Laporan Hari Kedua FFPJ 2011





Sampailah acara pada ujungnya. Nabila Azwida Faradisa, Direktur FFPJyang masih berstatus mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ini menutup seluruh rangkaian kegiatan festival. Nabila mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksaan Festival Film Pelajar Jogja 2011, khususnya para peserta dan sponsor. Tanpa dukungan peserta, sponsor, dan berbagai pihak lainnya yang berkomitmen terhadap FFPJ, festival ini bukanlah apa-apa. Parapihak yang mendukung FFPJ 2011 diantaranya adalah Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta, Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta, Yayasan Wahana Audio Visual Indonesia, Forum Film Pelajar Indonesia, Jangkrik Tshirt, mu:3 Communications, Four Colours Films, Toronto Student Film Festival, Geronimo FM, Jogja FM, Harian Kedaulatan Rakyat, Harian Radar Jogja, filmpelajar.com dan Sanggar Kelapa Indonesia. Nabila juga menegaskan bahwa komunitas film pelajar Indonesia adalah kontributor yang sangat berharga bagi perkembangan FFPJ ke depan, yang akan bertransformasi menjadi Jogja International Student Film Festival/JISFF. Salam komunitas dan karya film pelajar Indonesia!

Karya Terbaik FFPJ 2011
KARYA TERBAIK
FESTIVAL FILM PELAJAR JOGJA 2011
Setelah melalui proses penjurian final atas 5 (lima) karya fiksi dan 5 (lima) dokumenter yang menjadi nomine (dari total 75 film), maka Dewan Juri Festival Film Pelajar Jogja 2011 menetapkan para pemenang sebagai berikut;

Karya Terbaik Kategori Fiksi;
|
Judul |
Sekolah |
Sutradara |
Urutan |
|
Tanpa Batas |
SMK Cakra Buana Depok, Jawa Barat |
Dita Aprilya |
I |
|
Pit Ontha |
SMK YPLP Purbalingga, Jawa Tengah |
Osinur Lutfinia |
II |
|
Untuk Tuhan dari Indonesia |
SMA 60 Jakarta, DKI |
Tiara Nurul R |
III |
Karya Terbaik Kategori Dokumenter;
|
Judul |
Sekolah |
Sutradara |
Urutan |
|
Ini Pulau Siapa |
SMK 5 Bandar Lampung |
Diana Wulandari |
I |
|
Antara Bayangan dan Kenyataan |
SMK 1 Blitar, Jawa Timur |
Ghalif P. Sadewa |
II |
|
Di Balik Harmoni Kampung Sawah |
SMK 4 Bekasi, Jawa Barat |
M. Mardhan A. |
III |
Yogyakarta, 18 Desember 2011
|
(Ki Hartanto, M.Sn.) |
(Subagjo Budisantoso, M.Sn.) |
(Armantono, M.Sn.) |
Untuk film favorit pilihan penonton, terpilih Satu Indonesia dari SMK Islam Jepara yang disutradarai oleh Haji Ahmad Ashari
Laporan Hari Pertama FFPJ 2011

Sabtu pagi (17/12) di titik 0 (nol) km (kilometer) kota Yogyakarta tampak padat seperti biasanya. Namun ada yang berbeda di Benteng Vredeburg kali ini yang merupakan salah satu bagian dari pusat kota. Terlihat rombongan-rombongan kecil memakai baju identitas khas komunitas pelajar, jas almamater, dan bahkan seragam sekolah putih abu-abu. Mereka tampak berjalan penuh semangat menuju Gedung Audio Visual Benteng Vredeburg, Malioboro, Yogyakarta. Inilah suasana pada sebuah pagi yang cerah menjelang pembukaan Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) 2011.
Hari pertama FFPJ telah dimulai. Beberapa panitia terlihat sibuk mengatur segala kesiapan, sedangkan para peserta asyik menikmati suasana unik yang tersaji di sekitar Benteng Vedeburg sembari menunggu acara dibuka. Meja registrasi panitia penuh oleh peserta FFPJ, yang berdatangan dari berbagai kota. Tercatat di dalam buku tamu mereka datang dari Banjarnegara, Jakarta, Bekasi, Depok, Surabaya, Jepara, Klaten, dan Lampung.

Pembukaan dimulai dengan doa bersama. Setelah itu lagu Indonesia Raya bergema, dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta. Suasana tampak khusuk. Nabila Azwida Faradisa sebagai Direktur FFPJ 2011 kemudian menyampaikan sambutannya. Secara khusus ia berterima kasih kepada seluruh peserta, mitra dan berbagai pihak yang mendukung FFPJ 2011. Nabila juga menyampaikan bahwa FFPJ 2011 bekerja sama dengan Toronto Student Film Festival/TSFF. Tahap awalnya adalah FFPJ akan memutar film-film pelajar yang masuk final dan menang dalam kompetisi yang mereka selenggarakan tahun 2011 ini. Kemudian bulan Mei 2012 nanti perwakilan FFPJ akan berusaha berkunjung ke TSFF untuk mendiskusikan kerja sama yang akan dilaksanakan. Pihak TSFF juga meminta FFPJ dapat memfasilitasi karya-karya pelajar Indonesia yang akan diapresiasi di sana. Setelah Direktur FFPJ menutup sambutannya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Rektor II Institut Kesenian Jakarta, Bapak Subagjo Budisantoso, M.Sn., sekaligus membuka secara resmi FFPJ 2011. Beliau mewakili koleganya, Dekan FSMR ISI Yogyakarta yang mendadak berhalangan hadir untuk membuka kegiatan. Secara khusus beliau berpesan agar komunitas dan karya film pelajar Indonesia terus dikembangkan ke arah yang lebih baik lagi. Setelah melakukan pemotongan pita sebagai tanda pembukaan FFPJ 2011, acara dilanjutkan dengan pemutaran film pembuka, yaitu Laskar Pencerah, karya sutradara Vani Dias Adiprabowo yang baru saja lulus dari jurusan film IKJ.
Film pendek Laskar Pencerah bercerita tentang seorang anak bernama Laskar yang berusaha meraih mimpinya untuk pergi ke China. Ia belajar di Komunitas Belajar Qoryah Thoyibah Salatiga yang mengedepankan nilai-nilai humanisme, egalitarianisme, dan pendidikan kritis secara umum. Komunitas ini mengadakan sayembara menulis gagasan untuk memilih karya terbaik yang akan dikirim ke China. Ketika Laskar datang terlambat untuk presentasi gagasannya, maka ia pasrah. Namun pembimbing di komunitas belajar itu mengijinkan Laskar untuk mempresentasikan gagasannya. Tak disangka Laskar terpilih. Laskar akhirnya menolak untuk pergi ke China karena kondisi orang tuanya sedang sakit. Ia minta dana yang seharusnya untuk membiayai dirinya ke China dialihkan untuk membiayai pengobatan orang tuanya agar segera sembuh seperti sedia kala.
Seminar Nasional “Peran Komunitas Film Pelajar dalam Mendukung Praktik Bhinneka Tunggal Ika di Sekolah”
Pembicara seminar ini adalah Ki Hartanto, M.Sn., Budhi Hermanto dan Drs. Purwo Putranto. Ki Hartanto, M.Sn. merupakan alumni SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta yang saat ini menjadi dosen film di IKJ dan pengasuh padepokan film Grabag. Budhi Hermanto adalah seorang aktivis media komunitas dari Combine Indonesia. Sedangkan Drs. Purwo Putranto merupakan seorang pendidik di SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta. Moderator seminar ini adalah Satmoko Budi Santoso, seorang penulis dan praktisi seni Yogyakarta.

Pada kesempatan pertama, Ki Hartanto menyampaikan bahwa membuat film adalah suatu langkah untuk belajar tentang kehidupan. Belajar membuat film juga merupakan bagian dari pendidikan karakter. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menjadikan film sebagai kegiatan ekstrakurikuler atau menjadi pelajaran muatan lokal di sekolah. Hal ini paling tidak bisa mendorong pertumbuhan dan perkembangan komunitas film pelajar di sekolah. Komunitas film pelajar harus mampu menyumbangkan sesuatu yang berarti bagi lingkungannya.
Budhi Hermanto, menyampaikan materinya secara asyik dan komunikatif. Pertanyaan yang salah pun bisa menjadi sarana untuk belajar. Film adalah sarana yang jauh lebih dalam, karena semua kecerdasan kita dipaksa terlibat. Yaitu, riset interpersonal, analisa-logika, dsb. Ia berpesan jangan berorientasi dengan hasil akhir. Menyampaikan informasi, aktualisasi diri, memvisualisasikan suatu tulisan, merupakan suatu proses. Semua lesson learn itu yang perlu dicatat dengan baik. Mulai dari pra, pro, dan pascaproduksi. Menurutnya, kebhinnekaan merupakan nasionalisme keadilan. Mari kita ubah Indonesia menjadi lebih baik. Anda tidak akan tenggelam saat jatuh ke danau, tapi anda tenggelam jika anda jatuh dan diam saja.
Drs. Purwo Putranto menyebut dirinya provokator film di sekolah. Beliau menggunakan film sebagai media pembelajaran. Film dapat menjadi sarana untuk studi ilmu lainnya yang lebih luas lagi. Melalui film, pelajar diajak untuk berpikir kritis dan menyikapi berbagai persoalan secara jernih. Pak Pur, beliau biasa dipanggil begitu, juga memaparkan tentang betapa pentingnya pemahaman yang utuh, jernih dan tepat tentang Bhinneka Tunggal Ika. Praktik-praktik Bhinneka Tunggal Ika dapat dilakukan di sekolah maupun lingkungan terdekat secara sederhana. Misalnya membangun kesepahaman atas perbedaan dan masalah lainnya. Proses membangun kesepahaman inilah praktik nyata yang akan bermanfaat bagi komunitas film pelajar.
Sesi diskusi di dalam seminar ini berjalan hangat. Peserta tampak antusias bertanya dan menyampaikan pendapatnya. Dengan penuh semangat dan kesabaran para pembicara melayani seluruh pertanyaan peserta sampai tuntas.
Setelah seminar nasional selesai, acara dilanjutkan dengan istirahat dan kemudian pemutaran film-film pelajar yang menjadi nomine FFPJ 2011. Gedung Audio Visual tampak penuh sesak. Penonton tampak serius menonton 10 film pendek yang berasal dari berbagai sekolah dan daerah itu.
Klinik Film Laskar Pencerah
Pemutaran film nomine FFPJ 2011 berakhir sekitar pukul 15.00 wib. Acara dilanjutkan dengan istirahat dan kemudian Klinik Film dengan menghadirkan sutradara film pendek Laskar Pencerah, yaitu Vani Dias Adiprabowo.
Secara khusus Vani memaparkan proses di balik pembuatan film Laskar Pencerah. Ia bercerita tentang berbagai kesulitan yang dihadapi, baik pada tahap praproduksi sampai dengan pascaproduksi. Peserta antusias mengikuti sesi ini. Beberapa pertanyaan pun diajukan peserta dan dijawab Vani dengan tidak kalah semangatnya.
Vani juga membawa aktor filmnya di podium kegiatan. Ia bercerita tentang proses sebelum produksi dimulai. Tentang kesulitas-kesulitan latihan akting dan lainnya. Peserta klinik film mendapatkan banyak analisis kasus yang menarik dari Vani. Saking asyiknya acara ini, kegiatan jadi agak molor sampai setengah jam.
Rancangan Jadwal FFPJ 2011
Rancangan Jadwal
FESTIVAL FILM PELAJAR JOGJA
Yogyakarta, 17-18 Desember 2011
|
Hari/tgl |
Waktu |
Kegiatan |
Keterangan |
|
Sabtu 17 Des |
08.00-09.00 |
Registrasi |
Di Gedung Audio Visual Benteng Vredeburg, Jalan Malioboro, Yogyakarta |
|
|
09.00-09.30 |
Pembukaan |
|
|
|
09.30-10.00 |
Pemutaran Film Pembuka FFPJ 2011 |
Film “Laskar Pencerah” karya sutradara Vani Diaz Prabowo dari Institut Kesenian Jakarta |
|
|
10.00-10.15 |
Istirahat |
|
|
|
10.15-12.30 |
Seminar Nasional “Peran Komunitas Film Pelajar dalam Mendukung Praktik Bhinneka Tunggal Ika di Sekolah” |
Pembicara: Ki Hartanto, M.Sn. (Dosen Film IKJ dan Pengasuh Padepokan Film Grabag), Budhi Hermanto (Combine Indonesia), Drs. Purwo Putranto (Pendidik di SMA 1 Teladan Yogyakarta). Peserta terbatas dan harus mendaftar ke panitia. |
|
|
12.30-13.30 |
Istirahat |
|
|
|
13.30-15.00 |
Pemutaran Film Nomine |
Film peserta lolos seleksi FFPJ 2011 |
|
|
15.00-15.30 |
Istirahat |
|
|
|
15.30-17.00 |
Klinik Film: Di Balik Layar Film Laskar Pencerah |
Pembicara: Vani Diaz Prabowo dari Institut Kesenian Jakarta. Peserta terbatas dan harus mendaftar ke panitia. |
|
Minggu 18 Des |
07.00-08.00 |
Persiapan |
|
|
|
08.00-09.30 |
Pemutaran Film Pilihan Panitia |
|
|
|
09.30-12.00 |
Forum Film Pelajar Indonesia (Temu Komunitas Film Pelajar) |
Narasumber yang direncanakan hadir dalam kegiatan ini adalah Bapak Drs. Alexandri Luthfi, MS. (Dekan Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta) dan Subagjo Budisantoso, M.Sn. (Wakil Rektor II Institut Kesenian Jakarta). Peserta terbatas dan harus mendaftar ke panitia. |
|
|
12.00-13.00 |
Istirahat |
|
|
|
13.00-15.00 |
Pemutaran Film Pilihan Panitia |
|
|
|
15.00-16.00 |
Istirahat |
|
|
|
16.00-16.15 |
Pengumuman Film Favorit Pilihan Penonton |
|
|
|
16.15-17.15 |
Pengumuman Film Terbaik dan Penutupan |
|
Keterangan:
Peserta yang akan mengikuti kegiatan Seminar Nasional, Klinik Film dan Forum Film Pelajar Indonesia dikenai biaya pendaftaran Rp. 25.000 (pelajar tingkat SMA/SMK/MA dan yg setara), Rp. 50.000 (mahasiswa/guru) dan Rp. 75.000 (umum). Peserta akan mendapatkan sertifikat, snack dan air minum. Kegiatan lainnya dapat diikuti secara gratis. Panitia akan menutup pendaftaran apabila peserta sudah memenuhi kuota/kursi yang tersedia.
Karya Lolos Seleksi Festival Film Pelajar Jogja 2011
BERITA ACARA SELEKSI KARYA
FESTIVAL FILM PELAJAR JOGJA 2011
Setelah melalui proses penjurian tahap pertama atas 64 film kategori fiksi dan 11 film kategori dokumenter, maka Dewan Juri Seleksi Festival Film Pelajar Jogja 2011 memutuskan nomine/karya lolos seleksi sebagai berikut:
Kategori Fiksi:
| Judul | Sekolah | Sutradara |
| Tanpa Batas | SMK Cakra Buana Depok, Jawa Barat | Dita Aprilya |
| Satu Indonesia | SMK Islam Jepara, Jawa Tengah | Haji Ahmad Ashari |
| Untuk Tuhan dari Indonesia | SMA 60 Jakarta, DKI | Tiara Nurul R |
| Pit Ontha | SMK YPLP Purbalingga, Jawa Tengah | Osinur Lutfinia |
| Beda Tapi Satu | SMK 1 Cimahi, Jawa Barat | Hilman Hairulloh |
Kategori Dokumenter:
| Judul | Sekolah | Sutradara |
| Ini Pulau Siapa | SMK 5 Bandar Lampung | Diana Wulandari |
| Antara Bayangan dan Kenyataan | SMK 1 Blitar, Jawa Timur | Ghalif P Sadewa |
| Di Balik Harmoni Kampung Sawah | SMK 4 Bekasi, Jawa Barat | M Mardhan A |
| Keluarga Si Lebah | SMK 1 Cimahi, Jawa Barat | Tesya ZH |
| Di bawah Naungan Cheng Ho | SMK Wachid Hasyim Surabaya, Jawa Timur | Ainul Iyzah |
Yogyakarta, 19 Nopember 2011
Dewan Juri Seleksi,
|
(Pratista Wibowo) |
(Mellysa Chandra) |
(Hylman Jatmiko) |
Film Pelajar Purbalingga



Peserta FFPJ 2011: update 17 Nopember
| Peserta Festival Film Pelajar Jogja 2011 | ||||||
| Update 17 Nopember 2011 | ||||||
| No | Judul | Kategori | Sutradara | Sekolah | Kota/Kabupaten | Provinsi |
| 1 | Bersatu | Fiksi | Imam Mustofa | SMK Dr. Soetomo | Cilacap | Jawa Tengah |
| 2 | Serdadu Ijo | Dokumenter | Dian Fitria Suci Ariska | SMKN 1 Surabaya | Surabaya | Jawa Timur |
| 3 | Differences | Dokumenter | Sasongko | SMAN 1 Bantul | Bantul | DIY |
| 4 | Ketika Bhinneka Tanpa Ika | Fiksi | Syfa Fauziah | SMKN 4 Bekasi | Bekasi | Jawa Barat |
| 5 | Dibalik Harmoni Kampung Sawah | Dokumenter | M Mardhan A | SMKN 4 Bekasi | Bekasi | Jawa Barat |
| 6 | Satu Indonesia | Fiksi | Haji Ahmad Ashari | SMK Islam Jepara | Jepara | Jawa Tengah |
| 7 | Sengkil | Fiksi | Dama Yuninata | SMAN 1 Banjarnegara | Banjarnegara | Jawa Tengah |
| 8 | Tanpa Batas | Fiksi | Dita Aprilya SP | SMK Cakra Buana | Depok | Jawa Barat |
| 9 | Come In | Fiksi | Agustian Nugraha | SMK BOPKRI 1 | Yogyakarta | DIY |
| 10 | Yang Di Atas Adalah Loteng | Fiksi | Teguh Febrianto | SMKN 3 Batu | Batu | Jawa Timur |
| 11 | Mereka Yang Membuat Prajuritan Tetap Berperang | Dokumenter | Teguh Febrianto | SMKN 3 Batu | Batu | Jawa Timur |
| 12 | Senja Di Atas Roda | Dokumenter | Febry Ramadhan | SMKN 3 Batu | Batu | Jawa Timur |
| 13 | Di Balik Ladang Nisan | Dokumenter | Dita Ludvita Sari | SMKN 3 Batu | Batu | Jawa Timur |
| 14 | Beda Untuk Damai | Fiksi | Desi Silviana | SMKN 4 Malang | Malang | Jawa Timur |
| 15 | #sentimentalpelangi | Fiksi | Suryo Buwono | SMAN 1 Yogyakarta | Yogyakarta | DIY |
| 16 | Keisogi Suraina | Fiksi | Sumiati | SMA PGRI 2 Kayen | Pati | Jawa Tengah |
| 17 | Antara Bayangan dan Kenyataan | Dokumenter | Galih P Sadewa | SMKN 1 Blitar | Blitar | Jawa Timur |
| 18 | Senyum Perbedaan | Fiksi | Santi | SMKN 1 Anjatan | Indramayu | Jawa Barat |
| 19 | Titipan Sebuah Harapan | Fiksi | Dessy A Kusumawati | SMKN 1 Anjatan | Indramayu | Jawa Barat |
| 20 | Impian | Fiksi | Anggi Septuan Nugraha | SMKN 1 Anjatan | Indramayu | Jawa Barat |
| 21 | Inspirasi Sang Garuda | Fiksi | Melisa | SMKN 1 Anjatan | Indramayu | Jawa Barat |
| 22 | Sarung | Fiksi | Anis Septiani | SMA Muhammadiyah 1 | Purbalingga | Jawa Tengah |
