LOADING

Type to search

Berita

Sinema Silaturahmi FFPJ XVII 2026 Dimulai di SMAN 1 Temon, Kulon Progo

Redaksi Aug 8

FILMPELAJAR.COM, YOGYAKARTA — Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) XVII 2026 kembali diawali dengan program Sinema Silaturahmi. Program apresiasi dan literasi seni film ini akan menyambangi empat kabupaten dan satu kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak lima sekolah dan satu komunitas akan menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan.

Sinema Silaturahmi FFPJ XVII 2026 dimulai pada Selasa, 1 September 2026, di SMA Negeri 1 Temon, Kulon Progo.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, Sinema Silaturahmi FFPJ berupaya menyambangi teman-teman pelajar, baik di sekolah maupun komunitas. Kami belajar bersama melalui kegiatan menonton film dan mendiskusikannya,” ujar Ghalif Putra Sadewa, Direktur Eksekutif FFPJ XVII 2026.

Setelah Kulon Progo, kegiatan pemutaran dan apresiasi film pendek pelajar ini akan berlanjut hingga 9 September 2026. Sejumlah lokasi yang akan disambangi meliputi SMKN 7 Yogyakarta, SMA Bumi Cendekia Sleman, SMA Negeri 1 Seyegan Sleman, SMA Muhammadiyah Kasihan Bantul, serta Komunitas Kedai Kopi 69 di Wonosari, Gunungkidul.

Di setiap lokasi, tim FFPJ membuka ruang dialog bagi para peserta untuk bersama-sama menemukan dan membicarakan berbagai hal menarik dalam film yang ditonton. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pemutaran film, tetapi juga kesempatan untuk berbagi pandangan dan pengalaman dalam membaca sebuah karya audiovisual.

Film-film yang diapresiasi merupakan karya produksi pelajar yang lolos seleksi program kompetisi nasional FFPJ XVII 2026. Karya tersebut terdiri atas empat kategori, yakni film fiksi, dokumenter, eksperimental, dan animasi. Selain itu, pihak sekolah juga diberi kesempatan untuk menayangkan karya siswa, khususnya karya yang memiliki kedekatan dengan tema festival tahun ini, Mulat Sarira.

Melalui kegiatan ini, FFPJ berharap dapat memantik silaturahmi yang lebih erat antara tim festival, pelajar, guru, serta sekolah dan komunitas yang memiliki perhatian terhadap kegiatan apresiasi dan literasi film.

“Bagi kami, Sinema Silaturahmi menjadi salah satu pintu untuk membuka pertemuan-pertemuan berikutnya dengan berbagai pihak yang mencintai film sebagai sarana pendidikan dan kebudayaan. Harapannya, dari pertemuan ini dapat tumbuh berbagai kegiatan positif yang dilakukan secara kolaboratif dan saling menguatkan,” pungkas Ghalif. (*)

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *