LOADING

Type to search

Apresiasi Berita

FFPJ Gaungkan Semangat Film Pelajar “Sahabat Bumi” di SMK Tamansiswa Nanggulan

Redaksi Nov 11


FILMPELAJAR.COM, KULON PROGO – Film-film karya pelajar partisipan Festival Film Pelajar Jogja XIV – 2023 dengan tema “Sahabat Bumi” diputar dan didiskusikan di SMK Tamansiswa Nanggulan, Kulon Progo, Rabu (22/11). Kegiatan ini merupakan rangkaian puncak Pemutaran Film Keliling yang dilaksanakan tim FFPJ di beberapa sekolah sebelumnya. Sebanyak 40 siswa mengikuti kegiatan. Kepala Sekolah Ki Muji Kurniawan Nugroho membuka acara tepat pada pukul 10.00 wib di ruang multimedia.

“Film pendek merupakan salah satu sarana belajar yang penting untuk siswa-siswi SMK Tamansiswa Nanggulan. Ada keahlian di baliknya yang perlu dipelajari sungguh-sungguh. Saya mendorong siswa-siswi untuk menyiapkan diri agar berproses serius dengan bimbingan para guru. Saya tunggu karya siswa-siswi yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh”, kata Kepala Sekolah dalam sambutannya.

Tim FFPJ yang diwakili Okta Pinanjaya, menyampaikan rasa terima kasih kepada sekolah yang telah menerima kegiatan ini. Harapannya bisa bermanfaat dan memantik siswa-siswi yang memiliki minat di bidang seni dan media untuk lebih semangat dalam belajar. SMK Tamansiswa Nanggulan memiliki jurusan yang dekat dengan kegiatan seni dan media. Okta mengajak siswa-siswi untuk ke depannya berpartisipasi di FFPJ.

Tepuk tangan meriah selalu terdengar setiap film selesai diputar. Terkadang bisik-bisik kecil juga terdengar ketika ada adegan tertentu. Selain itu juga bunyi tawa ketika ada adegan yang jenaka. Keseluruhan film yang ditayangkan tampak ditonton dengan antusias oleh siswa-siswi SMK yang memiliki beberapa program studi, salah satunya Desain Komunikasi Visual.

Wira, siswa kelas XII, ketika seluruh film telah selesai diputar, mengangkat tangannya. Ia memiliki kegelisahan seputar audio.

“Saya mendengar dalam beberapa film yang ditayangkan audionya terdengar naik turun. Itu bagaimana ya? Saya sendiri memiliki kendala sampai saat ini jika berurusan dengan audio ketika produksi karya”, tanyanya.

Tim FFPJ menanggapi, bahwa dalam produksi film/video untuk para pembelajar awal, umumnya muncul masalah ini. Hasil rekaman suara naik turun, noise, bahkan gagal sama sekali. Ini disebabkan salah satunya karena persiapan yang belum maksimal. Misalnya akan merekam dialog yang adegannya di keramaian. Jika menggunakan kamera (termasuk kamera HP) dari jarak jauh, maka noise yang muncul berlebihan. Jika terlalu dekat pun, agak sulit diprediksi hasilnya (apalagi tanpa menggunakan alat bantu pendengaran/earphone). Solusinya, minimal menggunakan 2 alat perekam (misalnya kamera HP) yang sekaligus merekam gambar dan suara. Satu perekam didekatkan dengan pemain yang akan berbicara (ini khusus untuk merekam audio dan alatnya jangan sampai terlihat di frame kamera satunya), serta satunya lagi khusus untuk merekam gambar. Keduanya dipadukan (sinkronisasi) di dalam editing. Jika adegan yang akan diambil untuk tujuan establish shot, maka suara apa adanya dengan satu perekam bias langsung digunakan (tetap harus dicek hasilnya apakah ada suara yang mengganggu atau tidak). Para profesional umumnya mengerjakan prosesnya sangat teliti. Ini dimulai dengan menganalisis tiap adegan di skenario. Jadi sebelum shooting akan diketahui kebutuhan suara seperti apa, termasuk alat apa yang diperlukan untuk menghasilkan kualitas yang diharapkan.

“Kriteria film-film yang diterima panitia FFPJ itu seperti apa sih? Jika kami nanti mau ikutan kan perlu persiapan ya?” tanya Jeje, siswi kelas XI.

Tim FFPJ menanggapi, bahwa hampir setiap tahun program kompetisi nasional FFPJ memiliki tema. Ini perlu diperhatikan yang akan berpartisipasi. Kemudian dipikirkan mau membuat film apa, fiksi, dokumenter atau eksperimental. Bikin tim kecil dulu (ada juga yang membuat karya sendirian), kemudian persiapkan dengan baik. FFPJ biasanya memberikan waktu sekitar 6 bulan kepada calon peserta untuk berproses membuat karyanya. Jadi, mulai dari membuat tim, menyusun naskah/skenario, berbagi tugas, pelaksanaan shooting, editing sampai dengan film dianggap jadi, ada waktu sekitar 6 bulan.

Pertanyaan Jeje ini dekat dengan pertanyaan Tiara, kelas XI. Ia menekankan tentang syarat peserta.

“Siapa saja yang boleh mengikuti kegiatan FFPJ?” tanya Tiara.

Menanggapi Tiara, tim FFPJ menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival selama ini untuk pelajar tingkat SMA/SMK/MA dan yang setara. Panitia pernah membuka untuk tingkat lainnya, tetapi kemudian kembali fokus ke pelajar tingkat SMA/SMK/MA. Sedangkan pengumuman festival umumnya dimulai bulan Maret. Kemudian program kompetisi nasional dibuka awal Mei dan ditutup Oktober. Setelah itu tim FFPJ akan melakukan kurasi dibantu oleh kurator. Kegiatan pemutaran film keliling kemudian dilaksanakan selama November dan acara puncak setiap bulan Desember.

Obrolan santai pascapemutaran film di SMK Tamansiswa Nanggulan diakhiri dengan pertanyaan guru pembimbing Diastika Susanto tentang kriteria karya.

“Dalam program kompetisi nasional FFPJ, kriteria karya seperti apa yang umumnya mendapatkan perhatian tim juri? Hal ini harapannya menjadi perhatian siswa-siswi juga agar jika berminat untuk berpartisipasi menyiapkan diri dengan baik”, ucapnya.

Tim FFPJ menanggapi, bahwa setiap tahun panitia program kompetisi nasional selalu mengumumkan kriteria karya yang diharapkan mengikuti program kompetisi. Yang pertama adalah film yang dibuat memiliki kedekatan dengan tema yang ditetapkan panitia. Film statement/pernyataan kuat film diharapkan ada. Kemudian aspek cerita dan cara menceritakannya. Apakah cukup mudah dipahami/komunikatif atau sebaliknya. Keunikan memiliki nilai lebih. Setelah itu aspek teknis keutuhan audio-visual (bahasa suara dan bahasa visual). Khusus untuk kategori eksperimental, panitia membuka ruang seluas-luasnya agar peserta bereksperimen semaksimal mungkin. Mengenai penilaian, panitia memberikan sepenuhnya ke juri.   

Kegiatan pemutaran film keliling di SMK Tamansiswa Nanggulan diakhiri pukul 12.00 wib dengan foto bersama di depan komplek sekolah. Secara khusus pihak sekolah dan tim FFPJ bersepakat untuk melanjutkan kerja sama yang positif. (*)

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *