persoalan disukainya. Tetapi terkadang Restu merasa terganggu ketika di akhir film tak sesuai harapannya.

“Awalnya menarik. Di tengah pun masih menarik. Nah, pas di akhir film menurut saya kok kurang makjleb. Tadi ada tapi saya judulnya agak kurang ingat,” kata Restu.

Budi Bas menanggapi apa yang disampaikan Restu. Sebuah film dibuat sutradara dengan pemikiran dan kerja kreatif yang sungguh-sungguh. Bagaimana awal cerita disiapkan, kemudian bagian tengahnya seperti apa, dan endingnya mau dijadikan surprise atau suspense, atau malah flat, itu pilihan sutradara.

“Kebebasan kreatif sutradara dalam membuat film mutlak. Tentu tergantung tujuannya juga dalam membuat film. Selain itu tempat penayangan juga jadi perhatian. Apakah masuk bioskop, televisi, internet, dan lainnya. Di sinilah tim kreatif pembuat film sejak awal merancang semuanya dengan teliti,” katanya.

Mengakhiri diskusi, Sukardi menyampaikan bahwa ke depan siswa-siswi yang berminat dengan film bisa lebih sungguh-sungguh belajar. Sebuah film bisa menjadi cermin bagi pembuatnya, juga penonton. Semua diawali dari cerita apa yang mau dibangun dan kembangkan. Selain itu juga jenis apa yang mau dibuat. Bisa cerita fiksi, atau lainnya. (*)

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *