540 Siswa-Siswi SMKN 2 Wonosari Apresiasi Film Bersama FFPJ
FILMPELAJAR.COM, GUNUNGKIDUL – Festival Film Pelajar Jogja menggelar pemutaran film keliling sekolah ke-6 di SMKN 2 Wonosari, Rabu (7/12). Acara yang berlangsung di aula SMKN 2 Wonosari mulai pukul 09.00 ini berlangsung meriah. Kegiatan juga bersamaan dilakukan pada waktu yang sama di SMKN 1 Godean, Sleman. Pembukaan di SMKN 2 Wonosari dihadiri langsung Kepala Sekolah, Ahmad Darmadi, S.Pd.
Ahmad Darmadi berharap kegiatan pemutaran dan apresiasi film ini dapat menjadi satu upaya mengembangkan profil pelajar Pancasila, khususnya poin berkebhinekaan global.
“Dari berbagai film itu nanti akan dapat mengeksplor potensi yang ada di wilayah-wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya Yogyakarta. Dalam kaitannya dengan profil pelajar Pancasila, yaitu Berkebhinnekaan global, adalah bagaimana kita dapat menghargai hasil karya saudara kita, juga keanekaragaman budaya, adat-istiadat, dan wilayah. ”, kata Ahmad Darmadi dalam sambutannya.
Dengan antusias, sebanyak 540 siswa-siswi menyaksikan karya film hasil pilihan dari kurator FFPJ XIII – 2022 dan beberapa karya audio visual siswa-siswi SMKN 2 Wonosari yang bertemakan anti-bullying.
Satu per satu karya dibedah bersama siswa-siswi yang hadir. Selain mengapresiasi, siswa juga memberikan gagasan terkait dengan teknik pencahayaan, audio, dan karakter yang ditampilkan dalam film.
“Bagian yang paling menyentuh menurut saya ada di pendalaman karakter aktornya. Paling suka pada bagian padu-nya. Namun di bagian marah-marah masih datar jika dibandingkan dengan yang biasa ada di TV,” kata Nike Wisnu, salah satu siswa mengomentari film yang diputar.
Menanggapi Wisnu, perwakilan FFPJ yang hadir, Tommy, menyampaikan bahwa elemen akting menjadi salah satu yang penting dalam sebuah film. Hal ini juga didukung dengan unsur lainnya, seperti sinematografi, artistik, penyutradaraan, serta lainnya.
“Dalam film terdapat bahasa visual. Adegan marah tidak harus selalu disampaikan dengan verbal dialog marah-marah. Bisa juga dengan memainkan mimik muka dipadu dengan angle dan frame kamera, seperti variasi close up, extreme close up, dan sebagainya.”, ucap Tommy.
Sumargiyono, S.Pd., salah satu guru SMKN 2 Wonosari juga sangat mengapresiasi kegiatan pemutaran film ini karena siswa-siswi bisa belajar dari beberapa film yang sudah diputar.
“Keragaman film yang diputar memperkaya pemahaman siswa-siswi berkaitan dengan cerita maupun hal teknis. Ini akan dapat membantu dan memantik mereka untuk lebih kreatif dalam berproses,” kata Sumargiono.
Sejauh ini, kegiatan seni film di SMKN 2 Wonosari terfasilitasi pada program P5BK. Setiap tahun siswa-siswi diharapkan dapat memproduksi sebuah drama yang dikemas dalam media audio visual.
Sumargiyono berharap acara screening film seperti ini kelak dapat dilakukan secara rutin agar siswa-siswi dapat menyaksikan dan mengapresiasi karya yang telah mereka buat sendiri maupun dari luar sekolah. (Anita/Maya/Wahyu/*)