| 23 | Saipul | Fiksi | Cornelia DKAP & Sri Teguh Y | SMKN 8 Surakarta | Surakarta | Jawa Tengah |
| 24 | Pemburu Kroto | Dokumenter | Andesta Saputra | SMKN 3 Bengkulu | Bengkulu | Bengkulu |
| 25 | Kondom | Fiksi | Mira Setiani | SMK Dr. Soetomo | Cilacap | Jawa Tengah |
| 26 | 1 | Fiksi | Herlambang Yulianto | SMKN 1 Surabaya | Surabaya | Jawa Timur |
| 27 | Kita | Fiksi | Laksmita Ramadhanti | SMAN 15 Jakarta | Jakarta | DKI |
| 28 | 10 | Fiksi | Dewi Prahesti | SMKN 1 Purbalingga | Purbalingga | Jawa Tengah |
| 29 | Liontin Aira | Fiksi | Uun Nur Rachmawati | MAN Purbalingga | Purbalingga | Jawa Tengah |
| 30 | Hape | Fiksi | Musliah | SMAN 1 Bobotsari | Purbalingga | Jawa Tengah |
| 31 | Pit Ontha | Fiksi | Osinur Lutfinia | SMK YPLP Purbalingga | Purbalingga | Jawa Tengah |
| 32 | Gigi Awet, Kinang Sang Nenek | Dokumenter | Fantasi Fana Sari A | SMKN 8 Surakarta | Surakarta | Jawa Tengah |
| 33 | Pengen Sarung Anyar | Fiksi | Hernaedy Sidharta | SMK Dr. Soetomo | Cilacap | Jawa Tengah |
| 34 | Daftar Menu | Fiksi | Isti Komariah | SMKN 1 Kebumen | Kebumen | Jawa Tengah |
| 35 | Kelalenan | Fiksi | Ade Ragil P | SMK Dr. Soetomo | Cilacap | Jawa Tengah |
| 36 | Di Bawah Naungan Cheng Hoo | Dokumenter | Ainul Iyzah | SMK Wachid Hasyim | Surabaya | Jawa Timur |
| 37 | Gara-Gara Merah Putih | Fiksi | Kawakibi | SMA 60 Jakarta | Jakarta | DKI |
| 38 | Jelajah Indonesiaku | Fiksi | Endah Octaviani | SMKN 1 Cimahi | Cimahi | Jawa Barat |
| 39 | Untukmu Indonesiaku | Fiksi | Prasanti Puji D | SMKN 1 Cimahi | Cimahi | Jawa Barat |
| 40 | Ini Pulau Siapa? | Dokumenter | Diana Wulandari | SMKN 5 Bandar Lampung | Bandar Lampung | Lampung |
| 41 | Kenali Dulu Indonesiaku | Fiksi | Aghni R. N. S. F. | SMKN 1 Cimahi | Cimahi | Jawa Barat |
| 42 | Beda Tapi Satu | Fiksi | Hilman Hairulloh | SMKN 1 Cimahi | Cimahi | Jawa Barat |
| 43 | Meracik Kesatuan | Fiksi | Lucky Aldiano Putra | SMKN 1 Cimahi | Cimahi | Jawa Barat |
| 44 | Bhinneka Tinggal Gelap | Fiksi | Dwi Rahayu | SMKN 5 Bandar Lampung | Bandar Lampung | Lampung |
| 45 | Untuk Tuhan dari Indonesia | Fiksi | Tiara Nurul R | SMA 60 Jakarta | Jakarta | DKI |
| 46 | Senandung Angkutan Kota | Fiksi | Sausan F. Zahra | SMA 60 Jakarta | Jakarta | DKI |
| 47 | Laskar Bhinneka | Fiksi | Ngesti Ayu Andari | SMKN 1 Pogalan | Trenggalek | Jawa Timur |
| 48 | 2 Iman 1 Persahabatan | Fiksi | Beni Kurniawan | SMKN 1 Pogalan | Trenggalek | Jawa Timur |
| 49 | Dalam Pita Garuda | Fiksi | Astri Damayanti | SMKN 1 Pogalan | Trenggalek | Jawa Timur |
| 50 | Pelangi Bahasa | Fiksi | Yanuar Dwianta | SMKN 1 Pogalan | Trenggalek | Jawa Timur |
| 51 | Bakso VS Gegog | Fiksi | Fitria Rossy | SMKN 1 Pogalan | Trenggalek | Jawa Timur |
| 52 | Kurma | Fiksi | Putri Nur K | SMKN 1 Pogalan | Trenggalek | Jawa Timur |
| 53 | G3 (Gara-Gara Gelas) | Fiksi | Arina Mardhiyyana | SMKN 1 Pogalan | Trenggalek | Jawa Timur |
