LOADING

Type to search

Wawasan

Apa yang Perlu Disiapkan sebelum Berfestival Film?

Redaksi Dec 12

Banyak orang menyukai dan menghadiri kegiatan festival film. Tujuannya beragam. Ada yang ingin berpartisipasi dalam kompetisi. Ada juga yang ingin mengikuti acara pemutaran film untuk mengapresiasi beragam karya. Beberapa lainnya ingin berpartisipasi dalam seminar atau lokakarya yang diselenggarakan panitia penyelenggara.

Memiliki tujuan yang jelas sebelum memutuskan berpartisipasi dalam sebuah festival adalah penting. Harapannya adalah partisipan mendapatkan manfaat yang optimal. Misal saja tujuannya mengikuti kompetisi yang menjadi salah satu programnya. Berdasarkan hal ini ada beberapa langkah yang perlu disiapkan:

– Kenali rekam jejak festival

Setiap penyelenggara festival film, termasuk Festival Film Pelajar Jogja, pada umumnya memiliki visi, misi, tujuan, nilai, program, dan pernyataan yang dijaga dan disampaikan ke publik. Apakah calon partisipan sepakat dengan substansinya? Kemudian dalam menjalankan festival, bagaimana dinamika respon partisipan dan stakeholdernya? Dan seterusnya.

– Kenali sumber daya yang dimiliki

Setelah mengetahui rekam jejak festival dan memutuskan untuk berpartisipasi atau sebaliknya, maka selanjutnya adalah kenali sumber daya yang dimiliki. Siapa saja orang/pihak yang dapat diajak kolaborasi jika ingin berpartisipasi? Apakah sudah memiliki ide awal untuk dikembangkan? Apakah pengetahuan dan keterampilan dianggap cukup untuk menjalani proses? Jika merasa belum bagaimana? Komitmen waktu dan energi seluruh anggota tim bagaimana? Bagaimana dengan peralatan pendukung? Apakah dukungan logistik mencukupi? Bagaimana jika sebaliknya? Dan seterusnya.

– Membuat strategi dan kesepakatan proses

Pembuatan rencana jangka pendek sampai panjang perlu disiapkan secara cermat. Mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan pascapelaksanaan. Hal ini berkaitan dengan ketersediaan sumber daya, efektivitas, dan efisiensi proses. Koordinasi yang optimal perlu dilakukan. Rangkaian proses ini dilandasi kesepakatan bersama yang pada umumnya dilakukan oleh tim awal yang jumlahnya kecil/terbatas.

– Berfilm yang realistis

Ketika festival film yang ingin diikuti sesuai dengan visi-misi-tujuan tim, sumber daya yang dimiliki sudah dipetakan, batas waktu/lini masa penerimaan karya dianggap masuk akal, strategi dan kesepakatan proses sudah dibuat, maka langkah selanjutnya adalah menjalani proses dengan konsekuen. Produser akan memimpin proses agar berjalan realistis dari sisi produksi. Sedangkan sutradara memimpin proses dari sisi artistik. Kerja sama yang baik antara produser dan sutradara beserta seluruh kru diharapkan menghasilkan karya yang optimal.  

– Berefleksi

Proses yang telah dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan catatan untuk masing-masing pihak yang menjalaninya. Refleksi bersama bertujuan untuk belajar dari pengalaman, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, merencanakan perbaikan di masa depan, meningkatkan kualitas diri, baik dalam pembelajaran maupun kehidupan. Refleksi yang dilakukan membantu memahami segala sesuatu yang terjadi dengan jernih dan bagaimana mengolahnya menjadi hal-hal yang semakin positif.

Kompetisi adalah salah satu program yang umum diselenggarakan dalam sebuah festival film. Setiap kompetisi memiliki ketentuan dan calon partisipannya perlu menyesuaikan diri agar mendapatkan hasil terbaik. Mengenai tahapan proses yang perlu disiapkan seperti di atas tidak baku. Ada juga pembuat film yang berproses sesuai dengan keinginannya sendiri. Setelah karya jadi baru dipikirkan untuk diikutkan ke festival yang sesuai. Atau, boleh jadi memiliki rencana distribusi-ekshibisi film tersendiri di luar sirkuit festival. Pada prinsipnya strategi atau cara yang dipilih untuk mempublikasikan karyanya beragam, kecuali film dibuat untuk konsumsi terbatas. (*)

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *