Dwi Windu FFPJ 2025: Program Kompetisi Nasional Film Pendek Pelajar Dibuka!
FILMPELAJAR.COM, YOGYAKARTA – Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) memasuki penyelenggaraan ke-16 di tahun 2025. Gugur Gunung dipilih panitia sebagai tema, yang sudah diumumkan sejak pelaksanaan festival sebelumnya. Tahun ini, panitia membuka kembali Program Kompetisi Nasional Film Pendek Pelajar. Pembelajar seni film dari berbagai sekolah/komunitas tingkat SMA/SMK/MA dan setara di Indonesia diundang untuk berpartisipasi.
Sesuai dengan yang tertulis di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Gugur Gunung artinya kerja bergotong royong untuk kepentingan umum. Sinonimnya adalah bahu-membahu, bantu-membantu, berkolaborasi, tolong-menolong dan sejenisnya. Direktur Eksekutif FFPJ XVI 2025 Rahmi Yulianita, mengatakan bahwa pemilihan tema Gugur Gunung untuk mengingatkan diri sendiri di usia 16, bahwa FFPJ selama ini hidup dari praktik gotong royong atau kolaborasi. Selain itu juga untuk mengajak seluruh pemangku kepentingan FFPJ agar semakin menyadari, bahwa tradisi gugur gunung penting untuk dirawat serta dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bangsa Indonesia adalah sebuah keluarga besar dengan beragam latar belakang suku, agama, ras dan golongan, yang sejak sebelum merdeka sudah memiliki kebiasaan gugur gunung dalam segala hal kebaikan. Hal ini penting untuk terus diingat dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rahmi.
Program Kompetisi Nasional Film Pendek Pelajar tidak pernah absen mengisi hajatan FFPJ sejak penyelenggaraan pertama di tahun 2010. Sebagai ajang pendidikan dan kebudayaan, program ini memiliki tujuan tertentu. Salah satunya adalah memberi kesempatan kepada pelajar Indonesia menunjukkan hasil pemikiran, riset, dan refleksi sesuai tema festival dalam bentuk karya seni film pendek.
“Para pelajar yang berminat mengikuti festival didorong untuk belajar riset yang sungguh-sungguh, sebelum kemudian mewujudkannya dalam bentuk seni film. Temuan-temuan menarik kemudian bisa diolah menjadi sebuah cerita dan/atau ekspresi seni film pendek fiksi, dokumenter maupun eksperimental,” terang Rahmi.
Linimasa Program Kompetisi Nasional Film Pendek Pelajar dimulai sejak publikasi ini diluncurkan ke komunitas film pelajar Indonesia dan para pemangku kepentingan di sekitarnya. Batas akhir penerimaan karya 30 Juni 2025. Kurasi 1-30 Juli 2025. Acara puncak festival direncanakan 12-14 September 2025.
Calon peserta FFPJ XVI 2025 memiliki waktu sekitar 6 bulan untuk menyiapkan naskah dan produksi film pendek. Bagi yang berminat mengerjakan karyanya secara individu diharapkan lebih maksimal dalam prosesnya. Bagi yang berkelompok, diharapkan belajar mengelola ego individual agar proses berjalan lancar. Para pendamping atau fasilitator di sekolah/komunitasnya masing-masing diharapkan juga berupaya memantik calon peserta agar berproses dengan kreatif.
“FFPJ terus berikhtiar agar festival sederhana ini tetap menjadi ruang belajar bersama. Salah satu syaratnya tentu saja kerendahan hati dari para pembelajar. Ketika ini berjalan maka diharapkan tantangan di dalam proses dapat dihadapi dengan jernih. Ini sesuai dengan semangat tema Gugur Gunung. Dalam kerja sama atau kolaborasi, akan lebih baik masing-masing pihak memiliki kesadaran untuk bersikap rendah hati demi meraih tujuan bersama yang diinginkan,” kata Rahmi.
Ketentuan untuk berpartisipasi di Program Kompetisi Nasional Film Pendek Pelajar telah disiapkan panitia FFPJ dalam Kerangka Acuan Program: s.id/kakffpj2025. Sedangkan Lembar Pendaftaran yang harus diisi peserta juga telah disusun panitia di: s.id/daftarffpj2025. (*)

saya mengikuti lomba ini, untuk mencoba kemampuan yang saya miliki dan menambah wawasan
Terima kasih apresiasinya. Senang sekali membaca catatan Anda. Semoga apa yang Anda harapkan bisa tercapai. Pada prinsipnya FFPJ senang sekali jika festival ini dapat bermanfaat untuk para stakeholdernya, khususnya komunitas film pelajar Indonesia 🙂