| 54 | Bhinneka Yang Terkikis | Fiksi | Wahyu Novianto | SMKN 1 Pogalan | Trenggalek | Jawa Timur |
| 55 | Khessing | Fiksi | Fitria Retnosari | SMKN 1 Pogalan | Trenggalek | Jawa Timur |
| 56 | Cekak (Cerita Kakek) | Fiksi | Puspo Dwi T | SMKN 1 Pogalan | Trenggalek | Jawa Timur |
| 57 | 1 Dalam Bhinneka | Fiksi | Liafatul Farida | SMKN 1 Pogalan | Trenggalek | Jawa Timur |
| 58 | Indonesia Itu…? | Fiksi | Dimas Dwi W | SMAN 2 Lumajang | Lumajang | Jawa Timur |
| 59 | Pink Dagingku | Fiksi | Faizal Moeis | SMAN 28 Jakarta | Jakarta | DKI |
| 60 | Aleut | Dokumenter | Nur'ain Syamsiani | SMKN 1 Cimahi | Cimahi | Jawa Barat |
| 61 | Keluarga Si Lebah | Dokumenter | Tesya Z H | SMKN 1 Cimahi | Cimahi | Jawa Barat |
| 62 | Aku Juga Indonesia | Fiksi | Winda Purnamasari | SMKN 1 Cimahi | Cimahi | Jawa Barat |
| 63 | Balada Kampung Bagong | Fiksi | Grace Putri Aria | SMKN 1 Surabaya | Surabaya | Jawa Timur |
| 64 | Gondewa | Fiksi | Gulbudin H | SMKIT Multimedia AbuDzar | Tasikmalaya | Jawa Barat |
| 65 | Pedhut | FIksi | Fadzil Nur Rohmad | SMAN 5 Magelang | Magelang | Jawa Tengah |
| 66 | Kibar | Fiksi | Ammar | SMAN 39 Jakarta | Jakarta | DKI |
| 67 | Berdua Aja Susah, Apalagi BERSATU | Fiksi | Dede Kurniawan | SMK Bhakti Utama | Bandar Lampung | Lampung |
| 68 | Arti | Fiksi | M Ammar Kanz | SMA 39 Jakarta | Jakarta | DKI |
| 69 | Satu Jalan | Fiksi | Bagus Wiradharma | SMA 39 Jakarta | Jakarta | DKI |
| 70 | Kasorang | Fiksi | Auliani MW | SMKN 1 Sukabumi | Sukabumi | Jawa Barat |
| 71 | Seribu Nada Satu Rasa | Fiksi | Resta Marta Sesilia | SMKN 1 Sukabumi | Sukabumi | Jawa Barat |
| 72 | Kekuatan Dalam Perbedaan | Fiksi | M Adji Hasan | SMKN 1 Sukabumi | Sukabumi | Jawa Barat |
| 73 | Pelangi | Fiksi | Margaretha Dewi A | SMAN 1 Salatiga | Salatiga | Jawa Tengah |
| 74 | Pendidikan vs Pariwisata | Dokumenter | Sri Rahayu | SMKN 3 Batu | Batu | Jawa Timur |
| 75 | Nurani | Fiksi | Talitha M.P | SMAN 66 Jakarta | Jakarta | DKI |
Film Kita
Tip & Tutorial
-
Banyak perdebatan tentang film, terutama dokumenter. Perdebatan itu masih di sekitar wilayah pemahaman dasar, padahal di negeri-negeri tempat dokumenter itu berasal seperti Perancis, Russia,...
-
Sesungguhnya kata ini muncul dari tulisan John Grierson ketika menanggapi film-film karya Robert Flaherty, terutama sekali Nanook of the North. Film yang berdurasi kurang...
-
Dalam sejarah film dunia, istilah ‘film pendek’ mulai populer sejak dekade 50-an. Alur perkembangan terbesar film pendek memang dimulai dari Jerman dan Perancis; para penggagas Manifesto...
-
1. Interpretasi Skenario (script conference)
a. Analisa skenario yang menyangkut isi cerita, struktur dramatik, penyajian informasi, dan semua hal yang berhubungan dengan estetika dan... -
Mungkin terdengar aneh dan tiba-tiba menjadi sok moralis dan religius. Tapi ini benar dan tidak salah cetak, kenalilah agamamu! Bagaimanapun agama itu penting. Paling tidak kamu harus tahu seperti...















